@farizz96@clumshyness@PelindungMember@lemanzup@wordfangs lo obsessed banget sama satu kelompok sampe seniat itu bawa-bawa ke konser yang notabenenya musisinya aja support anti diskriminasi ke kelompok marginal yang lo benci aja itu udah ga normal coy
@Mas4kMas4k@yappingfess ya elo pada Tuhan juga bukan, sok sok an menghakimi orang lain padahal blm tentu berlaku adil. sok iye ah ngomong begitu, aneh lo pada
THE WILDWORLD TOUR is coming to a city near you!! 🖤 we can’t wait to see more of our EYEKONS at these upcoming shows. SEE YOU SOON + visit our website for all info!!
all pre-sales begin on Wednesday, May 20th and general on-sale is on Thursday, May 21st at 3pm local time. VIP experiences will be available to take your WILDWORLD TOUR experience to the next level!!
for all ticket and VIP info visit https://t.co/eFqdo1bfX7
Halo, Netizen. Assalamualaikum. Btw, ini pertama kalinya aku bikin utas. Aku bukan siapa-siapa, tapi aku merasa perlu meluruskan ini. Semoga siapa pun yang baca, gak akan lagi nyampe menghujat si perempuan maupun alm. Aku cuma berempati kepada mereka. Mohon disimak ya🙏
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA