Di umur sekarang, hubungan tuh udah bukan cuma soal chemistry lagi. Tapi lebih ke: "bisa nggak kita tetep gentle pas lagi sama-sama capek?" "bisa nggak saling understand pas lagi sama-sama sibuk?" "dan bisakah kita tetep choose each other, pas hidup lagi nggak mudah?"
tentang komunikasi.
komunikasi itu penting, meski cuma tanya tentang hal sederhana, karena itu salah satu bentuk menghargai pasangan. luangin waktumu bentar, jangan jadiin alasan sibukmu untuk ngga berkomunikasi. prioritasin dia, jangan sampai dia ngemis cuma perihal komunikasi.
normalisasikan; "nyelesain masalah dengan pasangan sebelum tidur"
karena kamu gak bakal tau gimana gak enaknya kepikiran sepanjang malam cuma karena masalah yang kamu sendiri ga mau selesain.
hal yang merusak hubungan bukan hanya perselingkuhan, tapi juga komunikasi yang jelek, silent treatment, diajak diskusi malah ngehindar, kurang bisa menghargai perasaan pasangan dan selalu marah cuma karena hal sepele.
tau silent burnout gak si?
jadi, silent burnout itu dimana keadaan emosi dan mental kita lagi cape cape nya, but you just stay quiet about it dan kita gak pernah yang kayak ngeluh badan sakit karena capek atau mungkin jadi emosi meluap tapi orang yang ngalamin itu kehidupannya tetep berjalan normal tapi hati nya lagi hancur secara perlahan. i think that’s dangerous if we can’t control our emotions.
akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena banyak emosi yang belum di luapin.
dia ga selingkuh, but aku bukan prioritasnya , tidak ada usaha yang diperlihatkan, lack of communication, constant lag, no paragraphs, no little surprises, no planned dates, tidak pernah ada pujian, tidak ada apresiasi, loyalty just isn't enough.
Ada anak perempuan yang sibuk meyakinkan dirinya bahwa, “i can handle everything”, but honestly sebenernya dia butuh atleast someone to talk, tapi lagi-lagi dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya, dalam hatinya tersirat “please hug me” anak perempuan ini sedang tidak baik-baik saja.
dicintai itu emang penting, tapi diusahakan, dimengerti, dan dijaga mentalnya itu jauh lebih penting. karena banyak orang bisa bilang sayang, tapi ga semua orang benar benar tahu cara memahami, menjaga perasaan, dan bikin pasangannya merasa tenang.
carilah yang sama-sama butuh
setiap hari, yang mengabari tanpa diminta, yang menghubungi lebih dulu tanpa harus di chat lebih awal terus.
biar kamu tau rasanya dimiliki dan disayangi.
fase dewasa ini, dalam menjalani relationship, love language yg diperlukan itu bukan hanya sekedar physical touch, cepet-cepetan bales chat atau pamer story uwu-uwuan aja. tapi tentang sebuah prinsip, mengatasi rasa bosan, kesetiaan, tentang keyakinan dan juga restu orang tua.
melewati fase anxiety, depresi, stress & trauma, itu semua kamu lewati sendirian, kamu hebat, ga semua orang bisa menghadapi itu, kuat-kuat ya, teruslah berjuang, cause u're important & u're everything. so please don't give up,
Tuhan selalu bersamamu & everything will be fine.
Kalo dia slow respon, biarin.
Kalo dia mulai ngejauh, biarin.
Kalau dia berubah, biarin.
Kalau dia udah ga excited kek dulu, biarin.
Kamu ga perlu terus-terusan nanya "kamu kenapa?" "aku salah apa?" atau "kamu masih sayang aku ga?"
Kalo dia masih mau ngobrol, dia pasti bakal luangin waktu kok. Kalo dia masih mau sama kamu, dia ga akan terus-terusan bikin kamu merasa sendirian dan kalo dia emang mulai ga ada rasa, kamu juga ga bisa maksa dia biar tetap punya perasaan yang sama.
Berhenti kejar. Berhenti memohon. Berhenti cari perhatian dari orang yg udah gak kasih itu ke kamu. Kalo dia menjauh, jangan lagi dikejar. Kalo dia nya pergi, jangan ditahan.
di setiap malam hari, ada seseorang yang sedang sibuk meyakinkan dirinya bahwa semuanya bisa dilewati sendiri;
"semangat ya, pasti bisa kok, kalau capek istirahat aja gapapa, kalau pengen nangis juga gapapa, tenang aja semuanya akan baik-baik aja."
sering banget nangis tapi bukan karena orang lain, melainkan karena diri sendiri.
kenapa? ya kasian aja sampai detik ini masih kuat, meskipun banyak hantaman yang begitu kencang, ucapan yang menyakitan, keadaan yang rapuh, pikiran yang berisik, serta mental yang gak pernah stabil.
hebat banget ya kan?
hubungan itu 80% isinya ngobrol, 20% nya cinta.
kalau ngobrolnya sefrekuensi pasti cintanya bakal ngikut, karena makin dewasa yang dibutuhin bukan hanya cinta-cintaan, tapi lebih butuh pasangan yang open minded, yang bisa diajak komunikasi terbuka kapanpun dan sampai tua.
dari semua hal yang pernah aku alamin, entah itu hal yang menyenangkan maupun hal yang paling menyakitkan.
aku cuma mau bilang;
“jangan sampai kamu kehilangan seseorang yang gak pernah minta apa-apa, selain waktu yang kamu punya, dan selagi dia masih ada, tolong dijaga.”