Catat namanya; Bambang Kurniawan. Pedagang cermin, berusia 60th. Beliau dibunuh preman, dan dibiarkan polisi. Ini berita terpilu dr rentetan viralitas demo 27 Agustus 2026.
Usut tuntas pembunuhan ini! Jgn berhenti pd belasungkawa kosong. Kerja lu @DivHumas_Polri !
warga surabaya diminta bayar 1 juta buat urus surat pengeluaran kendaraan:
- disuruh transfer ke rekening pribadi penyidik
- dikira pungutan resmi
- postingannya viral
- ada yang ngaku atasan minta dia arsipkan dan datang buat diselesein
- kristiani nolak semua tawaran itu
- kendaraan masih di polsek dukuh pakis
- belum ada keterangan resmi dari satlantas
Ini ancaman terbuka dari ormas preman fasis GRIB. Jika demo membesar, ribuan rampok dan maling GRIB akan turun untuk membunuh, menculik, membantai, memutilasi, menembak, memerkosa, dan memotong kepala pendemo, boleh jadi sejumlah ribuan atau puluhan ribu pendemo dibantai GRIB.
Bambang Setiyawan bukan pendemo. Bambang adl penjual cermin, warga Bendungan Hilir, Tanah Abang. Tadi malam, Bambang yang tidak tahu apapun, diseret dan dipukuli sampai tewas.
Keluarga baru tahu Bambang tewas di jalanan karena sang anak mengenali ayahnya dianiaya via sebuah video yg beredar di media sosial.
Siapa para pembunuh yg begitu kejam menghabisi nyawa Bambang?
Syukurnya kita sekarang hidup bersisihan dengan sosial media dan kamera beneran di mana mana ya. Jadi kita bisa tau semua yg sebenernya terjadi sampe seblak blakan ini ada massa bayaran.
Manfaatin desperate rakyat buat ambil suara mereka 👍
Dari rezim ini kita belajar:
1. Judol bisa dibasmi: buktinya Mandiri bisa blok rekening pendemo Pati atas perintah aparat
2. Bangunan sekolah bisa distandardisasi, sekolah rusak bisa segera renov: buktinya bangunan Kopdes bisa berdiri sampe pelosok negeri
3. Gaji nakes, guru, dan dosen bisa lebih sejahtera: buktinya ribuan karyawan SPPG bergaji di atas mereka
4. Jumlah kriminal di Indonesia bisa berkurang signifikan, kasus kriminal lebih cepet kelar: buktinya jumlah aparat saat demo sebanyak itu
Kita jadi tau kalo kita bisa, cuma mereka aja yang nggak mau😊
Kesimpulannya: kebobrokan memang sengaja dipelihara buat meraup suara di pemilu😊
Ini isu bank Mandiri lebih pelik daripada isu bank BNI dan Suster Natalia kemarin loh.
Mandiri pilihannya cuma dua:
1. Ngaku melanggar UU karena memblokir rekening tanpa permintaan peradilan
2. Lempar bola panas ke pihak yang nyuruh blokir rekening.
Keduanya sama-sama bikin mereka di posisi celaka 🤣
Para atlet Indonesia ini hanya membutuhkan Rp 700 juta atau Rp 20 juta saja per atlet utk kebutuhan transportasi dan akomodasi ke Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Penang.
Beberapa upaya dilakukan. Tp Kemenpora menolak krn alasan efisiensi. Timnas Tuli juga menyebarkan 100 proposal ke berbagai pihak swasta, jg tdk membuahkan hasil.
Sekarang, dgn menahan malu, atlet2 ini, terpaksa turun ke jalanan untuk menggalang donasi..
Miris.
Budaya indo yang bikin aku gak paham tapi kalo dipikir pikir sebel sendiri:
- mengagungkan pemerintah
- mengagungkan orang kaya, crazy rich, influencer
- ngeliat pemerintah sebagai orang suci yang gak boleh dikritik sama sekali
- jilatin orang kaya, apalagi orang kaya tone deaf