@nochtiagathia — "Tidak apa-apa Akihito-san. Aku sama sekali tidak keberatan."
Ia dapat melihat semburat merah yang tercipta pada pipi sang pria, "Akihito-san bisa bersandar padaku kapanpun, aku senang jika..." Mulutnya malah kaku karena jantungnya belum tenang.
@nochtiagathia — Apakah sang pria sedang menyiksanya? Karena ia merasa jantungnya mau lompat keluar. Ia seperti patung yang tidak bergerak dengan wajah seperti tomat, hingga dekapan itu dilepaskan. Ia langsung berkata pada jantungnya sendiri agar tenang. —
@nochtiagathia — Tanpa paksaan tangan itu melingkari tubuh sang adam, ia pun menepuk-nepuk pundaknya pelan. Ia tak bertanya ada apa gerangan atas perubahan sikap sang adam, tetapi yang jelas— ia berharap jika bisa berlama-lama seperti ini.
Ia bisa menghirup aroma maskulin —
@nochtiagathia [Kepada: Akihito-san]
- Eh?
- Tidak! Bukan itu!
- Aku kebanyakan makan pedas, dan perutku sakit sekali..
- Boleh aku minta tolong?
- Tolong belikan obat.. aku sulit untuk bangun..
- ˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚
@nochtiagathia Tas yang melayang itu pun jatuh ke permukaan lantai, memperlihatkan wajahnya yang cemberut serta— hidungnya mimisan.
"T-tidak apa-apa kok," jawabnya meski agak kesal tapi itu pasti tidak sengaja. "Aku sepertinya baik-baik saja." —