@tanyakanrl aku sih cuek asal dia komen tapi juga siap 'uang'. jadi tiap dia komen langsung aku mintain duit buat beli apa yg dia mau buuat aku pake
toh aku anak rumahan yg ga perduli fashion dan agak cuek/bodoamat sama komentar orang kalo soal fashion.
maybe he just not compatible w u.
@tanyakanrl kalo aku sih kerja, kerja, kerja, tipes, meratapi nasib, pengen mati tapi gabisa, buat fake scenario si kepala, tidur, lakuin hobi non-sosmed (baca novel), balik ke awal. siklus.
@rigeltartle Oiya kalimat ke-4 ku nggak bermaksud mendeskriminasi ya. Aku cuma pengen bilang Aku mengerti kalian 'minoritas' pasti merasa terkucilkan dari mayoritas. Entah itu di dekriminasi, bahkan sampai di ancam oleh oknum. uma aku bukan cenblu jadi gabisa kasih penjelasan panjang 😩
@rigeltartle Itu dia, aku mikir "kenapa ya kakak ini komen fetishizer ke reply-an yg ini saja" begitu. Dan terjawab sudah.
Apakah kakak pp semangka mengancam kamu/queer? I get it that minority itu pasti kena himpit mayority dalam bentuk apapun itu
Dan nggak ada yg bilang Queer is Fetish...
@rigeltartle Oh, so we can't fetishize something yang awalnya bukan fetish ya? oke, aku akan masukkan catatan & kajianku karna ini gapernah ada di teori & prinsip ilmu psikologi yg aku pelajari. I guess in modern era ada tipe argumen diskusi internet yg seperti ini ya. Thanks for the opinion.
@rigeltartle@IdaLest02964888@aaruuniika Pada dasarnya dimataku kalian jadi sama aja, tapi gapapa. like hukum rimba kan? mata dibalas mata, gigi dibalas gigi. makannya aku persilahkan kalian lanjut gelud. asal ga ada tindak kriminal
*opini ini didasari dari cara kalian saling berdebat disini yg bisa dijadikan kajian
@tanyarlfes sakit (keram, atau sensasi di tusuk) & karna aku ada kista, sakitnya kadang sampe bikin sebadan ikut sakit dan jadi gabisa turun kasur
moody, sensiny nyentuh langit, dibentak/di kasarin dikit, bisa langsung nangis. bahkan salah angka pas main sudoku pun bisa bikin nangis
encog
Aku ga peduli kamu siapa, darimana, latarbelakang apa, dan lain-lain. Dimataku semua orang sama, yang berbeda hanya sifat dan karakter. Selagi nggak melakukan Kriminal atau Pelanggaran Moral di prinsip/pandangan hidup aku, idon't care who you are. You are just a 'Human'
@rigeltartle@IdaLest02964888@aaruuniika i don't know why it's sound like offensive (bagi klian), but then again, selama kalian berdua g ngelakuin kriminal or pelanggaran moral di prinsipku, aku jujur g perduli. mff ganggu debat kalian, ak cuma kumpulin suka pendapat orang² yg beda dri otakku 🙏🏻 gas dilanjut geludny
@rigeltartle@IdaLest02964888@aaruuniika iyah aku ngerti, jadi aku g menolak kakak pp semangka itu dibilang fetishizer, tapi aku rasa post pertama juga fetishizer kalau definisi fetishizer itu seperti yg kakak bicarakn. lowkey yg suka fiksi genre itu tp menolak itu d dunia nyata=fetishizer kan? (itu=sara/komun trtntu)
@rigeltartle@IdaLest02964888@aaruuniika tp semua orang yg menyukai fiksi diluar nalar (kaya misal yg disebut tadi furry x manusia, lolicon/shotacon-lovers, baca 18+ sadomaso tapi g lakuin) itu semua dh masuk ranah fetishizer btw. kenapa g sekalian yg punya post kamu katain fetishizer? we're all fetishizer dgn fiksi