Saat melintas di Simo, sebuah kecamatan di Kabupaten Boyolali, kami bertemu dengan patung macan.
Patung macan yg estetik. Detail. Jauh lebih bagus drpd macan cisewu ๐
Sejarah Simo sendiri erat kaitannya dengan legenda Kyai Ageng Singoprono, seorang tokoh penyebar Islam keturunan Prabu Brawijaya V yang berpengaruh di era Kerajaan Demak dan Kasunanan Surakarta.
Nama Simo diyakini berasal dari kata Singo (singa) atau Sima (daerah perdikan/bebas pajak) yang merujuk pada wilayah kekuasaan tokoh sakti tersebut.
Mulanya sy juga heran, kalau singo/singa kenapa patungnya harimau.
Setelah sedikit googling saya menemukan tentang cerita rakyat Boyolali, bahwa ternya Simo bisa merujuk ke harimau.
Ada penggalan cerita โSimo ngamuk! Simo ngamuk!โ (โHarimau mengamuk! Harimau mengamuk!โ).
Sumbernya di sini
https://t.co/FjIEuJIYrf
Jadi, mungkin memang ikonnya yg tepat memang Harimau.
Patung harimau itu jadi penanda Simo, ada di simpang Simo yg merupakan โpusat kotaโ Simo.
Apakah ada yg pernah ke Simo? Ataukah malah tahu ceritanya? Ayo berbagi cerita ๐
Oh ya, di Simo inilah ada Bakso Sera, yg menu baksonya kerap viral dan sudah direview foodblogger nasional.