Sebuah uraian yg menarik oleh pak Gita Wirjawan.
Di tiongkok ada orang IQ 140 jago fisika murni tapi nggak bisa ngomong.
Yang kedua IQnya 78,49 jago joget di tiktok.
Di Tiongkok yang pasti terpilih untuk posisi kepemimpinan adalah yg pertama, nggak ada kesempatan buat yang kedua.
Tapi sayangnya demokrasi sekarang lebih tergugah oleh hal-hal yg sensasional dan festival. Sehingga orang yang jago joget dengan IQ 78 bisa terpilih
Let's him cook Mr Gita Wirjawan
Membaca berita maling ayam yang dipukuli massa hingga tewas, saya teringat masyarakat adat Boti di Timor Tengah Selatan. Di sana, pencuri ayam tidak dipukuli. Ia justru diberi ayam.
Mengapa? Karena bagi orang Boti, seseorang mencuri bukan pertama-tama karena ia jahat, melainkan karena ada kebutuhan yang tak terpenuhi. Kejahatan dipandang sebagai pertanda bahwa komunitas telah gagal menjaga salah satu anggotanya. Maka yang dihukum bukan dengan kekerasan, melainkan dengan dipulihkan masalah ekonominya.
Yang lebih menarik, bagi masyarakat Boti, menerima bantuan, terutama bantuan pangan, justru merupakan aib. Mereka pantang hidup dari belas kasihan. Karena itu mereka berkali-kali menolak bantuan sosial maupun raskin. Bahkan Raja Boti pernah meminta seluruh warganya dicoret dari daftar keluarga miskin yang ditetapkan pemerintah agar mereka tidak lagi dikirimi bantuan. Bagi mereka, kehormatan lahir dari kemampuan menghidupi diri sendiri, bukan dari menjadi penerima bantuan.
Ironisnya, di tengah masyarakat yang mengaku lebih maju, kita justru semakin mudah menghabisi nyawa manusia karena seekor ayam. Mungkin yang perlu dipertanyakan bukan sekadar mengapa ada orang mencuri, tetapi mengapa kita begitu cepat kehilangan empati. Sebab ketika sebuah komunitas memilih memukul hingga mati orang yang lapar, sesungguhnya yang sedang sekarat bukan hanya korban, melainkan juga rasa kemanusiaan kita.
Pernah menulis beberapa kali soal Boti, termasuk di buku saya "Masyarakat Adat dan Kedaulatan Pangan". Versi ringkasnya bisa dibaca di sini:
https://t.co/kcHEz2KIWZ
Pajak yg udh gw bayar buat gaji anak lu :
• PPN 11% tiap kali makan, belanja, atau pakai jasa
• PPh puluhan juta per tahun
• Pajak mobil 2 dan motor 3 (saat beli dan tiap tahun)
• Pajak rumah (PBB)
• Pajak usaha kontrakan
• Pajak tiket pesawat
• Pajak saat lewat jalan tol
• Pajak BBM
• Pajak pulsa, paket data, internet, dan listrik
• Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
• Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan
• SWDKLLJ saat bayar pajak kendaraan
• Pajak rokok
• Pajak hotel
• Pajak restoran dan kafe
• Pajak parkir
• Pajak hiburan (bioskop, konser, tempat rekreasi tertentu)
• Bea Meterai
• Pajak jual beli properti
• Pajak deposito dan investasi tertentu
• Pajak impor barang dari luar negeri
• Bea masuk barang impor
• Pajak reklame
• Pajak penerangan jalan (di tagihan listrik)
• Pajak transaksi saham tertentu
• Pajak transaksi kripto
• Pajak hadiah undian
• Pajak sewa tanah dan bangunan
• Pajak penghasilan UMKM/usaha tertentu
• Retribusi pasar
• Retribusi kebersihan/sampah
• Retribusi perizinan tertentu
• Biaya administrasi dan pungutan daerah lainnya.
Terus masih dibilang kurang kontribusi ke negara. 😅
DARITADI NANGISIN INI😭😭,
“saya butuh makan”😭
“rumah saya dibekasi pa”😭
“anak saya sekolah” 😭
“saya butuh makan pak”😭
“tolong pak” “tolong”😭
“Saya minta tolong pak”😭😭😭😭
Driver ojol ini motornya diangkut dishub dia habis ambil orderan customer di pisang goreng bu nanik. Dan sekarang pihak bu nanik pun minta tolong buat yang kenal dengan drivernya. Tolong bantu viralkan ya!!!😭😭😭
Guys ini namanya Ketika hati nurani sudah tidak ada lagi nggak sih?🥲
Ntah kepada siapa lagi kita berharap😭
sc:threadsyetyhandayanii
Saya pikir tadi mas ini tidak akan datang karena memang jika untuk uang, kami benar-benar belum bisa bantu. Ternyata dia datang bersama anaknya yang kecil.
Saya tau, bagi seorang ayah, meminta bantuan sampai harus membawa cerita seperti itu pasti bukan keputusan yang ringan.
Dan saya tahu rasanya berada di titik paling bingung dalam hidup, ketika yang dipikirkan bukan lagi mimpi-mimpi besar, tapi bagaimana caranya keluarga bisa makan hari ini.
Semoga hidupnya segera dilapangkan. Dan semoga kita semua dijauhkan dari keadaan yang membuat hati terpaksa mengetuk pintu orang lain demi bertahan hidup.
Anda benar pak, kita pikir2 orang kayak kita ini bayar pajak kendaraan, pajak PBB, pajak bila makan di resto, pajak cukai rokok, masak masih kurang? kemudian uang dibuat bancaan, lak jancokan kan iku.
Andi F. Noya menyuarakan isi hatinya. Ia marah dengan Pemerintah. Sebab, pemerintah tidak mencarikan pekerjaan untuknya, namun ketika sudah dapat kerja, tiba-tiba pajaknya begitu besar. Dan, apesnya lagi, pajak dari keringat rakyat ini banyak yang dikorupsi.
Dulu sama Nyonyah pas pandemi pernah sesusah itu sampe pas beliau butuh pembalut aja, nyari recehan di rumah cuma sanggup kekumpul dan beli 1 yang sachet, akhirnya jalan kaki ke warung. Trus Nyonyah pesen ke saya, "kalo besok kita dikasi kesempatan bangkit, kalo ada yang minta bantuan pembalut, kita usahain ya. Karena aku tau gimana rasanya."
Saya iyakan, dan saya ingat terus omongan itu.
Bismillah. Saling bantu, saling jaga.
Dulu tiap gajian, aku selalu coba nyelipin rezeki ke ibu sama bapak. Tapi mereka selalu menolak pelan, selalu disuruh simpan aja buat diri sendiri.
Akhirnya sebelum lebaran kemarin, aku memilih cara lain, diam-diam mengganti semua elektronik yang sudah tua di rumah mereka.
dan yang paling bikin hati hangat, tiap ada yang nanya, mereka selalu jawab dengan mata yg berbinar, "harganya nggak tahu, tapi ini ulish yang belikan.” 🥹❤️