ada yang disumpahin mati sama ribuan orang tapi ga mati-mati juga. kalo gitu ganti sumpahnya, sekarang aku mau kamu hidup. hidup selamanya melebihi keturunanmu. biar nanti kamu hidup hanya dengan tengkorakmu. menarik nafas setiap hari dan berharap mati. layaknya kami saat ini.
Let’s talk 🥰💋
1. Masak ga bisa? Beli.
2. Nyuci ga bisa? Laundry.
3. Barang rusak? Some things I can fix myself, kalo ga bisa? Ganti baru atau panggil org suruh benerin.
4. Same with electricity.
5. Hewan masuk rumah? Klo ga takut lakuin sendiri, kalo takut panggil damkar karena udah TERJAMIN unlike some of you.
6. Hal bahaya lainnya? My FRIENDS and FAMILY are a lot more useful with their problem solving skills, including mine. You know what’s ACTUALLY dangerous? Manipulative hypocritical mysoginistic horny men who think they can control people because they have those smelly dangling tiny cucumbers between their legs.
Mau merasa bisa diandalkan? Jd manusia yg kompeten, bependidikan, beradab, emotionally available, bisa mendengarkan dan MENGERTI. Y’all failed all those and started complaining about “Male loneliness epidemic” 💀 get over it, you fucking inbred.
Pampers dewasa itu kebutuhan buat lansia loh.
Gausah ikut-ikutan goblog kaya rezim, termasuk bikin stigma sama kaum rentan.
Yang berinteraksipun katanya berpendidikan kesehatan padahal.
you cannot be a feminist without being class conscious. you cannot be a feminist while being a capitalist. you also cannot be a feminist without thinking what's the root of everything: was this built by women's suffering? was women cared enough to be considered?
i really hate the term ‘cewe seutuhnya’ bc how am i less of a woman just bc i dont behave certain ways? i am a woman and i will always be a woman no matter what i do
Ini dia kenapa gw BENCI BANGET ke GIIAS atau pameran otomotif lainnya. Perempuan dipajang-pajang, dianggap setara sama objek yang di sampingnya. Ini budaya yang menurut gw harusnya diMATIIN aja, sekalian deh sama orang-orang yang ngelanggengin.
Makanya heran kalau ada laki julid, terus dikomenin “mulutnya lemes banget kayak cewek.”
Padahal itu hasil mindset misoginis, omongan laki itu naturally emg bisa jahat banget, dan itu ga ada hubungannya sama cewek sama sekali.
Kalau disuruh flexing hal membanggakan dalam hidup, ranking paling tinggi jelas dipegang berhasil melewati masa-masa doktoral berdua Nara di London.
Sampai sekarang masih sering kepikiran kok bisa ya… kok alhamdulillah terlewati juga ya…
Antifeminists berusaha skakmat pake argumen Feminisme itu "ideologi orang bingung" karena punya banyak aliran ini lucu.
Agama & ideologi yg kalian anut banyak aliran, denominasi, dan mahdzab. Kalo ngatain feminisme ga jelas & terpecah belah, berarti agama kalian juga ga jelas.
Orang-orang kayak lo juga sih yang berisik ketika perempuan memutuskan untuk tidak menikah dan/atau tidak memiliki anak.
Lo tidak melihat apa yang diperjuangkan oleh perempuan untuk perempuan karena lo sejak brojol aja sudah mendapatkan privilege. Hak lo melekat otomatis, tapi tidak bagi perempuan.
Begitu lo lahir, lo udah disiapkan untuk menjadi pemimpin. Semua kebutuhan lo disiapkan oleh perempuan di dalam rumah lo. Perempuannya terpaksa menjadi pelayanan. Kebutuhan mereka menjadi sekian nomer di bawah kebutuhan lo.
Lo cuma melihat dari kacamata kenyamanan lo sehingga perjuangan feminis lo anggap sebagai sebuah ancaman, atau paling tidak sebagai gangguan atas kenyamanan lo itu.
Lo menuntut perempuan untuk mengambil bagian sebagai pekerja kasar karena menurut lo itulah kesetaraan. Lo udah pernah main ke Pasar Induk Kramat Jati belum? Lo liat deh seberapa banyak perempuan yang bekerja sebagai pekerja kasar di sana. Atau lo coba liat di pasar-pasar pagi deh.
Lo juga menuduh perempuan akan tunduk pada pria mapan. Lo mau tau kenapa? Karena banyak perempuan yang tak punya kesempatan untuk menjadi mapan. Tambahan pula, opini lo itu seringnya diucapkan oleh pria yang tidak mapan baik secara emosional maupum finansial.
Jika lo sudah memperlakukan perempuan dengan manusiawi, tidak ada yang perlu lo takuti dari feminisme.