SKK Migas selalu mengupayakan pencapaian tingkat RRR di atas 100% untuk menjaga keberlangsungan cadangan migas di masa depan. Di tahun 2022, SKK Migas menargetkan penemuan cadangan baru sekitar 1,4 miliar oil equivalent dengan tingkat RRR sebesar 219 persen.
Tahukah kamu? Variabel RRR merupakan parameter yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu negara menambah cadangan dibandingkan dengan besaran yang diproduksikan. Saat RRR mencapai 100%, artinya cadangan baru yang ditemukan sama besarnya dengan cadangan yang diproduksikan.
Kinerja ini merupakan indikator positif dalam menunjukkan kemampuan industri hulu migas untuk menggantikan cadangan migas yang sudah terpakai. Capaian tersebut menjadikan untuk 4 (empat) tahun berturut-turut sejak 2018, SKK Migas bisa menorehkan capaian kinerja RRR di atas 100%.
Ada kabar baik nih dari Industri Hulu Migas!
Pasalnya, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia di tahun 2021 berhasil mencapai rasio penggantian cadangan migas atau reserves replacement ratio (RRR) sebesar 116 persen, keren kan Sobat!
“Perhitungan produksi dan lifting pada awal 2022 menjadi penting bagi SKK Migas dan KKKS untuk mendapatkan acuan awal performance produksi dan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target produksi migas di tahun 2022,” Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno.
Hai Sobat Migas,
Awal tahun dengan semangat baru ya pastinya 😊
Tanpa terkecuali SKK Migas pun melakukan hal yang sama! Demi memastikan lifting migas dilakukan secara optimal, Manajemen beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja untuk,
Proses mana yang bisa dipercepat agar dipercepat dengan segera dikarenakan tidak lagi bisa menjalankan business as usual.
Konsistensi & komitmennya terus dijaga dan dipertahankan ya, jaga semangat jalankan #VisiBersamaHuluMigas2030#Menuju1JutaBarel dengan #MasifAgresifEfisien
Pemerintah sudah menetapkan target lifting untuk tahun 2022 sebesar 703 ribu BOPD dan 5.800 MMSCFD. Target tersebut disambut dengan optimis oleh SKK Migas dengan syarat para pekerja selalu berupaya untuk terus melakukan langkah-langkah yang tidak biasa.
Harga minyak berangsur pulih sehingga dapat diproyeksikan akhir tahun 2021 penerimaan negara akan mencapai USD 13,92 miliar setara Rp. 202 triliun atau hampir dua kali lipat dari target APBN.
2. Penerimaan negara mencapai USD 12,55 miliar setara Rp 182 triliun atau 172% dari target USD 7,28 milar, cost recovery sebesar USD 6,55 miliar, serta Reserve Replacement Ratio mencapai 102,3% dari target.
Sementara lifting gas mencapai 5.492 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 97,4% dari target 5.638 MMSCFD.
Adapun outlook akhir tahun diproyeksikan sebesar 660 ribu BOPD atau 93,6% untuk minyak dan 5.505 MMSCFD atau sebesar 97,5% untuk gas.
Senin, 20 Desember 2021 SKK Migas selenggarakan rapat kerja SKK Migas Tahun 2021. Capaian yang didapat antaranya:
1. Kinerja lifting minyak hingga November 2021 mencapai 657 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 93,2% dari target sebesar 705 ribu BOPD.
Bahkan tak sekedar pengembangan CIVD saja loh Sobat Migas, komitmen untuk membangun sistem database pun tetap dilakukan demi mengelola data rantai suplai dari hulu ke hilir agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan terpadu.