Me: Can you write my name too?
S: Sure of course! *says my name*
Then I can only freeze after the sudden realization that Seb just called my name.
He said it in the way that makes you swoon aaaaaa
#セバスチャン・スタン
PIYE? CANDI GEDONG SONGO???? SEKALI LAGI, CANDI??????
Duh gusti sang hyangwidi.... ini warisa budaya yang harusnya dijaga malah mau di bor??? DI BOR?! UTEKKE NANG NDI????? 😭😭😭😭😭
Back when people would post a random photo with zero anxiety, see only your friends' posts in chronological order and influencers didn’t exist. We really lost a golden era
You made us believe that we could reach heights that we hadn’t even considered in a long, long time. Those first few months were unforgettable. Your place in the rebuild will always be remembered. Best of luck on your new adventure. Thank you, Gabriel Jesus! ❤️
🚨 Saat Arsenal Membangun Emirates Stadium, Bank Meminta Satu Hal dari Arsene Wenger
Ada cerita menarik dari Arsene Wenger yg mungkin sudah banyak dilupakan.
Saat Arsenal membangun Emirates Stadium dengan biaya sekitar £390 juta, bank meminta Wenger menandatangani komitmen sebagai bagian dari syarat pembiayaan proyek tersebut.
Alasannya sederhana: bank membutuhkan konsistensi secara teknis agar Arsenal tetap punya peluang untuk membayar kembali pinjaman mereka.
Wenger bahkan mengatakan:
“Do you want me to say how many clubs I turned down during that period?”
Intinya, komitmen Wenger kepada Arsenal saat itu bukan cuma soal bertahan sebagai manajer. Dia mengaku menolak sejumlah tawaran dari klub lain dan tetap bertahan ketika klub sedang melalui periode yg sangat sulit.
Bertahun-tahun kemudian, ketika fans mulai menuntut perubahan karena Arsenal gagal memenangkan liga, Wenger mengingatkan bahwa dirinya sudah memilih untuk bertahan ketika situasinya tidak mudah.
“I did commit and I stayed.” - Arsene Wenger
Wenger harus menerima tekanan, menjual pemain-pemain yg dia sayangi, kehilangan pemain terbaiknya satu persatu karena Arsenal belum mampu bersaing secara finansial. Membangun ulang tim berkali-kali dengan uang yg terbatas.
Dan ketika rival-rivalnya bisa menghabiskan uang untuk mendatangkan pemain baru, Wenger harus tetap mencari cara agar Arsenal terus bersaing dengan pemain akademi.
Dia bertahan, dia membangun, dia menanggung tekanan. Sampai akhirnya, setelah bertahun-tahun menjadikan Emirates sebagai rumah baru Arsenal.
Satu trofi Premier League sudah hadir di rumah yang dulu kamu bangun. Semoga suatu saat nanti, satu trofi yang dulu tak berhasil kamu dapatkan di final 2006 juga bisa hadir di sana untukmu.
One only Arsene Wenger ❤️