Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
I have been working nonstop for the past 6 months covering what’s happening in Gaza, but what I saw today while visiting Al-Shifa hospital was unlike anything I’ve ever witnessed before :
Israeli occupation forces executed 300 Palestinians in and around the hospital, and this morning, I witnessed hundreds of bodies outside the hospital , their wasn’t one full body all the bodies were either pieces or heavily mutilated .
The bodies were in horrific conditions; many had their hands and legs tied behind their backs and were flattened by a bulldozer.
Many of the bodies were burned and left to be crushed to pieces.
Several bodies were decomposed and partly eaten by stray dogs.
Most of the bodies were unrecognizable; families could only identify them by their clothes.
Al-Shifa hospital was considered the largest medical complex in the Gaza Strip, catering to many complex cases. It has been completely destroyed; they burned it down and destroyed all medical equipment. Israeli occupation forces has one goal and it’s to destroy every inch of Gaza
@agusupriyadi89@JimlyAs Yang kampanye PSI
Bukan Jokowi. PSI mengambil cuplikan rekaman acara PSI saat pak Jokowi kasih sambutan. Tidak ada pak Jokowi kampanye di situ.
Kami mengucapkan selamat kepada @prabowo dan @gibran_tweet telah memenangkan Pilpres satu putaran saja dengan kira-kira 58% suara (hasil real count 82% foto TPS di https://t.co/dTC6WM2Bxu).
Selamat menyambut hilal Ramadhan dan menunaikan ibadah di bulan suci ini.
Semoga berkah.
Jumlah Akhir Hitung Suara (Real Count) Pilpres 2024 KPU Kab Malang di Ruang Paripurna, Gedung DPRD Kab Malang.
~ 01 : 208.055 (12,8%)
~ 02 : 1.077.108 (65,6%)
~ 03 : 357.579 (21,8%)
Hasil pencermatan akhir per Senin 4 Maret 20.54 WIB.
Ini daerah yg jadi patokan 01 bakal menang karena "Gerak Jalan" rame
PDIP dan Megawati bukanlah faktor utama dalam kemenangan Jokowi 2014 dan 2019.
Apalagi para artis dan influencer yang merasa berjasa memenangkan Jokowi dan di 2024 meninggalkan Jokowi.
Slank, Butet, Cak Lontong, Ahok, Denny Siregar, Guntur Romli, atau Eko Kuntadhi, harus menyadari bahwa TERNYATA bukan mereka yang dulu membuat Jokowi menang. Bukan. Bukan mereka.
Mereka hanya faktor yang diberi peran. Bukan faktor utama. Faktor utamanya adalah Jokowi sendiri.
Lihat hasil kampanye mereka pada Ganjar. Ah, ternyata jauh dari yang didapat Jokowi.
Tak bisa dipungkiri Jokowi itu dicintai rakyatnya. Dituding PKI, dituding inkonstitusi, tetap saja mereka tak meninggalkan Jokowi.
Pak Prabowo menunjukkan kelasnya sebagai negarawan. Hanya PS yang menutup dengan permintaan maaf serta merangkul dan padahal beliau tidak menyerang kandidat lain sepanjang debat kemarin.
YaAllaaaaah Pak @prabowo 😭😭
Terimakasih sudah sangat gentle untuk minta maaf dan merangkul semua demi kerukunan.
Terimakasih sudah berterimakasih dan tidak melupakan jasa siapapun.
Terimakasih tidak mendiskreditkan dan mengkerdilkan siapapun.
Terimakasih Terimakasih Terimakasih 💕🙏🏻
YaAllaaaaah Pak @prabowo 😭😭
Terimakasih sudah sangat gentle untuk minta maaf dan merangkul semua demi kerukunan.
Terimakasih sudah berterimakasih dan tidak melupakan jasa siapapun.
Terimakasih tidak mendiskreditkan dan mengkerdilkan siapapun.
Terimakasih Terimakasih Terimakasih 💕🙏🏻
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Umat Islam Indonesia kehilangan satu lagi ulama kharismatik: Buya Syakur (Dr. KH. Abdul Syakur Yasin, MA.), alim yg dakwahnya menyejukkan dg pandangannya yg moderat-nasionalis.
Mari lakukan salat gaib, yasinan-tahlilan.
al-Fatihah.🤲