@cinnamongirlc kita butuh lebih banyak orang malaysia untuk menghujat pemerintah dan mengungkapkan fakta kejahatan pemerintah karena kalian ga akan diculik
SAVE NIGERIAN CHRISTIANS.
Stop the genocide of Nigerian Christians by fulani Islamist terrรดrists.
Repost for the love of our persecuted brothers and sisters in Christ.
Bahkan orang utan tak perlu teknologi canggih, ia cukup membaca aroma hutan yg lenyap utk tahu siapa perusak ruang hidupnya.
Pun, rakyat kecil tak perlu alat pemindai super canggih, utk mengetahui,
1. 'jidat pejabat" yg sibuk menyembunyikan inkompetensinya dgn istilahยฒ teknis sembari pamer gelar akademik di etalase media sosial;
2. menteri 'bootlicker yg rajin memoles integritas palsunya dgn kosmetik kata - kata, bukan dgn tindakan nyata.
Di Republik Komorbid ini, yg kerap 'ndakik - ndakik bicara ttg teknologi canggih adalah mereka yg gagap membaca tandaยฒ sederhana, bhw ;
pohon yg ditebang, hutan yg gundul dan satwa yg terpaksa mengungsi, adalah bukti faktual, bukan sekadar data yg perlu verifikasi alat canggih dan konferensi pers.
Sebelum bicara ttg teknologi ini dan itu, mak ini mak itu, yahana - yahanu, mestinya Menhut - @RajaJuliAntoni memahami bhw yg lebih mendesak adalah teknologi utk mengetahui siapa yg memangkas akal sehat publik.
Ironinya, nalar, kompetensi & integritas Menhut โข Raja Juli Antoni tak pernah sampai pada huruf "r" dalam kata nalar, tak pernah tiba pada huruf "i" dlm kata kompetensi & tak pernah menyentuh huruf "s" pada kata integritas.
.
.
#PrayForSumatera
Opini dr Tifa
Banjir Aceh & Sumatera:
Perspektif Kesehatan Masyarakat
Bismillahirrahmanirrahiim
1.
Banjir ini bukan hanya persoalan curah hujan ekstrem. Dari perspektif epidemiologi perilaku, ini adalah kombinasi kerusakan ekologi, tata ruang yang lemah, dan kesiapsiagaan masyarakat yang belum terbangun. Yang terdampak bukan cuma rumah, retapi rasa aman, identitas, dan harapan.
2.
Perubahan tutupan lahan (hutan โ sawit), pemukiman di zona rawan, lemahnya sistem peringatan dini, dan respons yang lebih reaktif dari preventif adalah faktor berulang. Air tidak datang โtiba-tibaโ. Yang tiba-tiba adalah kesadaran kita.
3.
Risiko kesehatan tidak selesai ketika air surut. Justru saat itu penyakit mulai meningkat: diare, infeksi kulit, leptospirosis, infeksi saluran napasโditambah trauma psikologis yang kerap tak terlihat, terutama pada anak-anak.
4.
Solusi harus multi-level: pemerintah memperkuat early warning system, audit tata ruang, dan memastikan konsesi lahan tidak merusak daya serap alam. Ini bukan soal teknis semata, tapi soal keberpihakan pada keselamatan warga.
5.
Komunitas bisa membangun peta risiko lokal, jalur evakuasi, dan simulasi kebencanaan rutin seperti Jepang lakukan. Sekolah juga bisa menjadi pusat literasi mitigasi, bukan sekadar tempat distribusi bantuan.
6.
Layanan kesehatan harus fokus pada dua hal: penyakit pasca-banjir dan kesehatan mental korban.
Trauma yang tidak dirawat berubah menjadi luka sosial jangka panjang.
7.
Bencana tidak boleh dinormalisasi. Kalimat โmemang tiap tahun beginiโ adalah tanda bahaya bahwa kita mulai menerima sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah. Kita bisa memilih jalan berbeda: dari menjadi korban, menjadi masyarakat yang siap, sadar risiko, dan lebih kuat menghadapi yang akan datang.
Solidaritas itu perlu.
Tapi kesadaran, itu yang mengubah masa depan.
Jika tulisan ini bermanfaat, silakan share.
Kesadaran publik adalah bagian dari mitigasi.
Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashiir.
Laa hawla wala quwwata ilabillahil 'alliyil adziim.
Salam Takzim
dr. Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
Aneh menteri satu ini si Raja Juli ; kalo terbitkan ijin gak pake ijin pd Presiden, koq umumkan nama pemegang ojon hrs persetujuan Presiden, menteri macam apa ini ?
@SeruniPuspaAlam Setinggi apapun level kecerdasan spiritual seseorang akan rusak jika terhubung dengan siklus parpol dan terperangkap dalam lingkaran tikus penjarah anggaran.
@ipikachuuw@barengwarga@humaniesproject@BudiBukanIntel @hijaubersamaid Hari ini gua bersumpah, siapapun dia seragam coklat yang setia terhadap perintah kapolri adalah musuh negara, musuh tanah air, musuh bangsa dan rakyat indonesia. Mau teman, tetangga, bahan saudara kandung pun gak ada urusan, kalian adalah musuh indonesia.
Siapa yang percaya jika dpr berani memakjulkan presiden maupun wapresnya. DPR sudah tidak peduli dengan itu, DPR punya visi-misi yang lebih besar, ya itu mengumpulkan dan mengeruk harta sebanyak-banyaknya, sampai indonesia benar benar kering mereka tdk akan berhenti berebut harta