well, this post will be a thread over the books that i've read, teman-teman! doain semoga aku bisa sangat-sangat konsisten and give out so much much more reviews in every each genres! 🌷
— all rights reserved, fady.
@meneiamen Taste is also shaped by socio-economic circumstances.
Orang awam (miskin kota, misal) gak ada jembatan untuk kenal penulis2 yg kakak sebut, gak di sekolah, gak di rumah, gak di mana pun. Mungkin kalo beruntung masuk kuliah, baru bisa liat buku itu di perpustakaan #pengalaman
to feel pretty u genuinely gotta believe that you are the most beautiful girl out there like no one else has to believe that just you im so serious guys
Growing up hearing “Wikipedia isn't a valid source” and then entering a workplace where people say “just ask ChatGPT” is a surprisingly strange timeline
Kita bisa membaca Naomi Wolf, Simone de Beauvoir, atau Judith Butler.
Kita bisa memahami bagaimana standar kecantikan diproduksi. Namun ketika berdiri di depan cermin, kenapa ya rasanya berat banget?
palestine is not a prop for your online grievances. using a genocide to score points against people you dislike is pathetic. if your “activism” is just a convenient gotcha tool to drag someone, you don’t care about palestinian liberation, you just care about your own ego.
"I love you"
★ ☆ ☆ ☆ ☆
"I'll write you letters, as simple as possible, so you can read and understand it. So, never stop learning, okay?"
★★★★★★★★★★★★★
*jpf
ngelihat kasus ini jadi keinget topik skripsi ku kemarin tentang objektifikasi payudara perempuan dan bagaimana media dan industri kecantikan merespon hal tersebut.
sedikit banyak aku juga menjelaskan sebenernya apasih objektifikasi itu? dan munculnya dari mana…
dari awal kepikiran bikin skripsi dengan topik ini karena emang objektifikasi tubuh perempuan tuh semakin GILA dan MASIFFFF BGTTTT, sekarang makin makin deh ga masuk akal😭😭 emang akal-akalan patriarki…