pengamat bilang penangkapan 2 orang soal komentar pidato prabowo langgar putusan mk:
- polisi sebut komentar mereka ngancam keutuhan bangsa tapi dinilai gak berdasar
- mk udah bilang keributan di ruang digital bukan delik pidana
- presiden dan lembaga pemerintah udah dikecualiin dari ngadu pencemaran nama baik
- kritik keras ke presiden itu sah asal gak pake kekerasan fisik
- amnesty minta polisi bebasin warga yang dikriminalisasi
- cuma karena bersuara di medsos
UEFA mengakui bahwa pelanggaran tangan oleh Pablo, bek Atletico, terhadap Barcelona di Liga Champions seharusnya dihukum penalti.
UEFA mengingatkan wasit dengan aturan yang jelas tanpa ruang untuk interpretasi. Jika kiper memasukkan bola ke lapangan dan salah satu rekan setimnya sengaja menyentuhnya dengan tangan, maka harus diberikan penalti.
Inimah asli penalti cok, ditambah insiden Fermin di Leg kedua ditendang Musso debatable penalti itu. 😊😊
HI AGUSTUS ❤️🔥❤️🔥🚨🚨‼️‼️
BEM TRISAKTI memulai aksi dengan membuat MURAL KERENNN yang menyindir para tikus berdasi. AMAZEDDD sama hasilnya, keren bangettt kann??!!
kita mulai agustusnya yaa, kawal terus perjuangan ❤️🔥❤️🔥❤️🔥
momen fatimah di tanya apa gk takut kalau terlalu vokal kasih kritik ke pemerintah:
host: kamu itu kritis, berani, gak takut gini... pasti punya backingan ya? gak pernah dapet intimidasi gitu?
fatimah: enggak sih. yang unik itu justru kejadiannya waktu baru pertama kali terpilih. jadi sebelum viral, sebelum nunjukin kritisisme macem-macem, pas baru kepilih itu sempet ada yang kayak teror, whatsapp aku di-hack gitu.
host: kalau misal maaf ya, bukannya minta terjaditiba-tiba ada teror lagi ke kehidupan pribadi kamu, gimana?
fatimah: kalau itu terjadi, yang pertama pasti paling deket itu keluarga, temen, dosen-dosen aku. mereka tuh extraordinarily aktif nanyain kondisi aku, keamanannya gimana, terutama dari keluarga
fatimah: dan aku yakin di titik ini, kalau itu terjadi, orang-orang yang selama ini dukung aku masyarakat indonesia yang selama ini dukung apa yang aku suarakan juga bakal ikut melindungi dan membela, ikut jaga.
fatimah: jadi aku yakin kekuatan-kekuatan yang original dan organik ini pada akhirnya bakal lebih kuat buat melindungi
Masalah :
Kelangkaan BBM di berbagai daerah terutama solar
Solusi :
Tambah stok bbm, perbaiki sistem distribusi ❌
TNI JADI DRIVER TRUK TANGKI BBM ✅
Sangat solutif
Gokil ya, gara gara bocor dan gagal ke amrik. Pegawai PU yang ngurusin Visa ke amerika dipindah ke Malut United dan diuturunin jabatannya. Kabarnya bahkan bukan dia yang bocorin. Tapi gara2 dianggap bertanggung jawab aja.
Sumpah dah makin pada gak punya malu mentang2 yang malu itu kuli.
Gedung KDMP ini luasnya 600 meter persegi.
Duitnya Rp1,6 miliar.
Itung-itungan Dirut Agrinas sendiri di depan DPR: Rp2,9 juta per meter persegi.
Arsitek udah komen:
"gudang segini gede buat apa?"
PDIP di Komisi VI juga udah bilang kemahalan, saran dipangkas jadi Rp500 juta biar efisien.
Yang jual bahan pokok gampang busuk taro di gudang seluas itu, sementara warung tetangga cukup etalase 2x3 meter buat jualan yang sama.
Lo mau bikin ekonomi rakyat jalan, apa lo mau bikin proyek gede-gedean biar serapan anggaran keliatan gagah di laporan?
Rakyat butuh koperasi jalan, bukan gudang kosong yang tiap bulan minta biaya perawatan.
🚨 “If You Don’t See It as a Red Card, Then Football Is Not for You” — Thierry Henry on Embolo’s Dismissal
🗣️ :“First of all, I want to give a lot of credit to the referee. In moments like this, under pressure, with the intensity of the game rising, it’s not easy to make big decisions — but he handled the situation very, very well. Calm, composed, and most importantly, consistent. That’s exactly the kind of discipline football needs.
Now, when you look at the incident… I really don’t understand why Embolo goes into that challenge like that. Your team has just started to dominate the game, you are building momentum, everything is going in your favor — and you are already on a yellow card. You have to be smarter than that. You have to read the moment.
There is no need to dive into a situation like that. You’re risking everything — not just for yourself, but for your team. At this level, that lack of control can cost you the game, and it did.
And let me be very clear — if there are people who think that is not a red card, then football is not for them. The rules are there for a reason. Discipline is part of the game. You cannot complain when a player crosses that line and gets punished.
For me, the referee got it absolutely right.”
AKSI DEMO DUKUNG MBG SEJAUH INI :
1. Anak2 dibawa demo
2. Dikawal dan dibukakan jalan sama polisi
3. Dapet snack + minum dari polisi
4. Bagi-bagi doorprize
5. Ada senam/joget MBG
6. Ada orasinya anggota DPR dari Fraksi Gerindra
7. Masa pendemonya yg punya SPPG dan karyawan nya
8. Kepala dinas pendidikan mengajak guru
9.
10.
MASIH DENIAL DUKUNG MBG NGK DI BAYAR?
SIAPA YANG BIAYAI?
Koruptor akan cari 1000 alasan supaya MBG tidak dihentikan
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Ini berarti Wakil Presiden Republik Indonesia NYUAP? Bukannya SUAP ini termasuk KORUPSI ya? 🤓
BERARTI WAKIL PRESIDEN KITA TERLIBAT KORUPSI DONG YH? WADDUUUHH... 🤓🫵🫵
SEKALI LAGI, BERARTI KALO BENER NYUAP, WAPRES KITA KORUPSI DONG??? 🤓☝️
ultimatum tiyo ke presiden prabowo:
- saya bingung prabowo itu motivator atau presiden
- jangan berharap ada anak cerdas lahir dari guru yang tertindas
- Gaji guru honorer cuma naik Rp100.000 (dari Rp300rb ke Rp400rb) "penghinaan luar biasa pada pengabdian guru"
- sementara gaji hakim anda naikkan 300 % dimana hati mu pak prabowo
- MBG merampas anggaran pendidikan Rp223 triliun dari Rp769 triliun anggaran pendidikan disedot ke BGN, melanggar Pasal 31 UUD
- Istilah "gratis" itu penghinaan dananya dari pajak rakyat, kenapa harus diklaim "gratis" segala? Cuma clickbait politik
- Stunting cuma 19% kenapa MBG dikasih ke 100% anak, termasuk anak sekolah elite yang di rumah sudah makan pizza dan salmon sgar?
- Anggaran kesehatan dipotong 15% gara-gara MBG
- gausah sok jadi pahlawan deh mau ngurusin semua maslah sekaligus
- fokus ke satu satu baru pindah ke program lain
Guys, Chatib Basrmantan Menteri Keuangan yang sekarang dikabarkan akan menggantikan purbaya dan bicara langsung dengan Prabowo.
Dan pendapatnya tentang MBG singkat, jelas, dan sangat pedas.
Satu — MBG seharusnya bukan untuk anak SMA:
Chatib langsung tanya satu pertanyaan yang harusnya ditanyakan dari awal sebelum program ini diluncurkan:
"Bisa enggak MBG dikaitkan dengan ibu hamil?
Kesehatan ibu anak, gizi anak?"
Kenapa ibu hamil?
Karena dampak gizi paling kritis ada di 1.000 hari pertama kehidupan bukan di anak SMA yang sudah tumbuh.
Kalau mau benar-benar berantas stunting dan kurang gizi sasarannya harusnya ibu hamil di desa terpencil, bukan siswa sekolah favorit di kota besar yang sudah makan nasi padang setiap hari.
Program senilai Rp335 triliun tapi sasarannya salah dari awal.
Dua — diluncurkan terlalu besar terlalu cepat:
Chatib menyebut konsep yang paling penting: political capital.
Setiap kebijakan besar butuh modal politik.
Dan modal itu terbatas.
"Kalau start dari sesuatu yang besar kecuali punya political capital unlimited.
Saya enggak yakin kita punya itu."
MBG diluncurkan ke 82.000 sekolah sekaligus.
Tanpa pilot project.
Tanpa sistem pengawasan yang matang.
Tanpa SDM kompeten di posisi yang tepat.
Hasilnya bisa ditebak: korupsi meledak sebelum setahun berjalan.
Dan seluruh modal politik yang harusnya bisa dipakai untuk reformasi lebih penting — habis digerus oleh satu program yang terburu-buru.
Tiga — cara yang benar menurut Chatib:
Dari pengalamannya sendiri waktu jadi kepala BKPM Chatib punya prinsip yang sangat sederhana:
Mulai dari yang kecil dulu.
Yang bisa dikontrol langsung.
Yang hasilnya bisa langsung dirasakan.
Bangun kepercayaan dari situ.
Baru bergerak ke yang lebih besar.
MBG adalah kebalikan persis dari prinsip itu.
Dan hasilnya sudah terbukti.
Chatib tidak bilang MBG harus dihentikan.
Tapi dia bilang sesuatu yang jauh lebih keras dari itu: program ini salah desain dari awal.
Sasaran salah.
Skala terlalu besar terlalu cepat.
Tidak ada sistem pengawasan yang memadai.
Dan uang sebesar itu yang seharusnya bisa mengubah kondisi gizi jutaan ibu hamil dan bayi di desa terpencil malah bocor ke kantong orang-orang yang seharusnya mengawasinya.
Itu bukan kesialan.
Itu konsekuensi logis dari kebijakan yang dirancang untuk foto dan kampanye bukan untuk anak-anak yang benar-benar kelaparan.