Sembari mengangguk, Minah berkata, “Tenanglah, anakmu akan aman bersamaku. Dia akan selalu di sini. Dan jika kamu ingin mengambilnya lagi, maka datang dan jemput dia.”
Sekitar jam dua dini hari aku mendengar seseorang mengetuk pintu rumah. Begitu dibuka, ada wanita dalam keadaan basah kuyup menggendong dua ba yi kecil yang menangis.
Dia menitipkan salah satunya padaku dan pergi membawa satunya lagi.
#kbmapp#kbm#novel
tak segan menggedor pintu yayasan, lalu meminta untuk mengambil salah satu bayi yang usianya belum genap satu bulan.
Lantas tanpa berpikir dua kali, Minah, Kepala Yayasan tersebut, mengambil salah satu bayi milik Marina, wanita muda yang sedang dalam pelarian itu.
Pengurus yayasan itu merasa iba, apalagi melihat kondisi perempuan yang usianya masih sekitar 25 tahun di depannya yang lu ka-lu ka. Dia yakin ada sesuatu yang amat bu ruk yang sedang mengejarnya hingga perempuan itu
Si ibu menolak dengan gelengan kepala. “Tidak, saya harus segera pergi dari kota ini, tapi tidak memungkinkan jika saya membawa mereka berdua.” Air matanya mengalir lagi. “Saya tidak mau mereka menangkap kami, jadi tolonglah salah satu anak saya supaya saya bisa pergi dari sini.”
“Tolong selamatkan bayiku,” pinta wanita yang memiliki lu ka robek di ujung bibirnya.
“Masuk dulu,” balas wanita yang memiliki bintik hitam di wajahnya itu sambil menarik tangan ibu beranak dua tersebut. “Bicarakan baik-baik di dalam dan hangatkan tu buh kalian.”
Laras akhirnya ngalah dan jadi tutor Liam sambil ngajar di tempat les itu. Bagi waktu pokoknya.
Lanjutannya ada di #Innovel atau #dreame yaa judulnya, Larasati, Wanita Bisu yang Diinginkan Anakku
Satu kejadian pahit, si adik ipar ini beneran mau mencelakai Laras, dia akhirnya minta tolong ke profesor yg kebetulan lagi main sama bapak ya Liam.
Dua orang itu datang buat nolong Laras. Mereka juga bersaksi buat jeblosin si adik ipar anj itu ke penjara.
KAPOK KAU!
Sblm dipecat jadi guru, Laras ketemu sama anak kecil yg nggak ngerti bhs isyarat, tapi maksud semua yg disampaikan Laras.
Anak ini, panggil aja Liam, beberapa kali datang ke sekolah dan minta Laras jadi tutor.
Laras yg punya keterbatasan tentu gak percaya diri dong. Tapi karena
di SLB kemarin percaya sama Laras. Laras dikenalin ke salah seorang prof. yang mengelola lembaga pendidikan gitu. Khusus buat orang-orang yg mau belajar bahasa isyarat.
Dia kerja di sana akhirnya.
Eh sebelum itu, kita balik dulu ke satu hal yg nantinya bikin hidup Laras berubah
Padahal harus ngasih makan tiga manusia nggak berguna.
Kalau tanya kenapa dia nggak pergi aja dari rumah, itu karena dulu pas nikah, si Anton pake duitnya Laras buat bantu beli rumah, tapi ATAS NAMA IBUNYA.
GILA KAN.
Ok lanjut, untungnya dia nggak nganggur lama karena kepsek—
Ada wali murid ngaku kalau anaknya 'dimainin' Laras dan minta pihak sekolah memecat Laras saat itu juga.
Lagi² Laras kalah karena nggak punya bukti ketidakbersalahannya. Mana si anak cuma diam pas ditanya. Soalnya anak khusus juga si.
Akhirnya dipecat lah Laras. Dia nganggur
Gilanya lagi, si Anton yg gak pulang² ini dijadiin kesempatan adiknya buat ngelec*hin Laras. Astaghfirullah.
Laras udah sering ngadu, minta tolong, tapi org² cuma mandang dia sebelah mata. Gada yg percaya. Gada keadilan karena keterbatasannya.
Belum cukup menderita, musibah dtg
Laras ini meski punya kekurangan, dia jadi guru di sekolah luar biasa, mengajari bahasa isyarat pada anak-anak yg kondisinya sama kayak dia.
Penghasilannya mengajar itu digunain buat nutup semua kebutuhan rumah. Mertuanya ungkang² kaki, dua adik iparnya juga sama.
Nggak ngotak
—apa adanya. Tapi, waktu demi waktu sifat aslinya nampak.
Si mantan suami, kita sebut aja namanya Anton, jadi suka main judi, mabok, ampe nggak pulang berhari-hari dan ... keluarga dia yang isinya ada ibu, adik dan adik ipar (pasutri), jadiin Laras sebagai babu.
Buset gila
Jadi, kita sebut saja namanya Laras.
Dia punya keterbatasan dalam berbicara dan mendengar, tapi dia punya hati yg super baik sampai-sampai dimanfaatkan sama keluarga suaminya (sekarang mantan, Alhamdulillah).
Di awal, Laras bersyukur banget karena ada laki-laki yg menerima dia—