Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Kampung halamanku, ibukota Kabupaten di tengah tanah Sumatera Utara, sudah 20 jam listrik mati π₯²
Ponakanku bayikΒ² rewel kepanasan, air mulai menipis
Sampai ngungsi ke rumah saudara di kaki gunung persawitan yg sudah menyala listrik
Tau sendiri sawit, panaasss π₯
Ya Robbana..
Seluruh Pulau Sumatra mengalami Black Out (mati listrik total) malam ini. Apa yang sebenarnya terjadi?
Laporan dari PLN mengonfirmasi bahwa pasokan listrik mulai terputus serentak pukul 18.44 WIB malam ini. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya karena ini bukan pemadaman terencana.
Istighfarku bukan kulirihkan dengan tangisan menyesakkan dada. Istighfarku adalah kebahagiaan yang kububungkan tinggi mengharapkan kesempurnaan pertolongan Alloh-ku yang Maha Hebat.
Serdadu "Israel" mengunggah foto warga Palestina yang diculik di kamp pengungsi Nur Shams di Tulkarm, Tepi Barat terjajah.
Mereka diidentifikasi sebagai Niyaz Jaber, Qassem, Muhannad Abu Sarees, dan Hazem Al-Ajouz. Mereka ditawan dini hari tadi dengan dalih "memasuki kamp tanpa koordinasi sebelumnya."
Sejak menginvasi kamp tersebut lebih dari setahun yang lalu, penjajah masih merampas hak ribuan warga Palestina untuk kembali, mengubahnya menjadi zona militer sembari menghancurkan ratusan rumah dan infrastruktur.
@QudsNen@sahabatalaqsha
"Dok, saya capek terus."
Kalimat yang hampir setiap hari saya dengar di RS.
Biasanya saya tidak langsung meresepkan apa-apa.
Saya perhatikan dulu.
Matanya lelah. Cara duduknya seperti menahan beban di punggung.
Pegal, katanya. Sudah lama. Sudah berobat. Sudah mencoba macam-macam.
Tapi keluhannya berulang terus.
Indonesia itu terang.
Matahari datang pagi-pagi, bertahan sampai sore, dan kadang senja pun seperti enggan pergi.
Tapi di rs, saya sering menemukan hal yang sama:
Kadar vitamin D yang rendah.
Pada pasien yang tinggal di negeri paling yang mataharinya bisa sepanjang tahun sekalipun.
Melihat matahari dan disentuh matahari adalah dua hal yang berbeda.
Vitamin D terproduksi dari kulit yang disapa cahaya.
Lalu ia berjalan jauh, diolah di hati, diaktifkan di ginjal, sebelum akhirnya bekerja.
Membantu kalsium duduk rapi di tulang.
Menjaga otot agar tidak terlalu cepat mengeluh.
Menopang tubuh yang kita pakai setiap hari, tanpa pernah kita ucapkan terima kasih.
Ketika kadarnya kurang, tubuh mulai mengirim 'surat.'
Pegal yang datang tanpa sebab.
Lelah yang tidak sembuh oleh tidur.
Otot yang terasa berat padahal tidak mengangkat apa-apa.
Nyeri tulang yang tersirat, seperti bisikan yang tidak mau hilang.
Surat-surat itu sering kita abaikan.
Kita sering berangkat saat langit masih gelap.
Pulang saat matahari sudah pamit.
Duduk di Ruangan ber-AC. Jendela tertutup. Tirai tebal.
Kulit yang tidak pernah disentuh matahari, tidak pernah punya kesempatan membentuk vitamin D.
Matahari melimpah tetapi tidak sampai ke kita.
Anjuran asupan harian vitamin D cukup sederhana.
*600 IU per hari.*
Angka yang IDAI anjurkan sejak usia 1 tahun.
Kecil. Tapi baiknya setiap hari.
Dan di situlah banyak orang tidak berhasil.
Bukan karena tidak mau, tetapi karena konsistensi memang seni yang tidak banyak orang kuasai.
Saya sering menyarankan bentuk yang tidak membuat orang menyerah di minggu kedua.
Vitamin D yang dalam bentuk gummy, satu butir sehari, rasa yang bersahabat, tanpa drama menelan.
Opsi bentuk lain ada,
Tapi yang paling baik adalah yang benar-benar kita minum. Bukan yg dibeli lalu diletakkan begitu saja.
Tubuh kita jarang berteriak.
Ia hanya berbisik, lewat pegal yang pulang-pergi, lewat lelah yang tidak masuk akal.
Dan yang ia minta bukan obat yang rumit.
Hanya fondasi kecil yang kita jaga konsistensinya setiap hari.
@lilaccountz Big no buat aku. Sekarang ada jilbab mode Malaysia gitu, enakan di soft ped-nya yg lebar. Nyaman banget dipake wara-wiri apalagi kl udah masuk waktu sholat untuk berwudhu π
Ini aku SS dari model hijabnya langsung di iklan produk bukan random orang yg review. Brandnya Hajena.
Jadi keinget dokter Gia di podkes dokter Tirta.
dr. Gia suka banget fisika, ingin jadi astronot belajar tentang semesta yang besar. Qodarulloh jadi dokter yang belajar "semesta" dari tubuh manusia.
Alam semesta itu makrokosmos & tubuh manusia itu mikrokosmos.
MasyaAlloh π₯Ί
Gw tuh tiap belajar sel saraf suka takjub ya Allah, detail banget sistem ini tuh :')
Bayangin, sel saraf di otak kita aja jumlahnya bisa 86 miliaran. Sering kali dibandingin dg jumlah bintang2 di galaksi Bima Sakti!
Kerjanya super cepet, bahkan ada yg nyentuh 120 m/s
Bahkan ada teori yg nyimpulin klo semua pikiran, ingatan, dan emosi kita, bahkan rasa βakuβ yg kita rasakan sekarang tuh muncul dari sistem yg dasarnya cuma sel2 saling tukeran muatan listrik, buka-tutup kanal ion, lalu saling kirim sinyal.
Dan somehowβ¦ lahirlah kesadaran π΅π€―
Kasus yg bukan hangat lagi. Membara, di kampung halamanku π₯²
Kaget pas mudik kemaren, pembicaraan semua orang di hari lebaran adl kasus ini. Ternyata yg katanya oknum ini punya luar biasa banyak aset dimanaΒ², smacam tempat wisata viral. Lahdalah ternyata hasil nilep duit jemaat
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.