Izin dhan @Puspen_TNI
Gmana kalau siber TNI dipakai untuk hal yg lebih berguna.
Bantu cari Narapidana Ini.
Sampai skrg blm di temukan.
Sia-sia kita punya BIN dan lain sebagainya.
Untuk satu napi yang bs jadi Komisaris saja kita gk bisa memburu!
Pantesan Harun,ex Ketua KPK, Reza Chalid bisa hilang tanpa Jejak macam Edy Tamsil.
Edy Tamsil sih real "hilang" batang hitung gk pernah ada sampai detik ini.
Silfester bisa muncul di Tivi, Reza Chalid bisa dan pernah hadir di seminar Pakde Jokowi bahkan smpt foto ria salaman sama Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.
@ListyoSigitP Polri biasa pintar Kanda bisa pantau medsos. Masa ini silfester bs "hilang".
@KejaksaanRI yang punya Intel saja bisa gk ketemu!
Lah, aneh banget ini Wakil PM Inggris.
Mengundurkan diri cuma gara2 kurang bayar pajak properti.
Tiru sini, dong. Udah ada yang meninggal karena dilindas, tapi belum ada yang mengundurkan diri.
Ketika seorang Menteri sudah berucap, “kalau mau cari uang, jangan jadi guru. Jadi pedagang, lah.”, gue merasa kemungkinan rezim Prabowo untuk memberikan gaji yang layak kepada para guru di Indonesia sangat kecil.
Tujuan mulia bukan berarti tidak pantas dapat gaji yang layak.
Ini sosok
Paiman Raharjo
mantan Wakil Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal (PDPP)
skandal ijazah palsu mantan Bos
Masi ingat mul @jokowi
Sosok ini?
Aku Melihat
Hukuman Allah yang Sedang Terjadi
Aku tidak menyimpan dendam padanya.
Tidak ada keinginan untuk menyakitinya, tidak pula nafsu untuk menjatuhkannya.
Aku tidak ingin kekuasaannya. Aku tidak ingin tahtanya.
Tapi setiap kali aku mengingatnya,
jiwaku menjerit — bukan karena benci, tapi karena luka yang terlalu lama ditutup.
Aku mengingat Bambang Tri,
yang kini meringkuk dalam sel karena berkata jujur tentang sesuatu yang seharusnya menjadi milik publik.
Ia hanya bertanya — tapi pertanyaannya dibalas dengan penjara.
Aku mengingat KM 50,
para pemuda yang darahnya ditumpahkan di malam gelap,
bukan karena mereka membawa senjata,
tapi karena mereka membawa semangat yang ditakuti oleh kursi kekuasaan.
Aku mengingat Kanjuruhan,
di mana tangis ibu dan jerit anak-anak ditenggelamkan oleh gas air mata.
Dan di atas semua itu…
ada seorang penguasa yang hanya tertawa ketika ditanya wartawan, bagaimana dengan 135 korban,
masih terngiang kata-kata kejinya:
"Saya akan jawab di lain waktu, hehehe"
Aku mengingat Yahukimo, Wamena, dan Papua, kematian akibat kelaparan,
dan tubuh-tubuh yang jatuh,
dan tak pernah disebut dalam pidato istana.
Manusia disiksa, dibakar, ditinggal, seolah bukan bagian dari bangsa ini.
Aku mengingat ratusan petugas KPPS,
yang wafat dalam sunyi,
tanpa kejelasan,
tanpa penyelidikan yang adil,
tanpa satu pun tangisan dari wajah pemimpin tertinggi negeri ini.
Aku tidak dendam. Tapi aku tidak bisa diam.
Karena setiap luka itu…
ditinggalkan begitu saja oleh seorang penguasa yang tak pernah terlihat berkabung.
Tak pernah menunduk dengan jujur.
Tak pernah menangis bersama rakyat.
Tak pernah meminta ampun atas tragedi yang terjadi di bawah namanya.
Dan kini… aku menyaksikan
tubuhnya mulai dihancurkan oleh kekuatan yang tidak bisa ditolak siapapun: Allah.
Bukan oleh pengadilan.
Bukan oleh media.
Bukan oleh rakyat.
Tapi oleh Tangan Langit itu sendiri.
Perlahan…
kulitnya hancur.
matanya kosong.
langkahnya melemah.
suaranya kehilangan ruh.
Dan wajahnya,
wajah yang pernah dielu-elukan,
kini menjadi wajah yang jadi peringatan siapapun yang berani jahat kepada rakyat.
Aku tak pernah berdoa agar ia hancur.
Tapi aku tahu,
Allah telah menjawab tangisan umat ini dengan cara paling menakutkan:
menghancurkannya sedikit demi sedikit, di hadapan jutaan pasang mata.
Ia tidak digantung di tiang kota. Atau diarak di jalanan, seperti nasib penguasa zalim di masanya.
Tapi ia diarak secara ruhani, oleh penyakit, oleh kehancuran tubuh, oleh sejarah.
Aku tidak benci padanya.
Tapi aku mencintai kebenaran.
Dan cinta itu membuatku tak bisa pura-pura buta.
Aku tidak ingin membalas.
Tapi aku ingin bangsaku melihat, belajar, dan bangkit.
Agar kita tak pernah lagi tertipu oleh wajah lugu…
yang diam-diam bisa menjadi biang kehancuran.
Agar kita tak lagi diam
saat pemimpin kehilangan rasa takut pada Allah.
- Pembimbing skripsi salah
- Jurusan salah
- Tahun KKN salah
- Desa tempat KKN ghoib
- Lembar pengesahan beda kertas & beda font
- Form her regristasi sarjana muda
- Tempat kost waktu kuliah nihil
- Cetakan ijazah terbukti beda
- Dekan tahun ijazah salah
...Surat terbuka kpd presiden @prabowo:
Agar segera kirim bantuan kapal angkut ke pulau Enggano yang sudah 3 bulan warganya 99% lumpuh total kegiatan perekonomiannya.
Gubernur Bengkulu, adiknya Zul Hasan, sudah terlalu goblok membiarkan penduduk Enggano...cc: @bang_dasco (``,)
Ini korowai, 2020. Gizi buruk.
Tapi emas terus di keruk.
Kasun (adek laki2 dlm bahasa byak) yan akobiarek 2015-2020 disana misi kemanusiaan.
Seorang sarjana!