Pintunya memang masih tertutup rapat, tapi nanti pasti akan terbuka lagi. Saat semua suara berisik itu sudah mulai mereda, saat semua yang berantakan mulai sedikit tertata, saat ruang yang penuh sesak itu mulai lega. Sampai saat itu tiba, tolong jangan tanya perihal kapan.
Teruslah bertahan sampai ruang-ruang kosong itu mulai terisi kembali. Tidak perlu sampai penuh, tidak apa-apa meski masih banyak yang berantakan, tapi semoga di sana akan lebih banyak cerita menyenangkan, pelukan yang hangat, juga hati yang jauh lebih tenang untuk menerima.
Aku tidak akan memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk mengacaukan semua hal yang sudah kutata hingga rapi. Bukan egois, aku hanya tidak ingin berantakan lagi.
Mari saling melepaskan, sebab percuma memaksakan perjalanan yang tujuannya tidak sama lagi. Mari jadikan perpisahan sebagai jalan tengah, agar kita berhenti saling menyakiti.
keputusan yang kupilih
dengan tidak melibatkanmu,
adalah salah satu caraku untuk
bertahan.
setelah perjalanan panjang
yang belum sepenuhnya
aku mengerti,
aku berusaha untuk percaya
bahwa di hidup yang tidak ada kamu,
aku akan tetap baik-baik saja.