Gue makin penasaran sama Pestapora abis denger cerita Ucup soal gimana festival ini dibangun dari tahun ke tahun
Ternyata konsep Pestapora emang sengaja dibuat selalu berubah. Pernah dimulai dari pagi, pernah ada konsep tukar lagu terus ada satu momen pas 50 band membawakan set album pertamanya masing-masing
Identitas visualnya juga gak asal. Sampai elemen buah-buahan pun dijadikan bagian dari identitas Pestapora tapi bagian paling menarik justru cerita soal bagaimana mereka mendapatkan musisi
Ucup pernah 2x terbang ke Kuala Lumpur cuma buat bertemu Siti Nurhaliza dan presentasi langsung di kantornya. Bukan lewat kirim email atau lewat manajemen tapi dateng langsung buat meyakinkan bahwa Pestapora adalah festival yang cocok buat dia
Cerita SBY bahkan lebih random, Ucup awalnya cuma ngeliat video Pak SBY bernyanyi di Reels. Dari situ muncul ide untuk mengundang beliau. Ucup kemudian bersurat melalui perantara sampe akhirnya justru diundang ke Cikeas untuk presentasi
Akhirnya Pak SBY benar-benar tampil. Hari pertama nyanyi, hari ketiga live painting di atas panggung
Terus ada Sheila on 7, Ucup menggambarkan keberhasilan mendapatkan jadwal mereka seperti sebuah mukjizat karena jadwal Sheila on 7 yang sangat padat, ditambah kehidupan mereka yang cukup santai di Jogja
Kalo dipikir-pikir, ada satu hal kecil yang menunjukkan betapa detailnya mereka memikirkan experience di Pestapora
Festival dimulai dari pagi di hari Jumat.
Daripada membiarkan pengunjung bingung ketika masuk waktu Salat Jumat, Ucup menginisiasi Salat Jumat berjamaah di area Pestapora dan mengundang Rhoma Irama sebagai imam
Soal artis internasional pun ternyata ada alasan kenapa Pestapora gak terlalu mengejar nama-nama luar negeri, Ucup ingin penonton datang untuk menikmati festival secara keseluruhan dan tetap mengapresiasi musisi lokal, bukan menjadikan satu artis internasional sebagai alasan utama datang
Pas ngebahas musisi senior dan junior, pandangan Ucup juga cukup menarik dan Menurut dia, yang menentukan apakah seorang musisi masih relevan bukan umur atau senioritasnya tapi karya mereka masih bisa relate dengan pendengar zaman sekarang
Di sisi lain, Ucup sendiri ternyata masih aktif bermusik lewat FART, band yang dibentuk bersama Pandu, Eno, Bobi dan Batman
Dan mungkin bagian yang paling relatable adalah ketika dia cerita soal healing. Ngurus festival sebesar Pestapora jelas bukan pekerjaan yang ringan. Makanya dia masih rutin kembali ke tempat masa kecilnya di Halim, Pos Lama. Sekarang dia juga mulai punya hobi lari dan trail run
Sementara soal pembatalan puluhan band yang dikaitkan dengan persoalan sponsor, Ucup milih menghormati prinsip masing-masing musisi. Dia melihat kejadian itu sebagai evaluasi, terutama dalam hal komunikasi ke depannya. Jadi kalo selama ini kita melihat Pestapora cuma sebagai festival dengan line up panjang dan venue yang ramai, ternyata ada banyak banget cerita di belakangnya
Jauh lebih ribet dari yang kita kira😩😩😩
Wong wedok kuwi ayune mung itungan umur, sedangkan wong lanang kuwi tanggung jawabe seumur hidup, dadi sinau ngajeni wong lanang piye wae keadaane, mergo sejatine dadi wong lanang kuwi luwih abot. Tulang punggung ora mung tulang tulung
Kadang suka bingung, kalau bingung nya diri ini bisa membuat bingung orang lain juga. Satu hal yang tidak membuat ku bingung hanya dengan mencintai mu.