Siapa yg lagi nonton Match Argentina juga?
Kalau diperhatikan, selalu ada slogan ini:
TILCARA AL MUNDIAL
Tau gak?
Ini sebenarnya ada kaitannya dengan “Kutukan Timnas Argentina”
Dulu saat Piala Dunia 1986 di Mexico,
Tim Argentina sering berlatih di dataran tinggi suatu wilayah bernama Tilcara.
2.5rb meter dpl.
Mereka berlatih dan berdoa. Semacam bernazar, kalau menang Pildun 86 mereka akan kembali ke Tilcara. Membawa trophy World Cup. Ke kaki Local Virgin of Punta Corral.
Ternyata mereka menang. Tapi tak ada satupun yang kembali.
Selanjutnya mereka terseok seok di Pildun.
Ga pernah menang.
Hingga akhirnya ada yang menyadari ini.
2018 , pemain legends dari squad jawara di 1986 yakni Sergio Batista, Jorge Burruchaga, and Ricardo Bochini datang langsung ke Tilcara membawa REPLIKA Trophy Piala Dunia. Memenuhi sumpah dan janji mereka di 1986.
Empat tahun setelah itu, tim Argentina melangkah jauh di Qatar hingga menjadi juara di world cup 2022.
TILCARA AL MUNDIAL.
Sebuah folklore bagi perjalanan pecinta bola Argentina
Secara khusus, saya dan istri berdiskusi soal alasan di balik pertarungan Usopp dan Luffy.
Kondisi Going Merry memang “pemicu”-nya, tapi bukan itu akar masalahnya.
Bagi Usopp, Going Merry adalah manifestasi dirinya. Sesuatu yang dianggap “rusak” tapi tetap ingin dipertahankan.
“Kalau Merry yang rusak saja dibuang… apakah suatu saat aku juga akan dibuang?” Itu mungkin pertanyaan yang menghantui Usopp
Saya pun melihat konflik ini dari trauma Usopp di masa kecil. Saat ibunya tengah berjuang melawan sakit, tidak ada yang menemani kecuali anaknya, Usopp.
Begitu pun kondisi Merry yang terlihat “sakit” dan ditinggalkan begitu saja, sendirian. Usopp tak ingin itu terjadi, untuk kedua kalinya. Terlebih Going Merry adalah pemberian Kaya, perempuan yang berarti bagi hidup Usopp.
Trauma ini juga mungkin yang membentuk inferiority complex ketika melihat nakama lainnya yang punya peran penting. Usopp menganggap dirinya sering kalah, sering takut, dan merasa paling lemah.
Keputusan menggantikan Going Merry seolah membuktikan mereka yang lemah akan tertinggal dan ditinggalkan.
Di sisi lain… Luffy bukannya tidak punya ikatan emosional dengan Going Merry. Akan tetapi, ia adalah seorang Kapten yang juga memikirkan keselamatan nakamanya.
Mempertahankan Going Merry artinya membahayakan nakama dalam mengarungi lautan Grand Line yang ganas. Mempertahankan Going Merry berpotensi memupus mimpinya dan juga nakamanya.
Keputusan rasional Luffy sebagai pemimpin itu bertabrakan dengan luka emosional Usopp. Di titik ini, Usopp tahu akan kalah, tapi dia memilih bertarung.
Persis seperti budaya siri, Usopp bertarung untuk menunjukkan harga dirinya: dia tidak ingin pergi sebagai “yang dibuang”, tetapi sebagai orang yang memilih dan memutuskan untuk pergi.
Di titik ini, Usopp sejatinya tengah melawan dirinya sendiri. Luffy memang menang secara fisik, tapi Usopp berhasil mengalahkan dirinya sendiri dan mempertahankan martabatnya.
Terbukti di Enies Lobby Arc, Usopp sebagai Soge King menunjukkan peran dan eksitensinya yang berharga. Inferior Complex-nya mulai terkikis saat bisa menembak jarak jauh di tengah angin kencang. Tembakan yang juga membebaskan Nico Robin dari borgol yang melemahkannya.
Selain itu, Luffy pun menunjukkan sisi emosional bahwa jauh di dalam dirinya, Going Merry adalah nakama yang ingin dipertahankan. Usai berhasl kabur dari Enies Lobby, Luffy benar-benar berharap Going Merry yang terbelah dua itu bisa diselamatkan.
Pada akhirnya, Merry pergi bukan karena gagal atau rusak, tetapi karena ia telah menunaikan seluruh perjalanannya dengan utuh.
Dan mungkin, dalam hidup kita sendiri, ada hal-hal yang juga seperti itu. Ada hal-hal yang datang bukan untuk selamanya. Mereka datang untuk mengajarkan kita arti bertahan dan makna mengikhlaskan.
Tempat orang sok pinter padahal tolol, isi tweet orang yg kelihatan pinter di X sebenernya cuma modal copas dari google coba klo live tololnya keliatan bgt.
Gausah edgy kalau om tante di kampung nanya
"kapan lolos? kapan kerja? kapan nikah?"
karna mereka taunya cuma itu. masa expect mereka nanya "integrasi OpenClaw ke telegram caranya gimana?"
jawab baik-baik aja. dan jangan ulangi ke anak/ponakan kelak
toh ketemu juga jarang
“normalisasi lebaran ga masak masak”
“normalisasi lebaran ga ada perayaan”
bruhh… keluarga lu ga harmonis kah sampe buat statemen normalisasi normalisasi jelek. dunia ga berpusat sama lu lu pada jirr yap!
“Normalisasi Lebaran gak masak2, normalisasi Lebaran gak posting foto apa2, normalisasi Lebaran sedih, normalisasi Lebaran biasa aja, dll dll”
Lo kali yang gak normal!
Umat muslim diperintahkan merayakan Idulfitri dan Iduladha, bukan hari raya lain!