Pada akhirnya kami tetap tidak bisa sampai ke Bundaran HI. Kami dibuat terpecah, dicegat, dan tidak diberikan jalan padahal kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Bahkan ambulans pun dibuat mundur oleh mereka. Kemana ya rasa kemanusiaannya?
Ngedate itu bukan soal lokasi.
Gue bisa ke kafe sendirian.
Ke bioskop sendirian.
Ke toko buku sendirian.
Yang nggak bisa gue lakukan sendirian adalah mengakses isi kepala orang lain.
Jadi kalau mau ngajak gue ngedate, jangan jual tempatnya.
Jual pemikirannya.
di malang, warlok biasa nyebut nama jalan masih pake nama daerah aslinya. bahkan walau udah ada nama jalan barunya pasca-kemerdekaan.
oro-oro dowo = basuki rahmat
mbetek = mayjen panjaitan
dinoyo = mt. haryono
sawahan = yulius usman
jagalan = halmahera
celaket = JA suprapto
dll