Pak, Indonesia itu butuh 9.000 ton paracetamol setiap tahun.
Sembilan ribu ton, pak.
Itu angka dari Kementerian Kesehatan.
Paracetamol yang harganya 2.000 rupiah di warung sebelah, adalah obat paling banyak dikonsumsi di negara kita.
Pusing? Paracetamol.
Demam? Paracetamol.
Pegal habis kerja? Paracetamol.
Gak enak badan tapi gak tahu kenapa? Paracetamol juga.
Dan kita gak pernah nganggep itu aneh. Sampai aku baca satu hal yang bikin aku "beneran ini?"
Daftar 48 negara peserta Piala Dunia FIFA 2026 dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris umum, dan bahasa aslinya
1. 🇿🇦 Afrika Selatan | South Africa | South Africa
2. 🇩🇿 Aljazair | Algeria | al-Jazā’ir (الجزائر)
3. 🇺🇸 Amerika Serikat | United States | United States of America
4. 🇸🇦 Arab Saudi | Saudi Arabia | al-Mamlakah al-‘Arabiyyah as-Su‘ūdiyyah (المملكة العربية السعودية)
5. 🇦🇷 Argentina | Argentina | Argentina
6. 🇦🇺 Australia | Australia | Australia
7. 🇦🇹 Austria | Austria | Österreich
8. 🇳🇱 Belanda | Netherlands | Nederland
9. 🇧🇪 Belgia | Belgium | België / Belgique / Belgien
10. 🇧🇦 Bosnia dan Herzegovina | Bosnia and Herzegovina | Bosna i Hercegovina
11. 🇧🇷 Brasil | Brazil | Brasil
12. 🇨🇿 Ceko | Czechia | Česko
13. 🇨🇼 Curaçao | Curaçao | Kòrsou / Curaçao
14. 🇪🇨 Ekuador | Ecuador | Ecuador
15. 🇬🇭 Gana | Ghana | Ghana
16. 🇭🇹 Haiti | Haiti | Haïti / Ayiti
17. 🏴�� Inggris | England | England
18. 🇮🇶 Irak | Iraq | al-‘Irāq (العراق)
19. 🇮🇷 Iran | Iran | Īrān (ایران)
20. 🇯🇵 Jepang | Japan | Nihon atau Nippon (日本)
21. 🇩🇪 Jerman | Germany | Deutschland
22. 🇨🇦 Kanada | Canada | Canada
23. 🇨🇴 Kolombia | Colombia | Colombia
24. 🇰🇷 Korea Selatan | South Korea | Daehan Minguk (대한민국)
25. 🇭🇷 Kroasia | Croatia | Hrvatska
26. 🇲🇦 Maroko | Morocco | al-Maghrib (المغرب)
27. 🇲🇽 Meksiko | Mexico | México
28. 🇪🇬 Mesir | Egypt | Miṣr (مصر)
29. 🇳🇴 Norwegia | Norway | Norge / Noreg
30. 🇵🇦 Panama | Panama | Panamá
31. 🇨🇮 Pantai Gading | Ivory Coast | Côte d’Ivoire
32. 🇵🇾 Paraguai | Paraguay | Paraguay
33. 🇵🇹 Portugal | Portugal | Portugal
34. 🇫🇷 Prancis | France | France
35. 🇶🇦 Qatar | Qatar | Qaṭar (قطر)
36. 🇨🇩 Republik Demokratik Kongo | DR Congo | R��publique démocratique du Congo
37. 🇸🇳 Senegal | Senegal | Sénégal
38. 🇳🇿 Selandia Baru | New Zealand | New Zealand / Aotearoa
39. 🏴 Skotlandia | Scotland | Scotland / Alba
40. 🇪🇸 Spanyol | Spain | España
41. 🇸🇪 Swedia | Sweden | Sverige
42. 🇨🇭 Swis | Switzerland | Schweiz / Suisse / Svizzera / Svizra
43. 🇨🇻 Tanjung Hijau | Cape Verde | Cabo Verde
44. 🇹🇳 Tunisia | Tunisia | Tūnis (تونس)
45. 🇹🇷 Turki | Turkey | Türkiye
46. 🇺🇾 Uruguai | Uruguay | Uruguay
47. 🇺🇿 Uzbekistan | Uzbekistan | Oʻzbekiston
48. 🇯🇴 Yordania | Jordan | al-Urdunn (الأردن)
Abang-abangan @Sonny7 tidak ikut wajib militer karena dapat apresiasi pemerintah korsel saat berhasil menjuarai Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia
Skandal Mic Reporter Bocor Jadi Prahara Memalukan Timnas Korea Selatan
Peristiwa ini terjadi pada awal Juni 2026 di kamp latihan timnas Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko.
Saat sesi latihan yang dibuka untuk media, dua jurnalis terekam "julid" tentang cara berlari Son Heung-min, salah satu dari mereka melontarkan sindiran: "Kenapa dia berlari seperti sedang memimpin pleton militer? Apa dia pikir dia lagi di angkatan darat?"
Rekan reporter lainnya membalas bahkan lebih kontroversial: "Dia bahkan tidak menyelesaikan wajib militernya. Orang-orang bodoh ini tidak tahu apa-apa tentang tentara."
🎙️ Mikrofon kedua jurnalis Korsel tersebut dalam kondisi menyala, dan semuanya tertangkap dalam siaran langsung. 📡😭
Buntut Insiden: Skandal ini memicu gelombang kekecewaan dari skuad Korea Selatan, yang berujung pada pemboikotan sesi wawancara dengan media. Son Heung-min sempat mengabaikan seluruh pertanyaan di mixed zone setelah pertandingan melawan Ceko.
Situasi semakin memanas hingga Federasi Sepakbola Korea Selatan secara terbuka menegur media-media yang meliput Piala Dunia tersebut.
Federasi mengambil sikap tegas dengan membatalkan semua wawancara individu untuk media domestik Korea Selatan sebagai bentuk perlindungan terhadap pemain mereka.
[Detik]
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, dalam wawancara terbarunya bareng Helmy Yahya, cerita kalau ia membangun Como pakai konsep Moneyball: pendekatan manajemen tim olahraga yang dipopulerkan Billy Beane di awal 2000-an.
Idenya simpel tapi revolusioner, pakai analisis statistik untuk nemuin pemain yang undervalued di pasar, terus bangun tim kompetitif dengan budget terbatas. Konsep ini biasanya jadi andalan klub-klub kecil yang nggak bisa bersaing di bursa pasar melawan klub-klub tajir. Di Premier League, Brentford dan Brighton adalah dua contoh paling terkenal yang berhasil jalanin filosofi ini.
Yang bikin menarik, Mirwan nggak cuma belajar teorinya doang. Dia ngaku pernah ketemu langsung sama Billy Beane untuk bekerjasama soal ini, dan juga sama Tony Bloom, pemilik Brighton, buat pelajarin sistemnya dari orang-orangnya langsung. Habis itu, dia sama timnya mulai bedah sistem tersebut, menganalisa apa yang bagus, apa yang kurang, sebelum akhirnya bikin versi Moneyball mereka sendiri. Prinsipnya satu: semua keputusan sepak bola harus berbasis data.
Tapi Mirwan juga menegaskan satu hal penting: Como dibangun di atas sistem, bukan individu. Siapapun yang duduk di kursi pelatih nggak boleh jadi figur yang nggak tergantikan. Makanya, ia bentuk yang namanya “Dewan Sepak Bola” yang terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, head of performance, tim pelatih, perwakilan pemilik, sport director, sampai tim keuangan. Semua keputusan sepak bola harus lahir dari kesepakatan bersama.
Nah, konsep ini paling keliatan nyata di proses rekrutmen pemain Como. Mirwan Suwarso menjelaskan prosesnya yang berlapis dan cukup ketat. Mulai dari tim rekrutmen yang nyaring kandidat berdasarkan data. Kalau lolos, nama itu diterusin ke tim scouting buat dikonfirmasi langsung, apakah datanya akurat atau nggak, gaya mainnya cocok sama filosofi tim atau nggak. Kalau cocok, lanjut ke tahap behavior analysis, di mana sikap dan karakter si pemain dinilai. Baru setelah itu diserahin ke tim keuangan buat ngecek apakah nilai pasarnya masuk budget atau nggak.
Kalau semua tahap itu udah dilalui, baru deh nama-nama kandidat yang lolos diserahin ke tim pelatih, biasanya 5-6 nama. Tim pelatih bebas milih siapapun dari daftar itu. Tapi kalau mereka punya kandidat sendiri di luar daftar, nama itu tetap bisa diajukan, dengan syarat harus ikutin seluruh proses rekrutmen dari awal juga.
Melihat betapa sistematisnya Como dijalankan, proses rekrutmen yang ketat, semua diselaraskan dengan visi pelatih, dan ujungnya bermuara pada hasil nyata di lapangan, rasanya nggak heran kenapa mereka bisa bicara banyak musim ini di Serie A.
Dan untuk kita sebagai orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri melihat klub yang paling dibicarakan belakangan ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. 🥹❤️
Coach Shin Tae-yong (STY)
baru aja buka-bukaan
soal rahasia dapurnya di timnas,
mulai dari taktik ngalahin Jerman
sampe obsesi besarnya buat Indonesia.
Pas Korea Selatan ngalahin Jerman
itu bukan cuma hoki
STY punya resep Ultra
- Dia selalu "ngeramasin" (kritik tajam dan motivasi intens) pemainnya. Kedisiplinan itu harga mati.
- Dia instruksiin pemain buat lari lebih banyak dari biasanya. Pemain harus rela berkorban buat temannya di lapangan.
- Julukan ini didapet dari jurnalis karena STY pas main dulu gak terlalu tinggi, tapi dia licik (pintar), pake insting, dan otak buat gerak di lapangan.
Pas pertama dateng ke Indonesia tahun 2019, STY kaget setengah mati pas ngelakuin Beep Test (tes fisik):
- Banyak pemain bintang kita yang ngerasa jago, tapi hasil tes fisiknya cuma selevel anak SD atau SMP (di bawah 30-35).
- STY langsung nyingkirin pemain yang skill-nya oke tapi fisiknya loyo dan gampang nyerah. Dia bilang: Sepak bola itu main 11 orang, kalau gak punya fisik dan attitude, coret
STY udah tinggal lama di sini, tapi ada hal yang bikin dia bengong:
- Awalnya dia kira itu manusia besi beneran.
Dia kasihan dan sempet sering kasih uang 100 ribu per orang selama 3 tahun.
Eh, pas tau itu organisasi dan "scam", dia langsung berhenti kasih.
Dia bingung gimana cara mereka mandinya
- Kesan pertamanya ke Indonesia itu cuma satu: Macet
Dari bandara ke hotel aja bisa 3 jam.
Walaupun STY aslinya gak terlalu suka pedas atau asin, dia punya hubungan unik sama makanan lokal:
- Gudeg Mania: Dia suka banget Gudeg Jogja.
Bahkan dia tau tempat legendaris kayak Gudeg Pawon yang makannya langsung di dapur.
- Ulek Sambal: Dia sempet belajar ulek sambal sendiri, Katanya sambal itu unik karena jenisnya banyak banget.
Di Korea, dia jadi host acara variety show yang isinya nontonin anaknya pacaran sama anak artis lain.
Dia sekarang lagi fokus ngebangun akademi buat usia dini di Indonesia bareng Clear.
Satu hal yang paling bikin bangga:
STY itu sebenernya dapet tawaran dari klub Bundesliga Jerman
tapi dia lebih milih tantangan di Indonesia.
Dia penasaran kenapa pemain Indonesia skill-nya bagus tapi prestasinya susah naik.
Sekarang, dia lagi "ngeramasin" generasi baru kita biar fisiknya gak kayak anak SD lagi
Alasan sederhananya: karena kalah bersaing.
Selama 4 tahun-nya di Old Trafford, ia gak pernah berhasil geser dominasi Ferdinand–Vidic. Beberapa kali bahkan ia menghadap langsung ke Sir Alex Ferguson untuk membahas masalah menit bermainnya, tapi ia ngerasa gak pernah dapet jawaban yang pasti, hingga akhirnya minta pergi.
Barcelona tebus dia seharga £5 juta.
Dan ironisnya, dua tahun setelah kepergiannya, dia balik ke final Champions League buat ngalahin Manchester United. Mantan klubnya. Dua kali. Roma 2009 dan Wembley 2011. 😔
Di salah satu sesi wawancara, Pique pernah bilang: “Selama saya disana, Ferdinand dan Vidic hampir nggak pernah cedera sama sekali. Lucunya, setelah saya pergi, mereka justru mulai diterpa cedera. Itulah sepak bola.”
#utdfocusid
BAKARBESSY, KINI
Bakarbessy adalah marga (keluarga) dari Negeri Waai, Salahutu, Maluku Tengah, yang dikenal sebagai salah satu marga Raja atau keturunan pemimpin adat di wilayah tersebut.
Kini, Bakarbessy identik dengan Kevin Diks. Pemain Indonesia dengan banyak catatan sejarah di Bundesliga.
Yuk, kita bahas kiprahnya di Jerman.
📌Peran
📌Passing
📌Defending 1v1
📌Set Piece Threat
Sebuah utas 🧵
AGENDA TIMNAS INDONESIA SENIOR MENDATANG. 🇮��🦅
• FIFA SERIES: 27-31 Maret 2026
• FIFA MATCHDAY: 1-9 Juni 2026
• AFF ASEAN CUP: 24 Juli - 26 Agustus 2026
• FIFA ASEAN CUP: 21 September - 6 Oktober 2026
• FIFA MATCHDAY: 9-17 November 2026
• AFC ASIAN CUP: 7 Januari - 5 Februari 2027
ChatGPT is insanely powerful.
But, without proper prompting its nothing.
That's why I built "1000+ GPT-4 Prompts":
• 1000+ Prompts
• 5000 AI Tools
• Full guide.
And for 24 hours, it's 100% FREE!
To get it, just:
1. Like & Repost
2. Reply "AI"
3. Follow me (so that I can DM)
Potret wajah baru Jembatan Brawijaya di Kota Kediri, tampil lebih megah dan ikonik.
📹 : ndri_ansyah via Instagram
Jembatan ini tampil didominasi warna kuning keemasan, dihiasi ornamen aksara Kawi atau kuadrat era Kediri kuno di pilar jembatan, serta dilengkapi pemasangan lampu-lampu yang mempercantik tampilan pencahayaan khususnya di malam hari.
Kawan @GNFI, ada yang sering lewat jembatan ini, nggak? Tulis di kolom komentar ya!