Seiring bertambah usia, rasanya hidup cuma ttg belajar berdamai dgn ketidaktahuan, termasuk ditinggal tanpa penjelasan/permintaan maaf. Belajar memahami bhw org lain akan menghargaimu dlm kapasitasnya masing-masing & hanya perlu begitu sebaliknya, will take you far.
Adakah joki analisis video durasi 2 jam, tapi nanti hasilnya dibikin feedback kayak gini aja kok, sekalian drop fee nya juga yaa #joki#jokitugas#tugas#zonauangㅤ
Kalo capek istirahat, rehat, tapi tolong jangan 100% diem. Ignoring politics doesnt make you netral yah, it only makes you less aware of the decisions that will still affect YOUR life. Sebenernya kita lagi dibunuh pelan-pelan, ga berasa krn lu masih bisa ngopi sama ngonser aja.
Email kampusku dapet free langganan Elsevier dan sampe sekarang masih aktif padahal udah lulus. Temen-temen kalo ada yg butuh akses jurnal dari Elsevier dan nggak bisa pake scihub, boleh dm aku. Nanti aku bantu download. Ilmu harusnya gratis biar nggak ada orang bodoh jadi pre...
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
ditengah santernya kasus fhui dan itb muncul klip ini di timelineku... "perempuan harus dimuliakan" bahkan secara eksplisit disebut soal cat calling...
After giving birth, it takes a woman six months for her internal wounds to heal, 12 months for physical recovery, 2 years for hormonal balance, and up to 5 years to rediscover her identity. Relationships often struggle during this period due to a lack of understanding. Be kind and patient with new moms; they're facing more challenges than it may seem.
Hi! I’m Liffi, an Indonesian artist who recently showed my paintings in Manila, Philippines.
Here’s a little moment from the opening night at Vinyl on Vinyl Gallery 🌟
Buat yang liat live FH UI di sosmed, jangan dilihat sebagai pertunjukan "seru" dan tontonan semata ya anjing. Ini tu proses pengupayaan yang sulit buat mengejar keadilan untuk korban KS. Di kawal, retweet informasi pentingnya, lakukan hal yang membantu korban.
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
mau semarah apapun pasangan gw, i hope he still responds with love not like debate and want to win the convos ☹️
tapi emang gw ga suka berantem aja sih, gak suka perasaan pas lagi berantem, gak suka perasaan pas lagi marah… kayak sesek… gak enak… gak suka… gak nyaman huft