️️
— untuk meninggalkan ruang kelas 3D. Di depan kelas, sang puan sejenak bersandar pada dinding kastel yang dingin. Ah, tidak bisakah dia menggelinding saja untuk kembali ke asrama. Rasanya Thea ingin mati saat itu juga karena kramnya yang semakin menggila.
️️
@ProfsLuna ⠀
Di sisi lain, Christian bergegas mengambil tempat di belakang kelas. Begitu Luna selesai bercicit, ia refleks bertepuk tangan dan berkata, “Terima kasih atas kerja kerasnya, dan semangat saat menghadapi ujian kenaikan kelas minggu depan.”
⠀
@ProfsLuna ㅤ
“Murid yang masih mengerjakan tidak perlu terpengaruh dengan teman yang sudah mengumpulkan, ya.” Pria berkebangsaan Amerika itu tersenyum simpul. “Sekarang kita melangkah ke soal terakhir untuk malam ini. Selamat mengerjakan!”
Kotak 3: https://t.co/BBWctN27oz
⠀
@ProfsLuna ㅤ
“Baik, Yang Mulia.” Ia terkekeh sambil mengganti soal yang tertulis di papan. “Soal nomor dua. Kalau sudah, silakan kumpulkan ke kotak kedua.” Sang adam kini menyandar di tembok samping kelas. “Semangat, ya. Ayah pun pusing melihatnya.”
Kotak 2: https://t.co/6wVknrFG8x
ㅤ
@ProfsLuna ㅤ
Melihat antusiasme para murid yang tampak serius, Christian segera mengayunkan tongkat sihirnya ke arah papan tulis. “Soal pertama. Jika sudah selesai, kumpulkan jawabannya ke dalam kotak nomor satu, ya.”
Kotak 1: https://t.co/EztIWxMZYh
ㅤ
@ProfsLuna ㅤ
Kedua sudut bibirnya terangkat ke atas, tepat ketika pria berpakaian putih itu berdiri di depan kelas. “Salam kenal, semuanya!” Christian pun bersiap guna membantu sang pengampu kelas memunculkan soal kuis di papan tulis.
ㅤ