• Menjejak dengan ball-foot/mid-foot (mirip jinjit). Di gerakan² tertentu ikut dipengaruhi oleh bawaan otomatis alam-bawah-sadar akibat perubahan eksplosivitas gerak fisik, dll dll.
• Mobilitas engkel (-0:35). Ini memengaruhi kualitas penggunaan mid-foot.
• Tangan sebagai..
.. alat "menjauhkan/mengusir" rintangan. Back-foot/kaki-belakang buat ancang² yang sekaligus membantu untuk berteman dengan gravitasi = keseimbangan terjaga ketika tangannya "mengusir" rintangan yang mengganggu.
Nampaknya, dari berapa potongan momen dari klip berbeda, tren "gegenpressing"-nya memang bukan untuk reklaim segera.
Tapi..
Khusus vid 2, sayang loh itu.
Ada backward press yang tidak dilakukan sehingga lawan bisa progres. Dan juga, serangan kandas di 1/3 lawan + ada 3 orang
I would like to thank Mas @adriantopriyo again for creating an enjoyable & resourceful learning environments.
It's actually a lot to digest in 6 weeks but he delivered it so well and the key points stuck with me ever since.
As always, the best is yet to come 😊
di dalam kotak penalti. Kalau ternyata bisa segera ambil kembali penguasaan bola, mereka sudah langsung dekat ke gawang lawan. Bisa langsung ke kotak atau "goyang dulu" lewat area depan kotak juga bisa sebelum masuk, bikin peluang depan gawang.
Yes, dulu di FM, yang bikin ga bosan di 1 save adalah bikin tantangan sendiri & ngulik.
Dan reply ini mengingatkan kepada FM terakhir 2016 😌 yang aku mainkan. Ntah apa namanya, pokok setelah tweak sana-sini berkepanjangan, ini formasi terakhir dan line up-nya.
@ryan7577575@ardynshufi Saya di FM anti anti pake 4 bek sejajar, kenapa? Ya biar seru aja
Termasuk suka pake formasi strikerless juga
Karena kalo main fm pake 4231 apalagi detailnya disamain kaya taktik "auto win" jadinya ga seru 😂
@darfat@ardynshufi Dari FM dibawa ke dunia nyata. Poin pentingnya: seberapa sepakbolanya kita di dunia nyata.
Seberapa ngulik kita di dunia nyata. Seberapa analitis kita dengan temuan² awal yang kita buat. Seberapa penasaran dengan 'dari analisis coba kita bawa ke latihan & pertandingan'. Dll dll.
Dari game FM ke football analyst apakah bisa? Jawabannya bisa, tapi perlu saya jelaskan dengan cukup panjang biar gak salah kaprah.
Jalur dari Football Manager ke football analyst profesional itu bukan gak mungkin. Tapi kehebatan seseorang gamer FM dalam konteks karier football analyst bukan karena jam bermainnya tinggi atau koleksi trofinya banyak. Tapi ketika game tersebut digunakan sebagai alat belajar, bukan sekadar permainan.
Mungkin kalau dianalogikan, seperti ada dua pemain sepakbola yang sama-sama berlari setiap hari. Pemain pertama lari 90 menit dengan pace konstan hanya untuk olahraga. Pemain kedua melakukan interval run yang dirancang untuk meningkatkan VO2max dan performa pertandingan. Keduanya sama-sama berlari, tapi hasil yang didapat berbeda karena tujuannya berbeda.
Nah menurut saya FM juga begitu. Ada orang yang bermain 5.000 jam, menjuarai berbagai liga, meraih ribuan kemenangan. Lalu ada juga yang bermain 500 jam, tetapi selain berusaha menang, dia mencoba memahaminya lebih dalam, membaca referensi, menonton pertandingan, lalu menuangkannya dalam bentuk tulisan, video, atau analisis yang komprehensif.
Kalau ditanya mana yang lebih dekat menjadi football analyst, tentu yang kedua. Karena football analyst adalah tentang kemampuan mengamati, menjelaskan, dan mengomunikasikannya.
Jadi stepnya jangan berhenti setelah jago bikin taktik di FM, tapi lanjut ke menulis thread taktikal, bikin video analisis, bedah pertandingan.
Yang saya kenal ada @ryan7577575, awalnya dari FM kemudian bikin buku taktikal, lalu terjun ke lapangan sebagai pelatih/analis. Silakan bisa belajar banyak dari beliau.
Jadi FM adalah salah satu alat belajar yang sangat berguna. Sama seperti buku, video coaching, kursus lisensi, atau menonton pertandingan. Tapi seperti alat belajar lainnya, nilai manfaatnya ditentukan oleh apa yang kita hasilkan setelah menggunakannya.
Gunakan FM untuk belajar, lalu ubah apa yang dipelajari itu menjadi output yang bisa diuji di dunia nyata.
Maaf kalau jawabannya terlalu panjang, San. 😬🙏
@BpkMamanRacing Ga ngikutin Maroko tapi kalau ngintip skuat Maroko kayanya memang bisa-bisa jadi pertandingan cepat ya. Kalau Maroko mau sedikit "menunggu" & gegenpress Brazil masih begini, kemungkinan bakal jadi pertandingan transisional. Serangan balik.
https://t.co/TnytO99COq Lagi-lagi berulang. Gegenpressing-nya Brazil 😔 lagi-lagi.
Di sisi lain, ada beberapa mungkin yang menyebabkan Case & pemain yang seharusnya menerima bola ambil keputusan seperti di vidio. Lanjut ke reply
Mungkin lini serang berharap Case deep-pass ke belakang blok.
Mungkin Case berharap si target umpan drop ke ruang antarlini.
Mungkin lini serang berharap Case main 1-2 dengan gelandang terdekatnya sebelum si gelandang yang dimaksudkan progres bola dribble sedikit dulu ke depan.
Entah masih ingat atau ngga, bersama salah satu mimin @id_fm , yaitu Pak Dosen @handyfernandy , kita berdua pernah membahas semua-semua yang ada dalam thread di atas.
Surabaya pukul petang tadi rupanya tidak seSabtu yang saya bayangkan. Compactness vertikal di 3 koridor A. Yani terasa renggang, sehingga memudahkan utk berpindah lajur demi mencari rongga progresi. Bahkan, di bundaran Taman Pelangi yang ruang sesak & biasanya penuh intersepsi
Singkat kisah, pada akhirnya, perjalanan nyaris 50 km tertempuh kurang dari 1 babak. Sekejap setelah meraih bakpao penguin, segera saya berjalan jaki menuju sebuah titik kumpul populer. Angsle ronde Pak Imam.