Dokter Zara Yupita Azra tersangka pemerasan dan bully yg picu korban bundir.
Tak disanksi apapun oleh @undip malah akan diluluskan lebih cepat barengan dengan kakak tingkatnya Agustus 2025. Harusnya dia lulus 2026.
Tandai muka dan namanya.
Buat @undip , shame on you
Kerja supaya bisa beli rumah.
Udah nyicil puluhan tahun, tertib bayar pajak, PBB dan urus SHM.
Tiba2 rumah lu dibilang sertifikat ganda. Dan aset hampir seumur hidup bisa ilang gitu aja.
Kasus Bekasi menegaskan emang negara ini bangsat sampe ke sumsumnya.
Bencana Nasional yang Bernama Jokowi
Selama Jokowi menjabat sebagai Presiden Indonesia selama dua periode, dia dikenal dengan sosok yang pendekatannya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan program sosial. Namun, selama era kepemimpinannya ditandai dengan kritik yang cukup keras, terutama yang terkait dengan hubungannya antara pembiayaan kampanye Pilpres, dan juga pengaruh oligarki dalam kebijakan negara.
Terdapat beragam pendapat yang menyatakan bahwa, Jokowi telah menggadaikan kedaulatan negara kepada oligarki sebagai balas jasa atas pendanaan kampanye Pilpres 2014 dan 2019 seperti yang dimuat oleh laman Tempo.
Nah, berbicara soal infrastruktur, terutama jalan tol, narasi yang dulu selalu dilontarkan oleh Jokowi dan kroninya yaitu untuk pemerataan. Sedangkan yang menjadi problema yaitu, tol-tol yang dibangun itu diserahkan kepada swasta dengan sistem long term investation, yang mana, jika kontrak sudah habis maka tol-tol itu akan dikembalikan ke negara.
Coba pikir, bagaimana bisa pemerataan, terutama pada harga, bisa terjadi jika produsen masih mengeluarkan cost yang tidak sedikit untuk mendistribusikan produknya? Hasilnya, harga-harga masih sama bahkan mengalami kenaikan tiap tahun, atau tiap kali pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang mempengaruhi biaya operasional perusahaan.
Lantas, jika pada akhirnya apa yang dikerjakan oleh Jokowi hanya untuk memanjakan oligarki, kenapa pula dia dengan sembrono mencatut nama rakyat kecil?
-Sebuah Esai-
Kisah Pasutri Paruh Baya Berjuang Bersama Mencari Kerja di "Job Fair" Depok
Wajah Dini (42) dan Supono (48) tampak begitu lelah. Pasangan suami-istri (pasutri) baruh baya itu terduduk lesu menghadap ke arah gerombolan muda-mudi yang hadir dalam Bursa Kerja Depok,.
Viral, momen ketika seorang bpk protes kepada petugas spbu yg menolak untuk mengisi kendaraannya dengan pertalite tapi malah mengisi jerigen & galon yg dibawa pelanggan.
Mau bilang sialan, tp yg seperti ini sudah menjadi berita hari2. Sekarepmu wes 😂😂😂