🚨 UPDATE #DEMO
Malam ini bener2 se-chaos itu. Padahal mahasiswa jg udah pulang.
Pulang yuk temen2 semuanya yang masih ada di sana 🥺
Banyak korban yang luka, maupun kena gas air mata 💔 yuk istirahat.. ada keluarga yang nungguin kalian di rumah 🥺
Stop bikin narasi Karhutla karena El Niño atau kemarau panjang. IT WAS BURNED. I repeat, DIBAKAR. Cuaca cuma bantu ngeratain, tapi pelakunya tetap ada yang nyalain api.
Disaat Malaysia menggunakan pesawat canggih (pengisian 6.000 liter air) dalam waktu 12 detik bisa memadamkan karhutla di Sumatera
Meanwhile, Presiden Indonesia “tepung itu bisa meredam api, coba diproduksi dalam skala besar”
Y’ALL, WE’RE FINISHED 😭😭😭
pagi ini udah lebih dari 10 monyet keliaran di komplek gue dan all of this bcs of those bastards ngebakar habitat mereka… bayangin mereka skrg kebingungan nyari tmpt tinggal dan bahkan ada yg bawa anak”nya jg pls sedih bgt :(
Dia berhasil lolos dari kobaran api, tapi kemana dia harus pulang sekarang? Setiap jengkal hutan yang dibakar adalah air mata dan ketakutan bagi satwa di dalamnya. Alam bisa bertahan tanpa manusia, tapi manusia tidak akan bisa bertahan tanpa alam.
Koko merupakan gorila dataran rendah barat yang dikenal luas karena kemampuannya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Lahir pada 4 Juli 1971 di San Francisco Zoo, Amerika Serikat, Koko mulai dilatih menggunakan bahasa isyarat sejak usia sekitar satu tahun melalui Project Koko.
Menurut The Gorilla Foundation, Koko mempelajari lebih dari 1.000 tanda dan memahami sekitar 2.000 kata bahasa Inggris lisan.
Sebelum meninggal pada 2018, Koko dikenal kerap menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga alam, melindungi satwa, dan hidup berdampingan dengan lingkungan.
Kisah Koko menjadi salah satu contoh paling terkenal tentang kecerdasan dan kemampuan komunikasi satwa.
Namanya Mata. Ia salah satu dari banyak hewan yang menjadi korban dari kejahatan korporasi seperti Wilmar, PepsiCo, dll. Rumahnya dicuri oleh makhluk Tuhan yg bernama "MANUSIA".
Allah berfirman dalam hadis qudsinya, "Wahai manusia, kau akan disakiti sebagaimana kau telah menyakiti makhluk lainnya!". (Al-Ghazali, Al-Mawaidz Fi Al-Ahadits Al-Qudsiyyah)