FUTBOL IS LIFE 🙌
Cristo Fernandez, known for playing Dani Rojas in Ted Lasso, made his professional debut on Saturday. Fernandez was a 79th-minute substitute in El Paso Locomotive's USL Cup game vs. New Mexico United ❤️🔥
Di sidang MK, 30 Juni 2026, dosen Cenuk minta perlindungan:
"Kami mempertaruhkan pekerjaan kami."
Ketua MK Suhartoyo peringatkan langsung:
"Kampus tidak boleh ada dampak negatif ke saksi."
Setelah sidang: penugasan akademik dicabut.
Riset bareng BRIN & MA tidak diakui.
Konferensi internasional harus bayar sendiri.
Doktorat Australia.
Publikasi Scopus.
Reviewer beasiswa internasional.
Kampus tidak intervensi, katanya.
Poster ini diunggah akun Instagram Gerindra Jepara di tengah musim kampanye, 3 Desember 2023 atau 72 hari sebelum Pilpres.
Orang menuduh motif pelangi di poster ini adalah usaha Prabowo-Gibran mencari dukungan politik dari kelompok pemilih tertentu.
Tim Kampanye membantah, dan menyatakan “pelangi lebih dulu (ada) dari urusan LGBT”.
Tentu kita setuju. Anak-anak juga menyanyikan lagu “Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan”.
Ada yang keberatan?
Kita percaya pada Tim Kampanye Pra-Gib bahwa poster ini tak punya motif politik untuk mendapatkan suara pemilih tertentu.
Jadi ketika sekarang rezim Prabowo-Gibran menyatakan LGBT ancaman bagi negara, mestinya mereka tetap santai memakai dasi atau pin bermotif pelangi.
Yang dilakukan Prabowo dengan menyatakan LGBT sebagai ancaman negara adalah stempel-stempel yang sudah dipakai banyak penguasa sepanjang sejarah. Terutama mereka yang gagal memajukan kesejahteraan rakyatnya.
Hitler memainkan kebencian terhadap Yahudi. Soekarno menstempel pengkritiknya sebagai kaum kontra-revolusi. Soeharto dengan stigma komunis. Jokowi memakai cap radikalisme dan menyingkirkan pegawai KPK dengan stempel “Taliban”.
Semua diambil dari bahan bakar yang sama: Kebencian sosial terhadap minoritas.
Saat rezimnya yang korup mulai bangkrut, Soeharto mengkambinghitamkan asing dan Tionghoa. Lalu mereka jadi sasaran amuk massa. Bukan Soeharto dan kroninya.
Resep serupa dipakai rezim militer Fiji terhadap peranakan India atau junta Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Dan Donald Trump menjadikan imigran sebagai kambing hitam kemunduran ekonomi Amerika dan memudarnya pengaruh politik internasional mereka.
Pembantaian 253 guru ngaji dan kiyai NU pada 1998 di Jawa Timur juga diawali dengan daftar nama “Dukun Santet”. Investigasi menunjukkan, para pembunuh adalah orang-orang terlatih yang berkaitan dengan anasir militer untuk menghabisi basis pendukung Gus Dur.
Jauh sebelum Prabowo dan Trump, para raja dan kaisar yang gagal menyejahterakan rakyatnya, yang istananya dipenuhi skandal, dan rakyatnya kelaparan karena gagal panen, akan membuat daftar nama “Tukang Sihir” untuk diburu.
Dan kaum agamawan dengan suka cita menyiapkan tiang pembakarannya. ***
Di Halmahera, ada suku Togutil yang tiap tahun minta listrik ke IWIP.
Tiap tahun dijawab: "tunggu nanti."
Di sebelah desa mereka berdiri IWIP , smelter nikel terbesar di dunia.
11 PLTU captive.
3.400 megawatt.
Cukup untuk menyalakan jutaan rumah.
Indonesia menyuplai nikel untuk baterai kendaraan listrik global.
Sungai di sekitar IWIP tercemar.
Ladang warga hancur.
Tapi suku Togutil tetap gelap gulita.
Di forum resmi hari ini, Direktur Artikel 33 Indonesia bercerita langsung: perempuan suku Boeng-Togutil menikah usia 13 tahun, dua anaknya meninggal.
Tiap tahun minta listrik ke IWIP. Tiap tahun: "tunggu nanti, tunggu nanti."
Transisi energinya buat siapa?
Elon Musk once jokingly offered to end World Hunger, asking how much it would cost as if it would be some incalculable number.
When the UN replied saying 6.6 Billion would be enough to immediately end Famine for the year he never responded, and a few months later bought Twitter for 44 Billion.
You struggle and suffer because people like him are allowed to exist, not because your neighbor is an immigrant.
Indonesia has swung from an emerging-market darling to a global laggard, with insiders blaming the president and his inner circle for erratic and poorly communicated policies. Read more: https://t.co/kwD7XVZsip
📷️: Dimas Ardian/Bloomberg
Indonesian youth rally nationwide over rising living costs, economic concerns, and controversial government policies.
Al Jazeera’s Jessica Washington reports.
🚨 Senegal captain Kalidou Koulibaly speaking facts:
"Africans can’t have their people" at the World Cup because of US travel bans.
Every other team gets their fans. But Global South teams like Senegal get blocked while the West lectures everyone about "inclusion" and "human rights".
This is the same empire that bombs, exploits, and restricts — then cries when others resist.
Football should unite people, not separate them with racist visa policies and double standards.
Stand with Koulibaly. Stand with the fans. Stand with the Global South.
No bows. Just raw truth. 💪🏿🇸🇳