Gak semua konflik itu masalahnya di komunikasi, kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional. Mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalau kemampuan berpikir dan kematangan emosinya gak setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa.
afirmasi positif today: ga usah insecure sama kerjaan cuma karena keliatannya ga aesthetic atau mentereng. maybe it’s not your dream job, but look at you, sudah bisa pay your own bills, beli kebutuhan sendiri, dan ga perlu begging siapa-siapa. that’s a win, be proud of ur hustle
cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻
baru sadar kehilangan spark tuh ternyata ga selalu kelihatan seperti sedih. kadang kita masih ketawa, masih kerja, masih ngobrol, masih main, masih jadi diri sendiri tapi rasanya ada bagian dari diri kita yang pelan-pelan mati. and somehow, losing your spark slowly is scarier than being sad all at once. karena kita bahkan ga sadar kapan terakhir kali kita merasa benar-benar hidup.