Tadi nongkrong sm temen2, ada yg lg hamil, trs suaminya nimbrung obrolan ini, "tuh kamu ky alyssa tuh, jgn malas, betah sakit y kalo ngelahirin biar jahitan 0"... Aku udah mau belain, tp temenku nyahut "iyo lek rupamu ky al, lha rupamu ky celeng ae kemaki" ๐ญ๐ญ๐ญ
Sukanya ayat dia ๐ฅบ๐ฅบ
"When a man starts loving a woman, his work becomes more important to him. But when a woman starts loving her man, her work becomes less important to her. Because he is preparing to provide and she is preparing to build a home"
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
FYI, move on itu BUKAN MELUPAKAN ya diakdik..
Move on itu MENERIMA kondisi saat ini dan MELANJUTKAN lagi hidup kita dengan luka yang ada dan MENYADARI bahwa meskipun luka itu ada tapi tidak lagi mengganggu hidup kita
Perlu contoh??
Obat sakit hati ๐?
Move on.
Sadari apapun yang terjadi, Bumi tetap berputar.
Sadari sakit hati hanya titik singgah diri untuk kebahagiaan yang haqiqi.
Guys, gua punya tante sebut aja Tante Anita yang nikah di umur 32 tahun dan sampai sekarang masih jadi bahan obrolan di arisan keluarga.
Bukan karena ada yang salah dengan hidupnya.
Tapi justru karena tidak ada yang salah sama sekali dan itu yang bikin beberapa anggota keluarga tidak bisa berhenti kasih komentar yang tidak diminta.
Waktu teman-teman seangkatannya sudah ramai kondangan dan upload foto hamil di Instagram, Tante Anita lagi solo trip keliling Lombok dan Labuan Bajo sendirian dengan carrier 40 liter dan itinerary yang dia susun sendiri.
Waktu sepupu-sepupunya sibuk hunting furnitur rumah baru, dia lagi negosiasi salary untuk posisi yang dia impikan sejak awal karir.
Waktu orang-orang sekitarnya mulai panik dengan usia dan tekanan sosial yang makin kencang, dia lagi menikmati weekend di warung kopi favoritnya di Bandung dengan buku dan es kopi susu tanpa harus izin atau laporan ke siapapun.
Dan dia melakukan semua itu bukan karena tidak ada yang mau.
Bukan karena tidak mampu lebih awal.
Tapi karena dia sadar betul satu hal yang banyak orang baru menyadarinya setelah sudah terlanjur bahwa waktu untuk benar-benar menjadi diri sendiri itu punya batas dan tidak bisa diputar ulang.
Gua pernah nanya langsung ke Tante Anita suatu malam waktu kami lagi ngobrol santai di teras rumah neneknya.
Tante dulu tidak takut dibilang telat nikah?
atau jadi perawan tua gitu ??
Dia senyum.
Minum tehnya dulu.
Baru jawab.
Telat dari jadwal siapa coba hahahahah??
Dan gua diam cukup lama karena gua sendiri tidak bisa jawab.
Jadwal itu dibuat oleh siapa sebenernya?
Orang tua?
Tetangga?
Algoritma Instagram yang terus-terusan rekomendasikan konten wedding dan baby shower setiap kali gua buka aplikasi tengah malam?
Tante Anita sekarang sudah menikah.
Dengan seseorang yang dia bilang worth untuk mengubah seluruh ritme hidup yang sudah dia bangun pelan-pelan selama bertahun-tahun.
Dan yang paling menarik adalah dia tidak menyesal sedikit pun menunggu selama itu.
Justru sebaliknya.
Dia bilang justru karena dia pernah hidup sepenuhnya sebagai individu yang mandiri dan utuh punya penghasilan sendiri, punya circle sendiri, punya goals dan rutinitas dan cara menikmati hidup yang benar-benar miliknya sendiri dia masuk ke pernikahan tanpa membawa kekosongan yang butuh diisi oleh orang lain.
Dia tidak menikah karena takut kesepian.
Tidak menikah karena tekanan keluarga yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
Tidak menikah karena merasa waktunya hampir habis.
Dia menikah karena dia ketemu seseorang yang hidupnya genuinely lebih baik kalau orang itu ada di dalamnya.
Tapi Tante Anita juga sangat jujur soal satu hal yang jarang dibicarakan orang dengan terbuka.
Setelah menikah semuanya berubah.
Bukan buruk.
Tapi berbeda secara fundamental.
Mau pergi ke mana harus dikomunikasikan.
Mau ambil keputusan besar harus dipertimbangkan berdua.
Mau spontan harus mempertimbangkan kondisi dan perasaan orang lain yang haknya sama besarnya dengan hak kamu.
Kebebasan yang dulu seratus persen miliknya sendiri sekarang punya dimensi baru yang namanya tanggung jawab bersama.
Dan itu bukan keluhan.
Itu kenyataan yang dia terima dengan sadar dan dengan siap karena dia masuk ke sana bukan dalam kondisi kosong yang butuh diisi tapi dalam kondisi penuh yang siap untuk dibagi.
Tante Anita tidak menunda pernikahan karena takut atau karena tidak ada pilihan.
Dia menunda karena dia tahu ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan dengan sepenuh hati waktu kamu masih sendiri.
Dan waktu itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun begitu sudah berlalu.
Jalan jauh sendirian keliling Indonesia.
Kerja keras untuk sesuatu yang murni kamu mau tanpa harus mempertimbangkan impact-nya ke orang lain.
Buat keputusan yang sepenuhnya milik kamu sendiri.
Salah dan belajar dan jatuh atas nama diri sendiri saja tanpa ada yang ikut menanggung konsekuensinya.
Bukan karena hidup berkeluarga tidak indah.
Tapi karena ada fase dalam hidup yang kalau dilewatkan terburu-buru tidak bisa diganti dengan apapun setelahnya.
Dan menikmati fase itu sepenuhnya sebelum melangkah ke fase berikutnya bukan sesuatu yang perlu dimintakan maaf kepada siapapun.
Madu ๐ฏ
Madu itu alami. Tapi โalamiโ bukan berarti aman untuk semua usia.
Madu mengandung spora Clostridium botulinum. Sistem imun orang dewasa kuat melawannya โ tapi usus bayi belum bisa.
Sporanya tumbuh, melepas racun, dan bisa menyebabkan infant botulism โ kelumpuhan otot serius.
Berlaku untuk madu mentah maupun yang sudah dimasak.
Laki-laki itu lebih enggak bisa hidup sendiri, lebih tergantung sama perempuan, daripada perempuan.
Perempuan lebih bisa hidup sendiri, lebih bisa nggak tergantung sama laki-laki.
Salah satu penelitiannya, Dykstra & Fokkema (2007, European Journal of Ageing) tentang abis putus, perceraian atau kehilangan pasangan, tingkat kesepian laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.
Perempuan lebih cepat membangun ulang support system. Cenderung punya relasi emosional yang lebih banyak dan lebih dalam (teman, keluarga).
Ini valid. Duit gue masih nyangkut dari klien plat merah 28 juta sejak tahun 2024 sampai sekarang belum dibayar ๐ญ PT gue jadi vendor salah satu project mereka.
Alasannya karena ada pergantian kebijakan dll jadi dananya ga cair.
Udah diviralin ga mempan karena banyak vendor lain yg jadi korban juga. Mau dibawa ke pengadilan juga nilainya cuma segitu. Malah boncos buat bayar lawyer
Cukup jadi pelajaran mahal buat ga ngambil project dari klien plat merah
Cobain mandi dalam kondisi gelap + air hangat
Saat lampu dimatiin:
- sistem saraf langsung rileks
- detak jantung dan nafas melambat
Ditambah air hangat:
- suhu tubuh naik- lalu turun setelah mandi
- Ini memicu hormon tidur (melatonin)
Hasilnya: Badan/ tubuh masuk mode siap tidur dalam hitungan menit
Kenapa?
Karena otak kita hanya 2% dari berat badan tp memakai 20% energi dan setengahnya dipakai untuk melihat.
Artinya? Setiap cahaya yang masuk ke mata sama dengan beban kerja besar buat otak kita manteman.
Yuk cobain๐
โจDIY SERAP AIR VERSI LOW BUDGET DAN LEBIH NAMPOL HEHEHEHEโจ
jadii aku pake thinwall begini ya guis, ukuran kecil dan besar, bisa disesuaikan juga. nah yang kecil bagian bawah dan tutupnya aku bolongin pake garpu dipanasin (lebih cepet pake solder), nah lanjutnya
Izin menjelaskan mengenai mekanisme "keracunan" gas karbon monoksida (CO) yang dapat terjadi saat tidur di mobil.
Pembakaran mesin di mobil dapat menghasilkan gas CO, yang bila ada kebocoran pada sistem exhaust, dapat terakumulasi di dalam kabin mobil. Lebih bahaya lagi, bila jendelanya ditutup dan akhirnya gas tersebut menumpuk di dalam mobil.
๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฐ๐๐ป๐ฎ๐ป ๐๐ข ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ธ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ ๐ณ๐ฎ๐๐ฎ๐น?
Karbon monoksida (CO) adalah gas tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, sehingga sangat berbahaya karena orang sering tidak sadar sedang menghirupnya. Gejala awal keracunan CO itu TIDAK KHAS, antara lain sakit kepala, pusing, lemas, mual, bingung, atau rasa mengantuk. Bahkan orang yang keracunan CO saat sedang tidur dapat meninggal sebelum sempat merasakan atau mengenali gejalanya.
๐๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ป๐ถ๐๐บ๐ฒ ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฐ๐๐ป๐ฎ๐ป ๐๐ข?
Keracunan CO terjadi terutama karena CO yang terhirup akan berikatan dengan hemoglobin membentuk carboxyhemoglobin (COHb). Ikatan ini sangat kuat, sekitar lebih dari 200 kali afinitas oksigen, sehingga hemoglobin tidak lagi efektif mengangkut oksigen. Akibatnya, jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen (hipoksia), terutama pada organ yang paling sensitif, seperti otak dan jantung.
Selain itu, CO juga membuat hemoglobin yang masih membawa oksigen menjadi lebih tidak mau untuk melepas oksigennya ke jaringan, sehingga pengantaran oksigen makin buruk, dan penggunaan oksigen di tingkat sel terganggu.
Pada keracunan CO, kondisi seseorang dapat cepat memburuk, dengan gangguan sistem saraf, nyeri dada, gangguan irama jantung (aritmia), penurunan kesadaran, sampai kematian.
๐๐ฝ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐น๐ฎ๐ธ๐๐ธ๐ฎ๐ป?
-JANGAN tidur di mobil dengan kondisi menyala, dalam kondisi benar-benar tertutup!
-JANGAN pernah menyalakan mobil di garasi tertutup yang menempel rumah, meskipun pintu garasi dibuka, karena CO tetap bisa menumpuk.
-Bila ada kecurigaan paparan CO, tindakan pertama adalah segera keluar ke udara segar, matikan sumber CO bila aman dilakukan, dan cari pertolongan medis segera.
Semoga bermanfaat!
As someone who works in the plastic industry, cara cepet biar tau piringnya aman atau ngga, bisa ambil tissue dan dibasahin dengan minyak kayu putih atau white oil, lalu gosok di piringnya. Kalau ada warna yang menempel di tissue, berarti piring/warnanya ngga food grade.