@chzrchive Americano selain murah, itu sbuah surga dunia. Blom lg km coba espresso itu enak jg💙💙
Apalagi klow makanannya maniezz kek roti rotian yg full topping coklat dan keju☺☺☺☺ americano adlah pelengkapnyh
Kalian pernah punya penyesalan selama hidup nggak? kaya kepikiran "misal dulu nggak ngambil keputusan itu, endingnya bakal beda nggak ya?" 😔
Kalau kata #Kyungsoo apapun yg terjadi di masa lalu (senang/sedihnya), itu semua yg membentuk kita hari ini. Jadi alih-alih menyesal, berdamai dengan menerima mungkin bisa bikin kita merasa lebih baik 🫂
@yappingfess Daripada lu ngajakin keluar, mending lu kerumahnya bawa makanan. Kalau lu mau bayarin ya, dari pada ngomong mendng action karena terkadang ngeluarin ongkos saat ga punya duit aja ga sanggup cuy, malu juga bjie
OB kantor gue cerita: tiap hari dia bersihin ruang interview jam 5 sore.
Dia hafal 2 tipe kandidat.
Tipe A keluar ruangan bilang "Yah, gue bilang gaji terserah aja biar aman".
Tipe B keluar bilang "Gue tembak 8 juta, kasih alasan 3 poin".
Minggu depan, Tipe A dipanggil lagi. Gajinya 4,2 juta. Tipe B? 8 juta. OB udah tau duluan.
Gue tanya Pak OB: "Kok tau Pak?"
"Mas, yang bilang terserah itu mukanya lemes. Tasnya masih jinjing. Ngeluh di pantry 'HRD-nya galak'."
"Yang tembak 8 juta? Dia keluar senyum. Buka HP, catet sesuatu. Bilang ke temennya 'gue kasih data, jadi dia mikir'."
HRD suka yang mikir, bukan yang pasrah.
4 kalimat pembunuh gaji yang OB sering denger di pantry:
1. "Gaji terserah perusahaan aja" → artinya lo ga tau harga lo 2. "Saya ikut standar aja" → artinya lo ga punya standar 3. "Yang penting keterima dulu" → artinya lo desperate 4. "Sebelumnya saya 4 juta" → artinya lo minta 4,5 juta
Ngomong 1 dari 4 ini = auto UMR.
OB: "Yang lolos itu beda Mas."
Dia ga pernah bilang terserah. Dia bawa kertas kecil. Pas HRD tanya gaji, dia buka kertas.
"Pak saya minta 8 juta. Karena 3 hal: saya pegang ads 15jt/bln, ROAS 3x, dan saya bisa mulai senin."
HRD diem. Catet. OB yang lagi ngepel denger. Minggu depan anak itu balik bawa ID card.
Gue bikin rumus G.A.J.I. biar lo ga ngomong terserah lagi.
G — Ga usah sebut angka dulu: Tanya range dulu. "Boleh tau range untuk posisi ini Pak?" A — Angka lo + 20%: Kalau range 6-8, lo tembak 8,5. J — Jelaskan 3 alasan: Bukan "saya butuh". Tapi "saya kasih".
Lanjutan G.A.J.I:
I — Ikut tutup: "Itu angka yang saya ajukan, saya terbuka diskusi kalau ada komponen lain".
Tanpa G.A.J.I = terserah = 4 juta. Pake G.A.J.I = 8 juta + dihargai.
Contoh G.A.J.I temen gue lamar Admin Sosmed:
G: "Range-nya berapa ya Bu?" HRD: "6-7 juta" A: "Saya di 7,5 juta Bu" J: "Karena 1) saya kelola 3 akun aktif, 2) engagement naik 40% di tempat lama, 3) saya bisa edit video sendiri jadi ga perlu vendor" I: "Saya terbuka kalau ada bonus kinerja"
HRD: "Oke saya note". Hasil? Deal 7,2 juta. Bukan 6 juta.
Sebelum G.A.J.I: "Terserah aja Bu" → HRD mikir "oke 4,5 aja deh, dia ga nolak kok" → Lo nyesel 2 tahun.
Setelah G.A.J.I: "Saya 7,5 karena..." → HRD mikir "anak ini tau harga dirinya, harus gue perjuangin ke bos" → Lo dihargai.
cc : bongkarsistem
Ketika buaya betina dan buaya darat adu mekanik.
Sistemnya, dari 12 tahun yang lalu pasti selalu "becandain aja dlu, kalau dapet nanti gila seisi rumah "
Bayangin 12 tahun temenan. Temen gue demen sama gue selama 12 tahun itu, bilangnya "ga pernah pas waktunya, kalau sekarang udah pas banget. tapi lu pasti yang engga mau"
@askDika Terus yang nyebelinnya kalau botol minum kemasannya sama, ga dinamain. YA GIMANA MAU diambil lagi, walaupun cuman air putih. In this economy yah sayang bgt😭😭😭