Pertolongan Allah selalu datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Tidak pernah meminta. Tetapi datang begitu saja.
Baru saja mendapat segepok dokumen dari tahun 2005 -2019 yang..... sudahlah
Akan sangat menggemparkan jagat raya jika disidangkan.
Catat baik-baik:
SEGEPOK DOKUMEN YANG MENJADI BUKTI PEMALSUAN IJAZAH!
Pesan moral:
Jangan pernah remehkan kekuatan dan doa perempuan yang terzalimi dan teraniaya.
Semesta yang akan mendukung dan membantunya.
DONASI BUKU PERJUANGAN
Buku-buku ini karya dr Tifa.
Silakan beli untuk koleksi keluarga atau sumbangkan kepada perpustakaan, sekolah, universitas, pesantren, ma'had.
Dana buku menjadi dana perjuangan dr Tifa di pengadilan, sambil menebar amal jariyah.
Amal jariyah dengan pahala tak putus sampai akhir zaman adalah:
1. Anak-anak yang sholeh dan sholehah
2..Ilmu yang bermanfaat
3. Shadaqah jariyah
Dengan membeli buku dr Tifa insyaAllah memenuhi yang kedua.
Mari berlomba-lomba bantu perjuangan dr Tifa!
Buku-buku yang tersedia:
1. Kontroversi Vaksin - KV
2..Pandemi Pembelah Peradaban - PPP
3. Jalan Samurai Akademik - JSA
4. Otak Politik Jokowi -OPJ
Silakan hubungi admin kami:
0812 2207 9097 Asti
0877 2598 0909 Inda
0852 1186 3336 Dina
Apa alasan takut sidang LIVE?
Saya diperiksa berkali-kali ke POLDA tidak pernah absen, saya tidak takut!
Saya di suruh wajib lapor seminggu sekali berbulan-bulan, saya tidak takut!
Saya ditangkap secara tidak manusiawi lalu dijebloskan ke sel tahanan saya tidak takut!
Saya dijadwalkan sidang, saya InsyaAllah akan datang saya tidak takut!
Saya pakai baju orange saja tidak takut!
Lalu siapa yang rencana mau ngumpet dari kamera LIVE ini???
Video ini membongkar satu hal, negara ternyata lebih serius biayai politik pencitraan dan proyek mercusuar drpd gaji orang yg tiap hari membuat anak Indonesia bisa membaca!
30 April 2025.
Tanggal dimana seseorang yang ada di foto ini datang ke POLDA Metro Jaya dan melaporkan saya dengan pasal yang tak tanggung-ganggung hukumannya: 8 tahun dan 12 tahun!
Namun anehnya, orang itu ternyata datang ke kantor polisi.
Lalu membuat laporan… di meja pelayanan kehilangan.
Dan di situlah semua orang waras se Indonesia tercengang.
"Kehilangan apa yang dia laporkan? "
Atau...
Apa yang sebenarnya sedang “dihilangkan”?
Waktu berjalan.
Hari berganti minggu.
Minggu berganti bulan.
Bulan berganti tahun.
Narasi liar mulai tumbuh, tapi tanpa arah. Tanpa pegangan.
Semua orang menebak.
Lalu terjadilah 26 Juni 2026.
Hari dimana saya dinyatakan bebas dari penahanan selama proses sidang atas pasal-pasal bengis setahun lalu.
Pada tanggal itu saya diberi kesempatan melihat beberapa barang bukti.
Dan seketika segala teka-teki 450 hari runtuh.
Saya hanya bisa berucap:
"MasyaAllah ta barakallahu".
Di detik itu semuanya, tiba-tiba masuk akal.
Ternyata, ini bukan hanya tentang sesuatu yang hilang.
Ini tentang sesuatu yang dibuat seolah-olah hilang.
Sebuah konstruksi.
Sebuah skenario.
Sebuah langkah kecil, yang jika dilihat sekilas tampak remeh,
tapi jika disusun dalam satu garis waktu, menjadi sangat presisi.
Sekarang coba kita ulang adegannya.
Seseorang datang ke kantor polisi.
Memilih meja pelayanan kehilangan.
Mencatat sesuatu sebagai “hilang”.
Pertanyaannya bukan lagi:
“apa yang hilang?”
Tapi:
“kenapa itu harus dinyatakan hilang… pada saat itu?”
Karena setelah saya melihat potongan bukti itu…
Saya tidak lagi melihat foto ini sebagai kejadian biasa.
Saya melihatnya sebagai:
titik awal dari sebuah narasi yang dirancang.
Dan jika satu titik awal saja sudah tidak jujur,
maka seluruh cerita setelahnya…
patut dipertanyakan.
Ini bukan tentang satu orang.
Bukan tentang satu laporan.
Ini tentang bagaimana kebenaran bisa dibentuk,
pelan, rapi, administratif,
tanpa suara.
Sampai suatu hari, ketika semuanya sudah terlalu jauh,
orang baru sadar, semua adegan yang dipertontonkan, adalah fiksi.
Seperti berkali-kali saya katakan, peristiwa ini sesungguhnya tidak harus dipaksakan menjadi sidang pengadilan.
Akan malu kita semua senegara.
Betul-betul malu.
Kasus penahanan Roy & Tifa yg mencuat pasca-P21 perkara "Ijazah Palsu Jokowi" sejatinya bukan lagi murni masalah hukum, melainkan panggung teater politik “Genk Solo” yg penuh intrik.
Ini terbukti ketika Hotman Paris melayangkan intervensi publik (yg meminta penangguhan penahanan dengan dalih "situasi politik") dan direspon positif oleh pihak Istana (melalui representasi yg menurut Hotman sebagai orang dekat Presiden Prabowo).
Secara gamblang kita sedang menyaksikan sebuah sinyal perlawanan diam-diam dari pucuk pimpinan tertinggi terhadap manuver "orang dalam" yg menjadi binaan “Genk Solo.”
Apresiasi Istana terhadap pesan Hotman Paris adalah kode keras. Dalam bahasa politik, tindakan mengapresiasi pihak yg mengkritik prosedur hukum adalah pengakuan implisit atau fakta tersirat bahwa Presiden Prabowo tidak "satu frekuensi" dengan agenda hukum yg sedang berjalan.
Jika jempol Presiden benar adanya, maka dengan memuji Hotman, Prabowo secara elegan mengirim pesan bahwa Presiden tidak menginginkan kegaduhan yang dipicu oleh kasus-kasus sisa masa lalu Jokowi yg dipaksakan. Ini adalah cara halus untuk menyatakan bahwa Prabowo tidak ingin tersandera oleh beban politik masa lalu yg dibawa oleh kepentingan pihak tertentu.
Terlebih lagi dengan adanya dugaan “gimmick Pahlawan" Gibran di tengah skenario demo mahasiswa, analisis pemikir istana Presiden semakin tajam menyoroti peran Wapres Gibran.
Adanya dugaan indikasi keterlibatan pendanaan mahasiswa untuk aksi unjuk rasa, yg kemudian direspons oleh Gibran dengan tampil sebagai satu-satunya penerima aspirasi (justru saat Presiden dan jajaran lainnya belum memutuskan mengambil sikap), adalah taktik politik klasik untuk menciptakan "State within a State" (Negara di dalam Negara).
Jika info tersebut benar, maka tujuan Gibran jelas bermaksud membangun narasi bahwa ia adalah komunikator publik yg solutif, sementara Presiden digambarkan seolah-olah "menjauh" atau "tidak peduli" terhadap aspirasi rakyat.
Ini adalah upaya sistematis untuk menciptakan jarak antara Prabowo dan publik. Dengan mendanai kegaduhan (unjuk rasa) dan kemudian "memanen" simpati dari kegaduhan tersebut, pihak Wapres sedang memainkan politik pembelahan reputasi.
Jadi sesungguhnya respon positif Istana terhadap Hotman Paris adalah bukti bahwa Presiden telah menyadari adanya upaya "sabotase politik" dari lingkaran Wapres.
Itu sekaligus juga mengirim pesan untuk pihak Polri & Kejaksaan bahwa bahwa tidak ada "perintah Presiden" untuk memaksakan penahanan tersebut.
Jika Polri/Kejaksaan tetap ngotot, mereka berarti sedang menjalankan agenda "pihak lain" di luar garis komando Presiden.
Ketika Istana Presiden merasa perlu mengapresiasi pihak luar (Hotman) untuk membendung narasi yg dibangun oleh Wapres, ini menandakan bahwa Presiden sedang melakukan "detoksifikasi" politik. Prabowo sadar bahwa kasus Roy & Tifa hanyalah umpan yg disiapkan untuk menguji kesetiaannya pada agenda "pembersihan" musuh-musuh politik Jokowi.
Dengan memihak pada narasi "tidak perlu ditahan", Prabowo sedang menegaskan bahwa ia bukan lagi boneka yg bisa disetir untuk memuaskan dendam politik Jokowi dimasa lalu. Dan pembebasan Roy & Tifa dari tahanan menjadi bukti sikap Presiden bahwa masa di mana hukum digunakan sebagai alat intimidasi politik oleh kroni “Istana Solo” pelan namun pasti akan diputus oleh Presiden.
Sebuah signal awal tentang rivalitas halus antara Presiden dan Wapres yg hampir pasti dampaknya akan mengubah peta koalisi secara drastis pada pemilu 2029 mendatang.
Dokter Tifa @DokterTifa buka suara soal kondisinya setelah perawatan di RS Polri. dr. Tifa mengatakan mengalami GERD yang kambuh akibat belum makan sejak pagi, ditambah tekanan dan kelelahan saat menjalani ujian disertasi.
Dokter Tifa menjelaskan ciri-ciri detail yg dimiliki ijazah asli UGM.
Untuk yg ngotot ngaku-ngaku punya ijazah asli UGM tapi ijazahnya tidak memiliki detail seperti yg dijelaskan oleh dokter Tifa ini, percayalah anda sedang mengalami halusinasi parah.
Cc Jokoei
Kehadiran Jokowi dipersidangan diperlukan untuk selesaikan masalah satelit yang melibatkan salah seorang tenaga ahli asing.
Masalah ini belum semua orang Indonesia tahu. Satu persatu kejahatan Jokowi terungkap.
Apa yang terjadi jika IJASAHNYA terbukti PALSU ?! simak sampe habis...!!
segala permasalahan ini akan berdampak pada sistem Politikz hukum, ekonomi, sosial dan kepercayaan seluruh bangsa
Jadi ini yg selama ini dibuat tarik ulur melibatkan orang banyak, karna akan berujung bencana besar terutama bagi keluarga Mulkurap
Dokter Tifa terkulai lemas 19 Juni 2026 pukul 23.00WIB
Foto ini diambil secara candid oleh seorang Jurnalis, momen ketika saya dipindahkan dari IGD ke Ruang Perawatan di RS POLRI Kramat Jati Jaktim.
Saya digendong anak saya, Diky dari bed IGD ke kursi roda, dan digendong Diky lagi dari kursi roda ke mobil tahanan untuk di bawa ke ruang Perawatan.
Catat ya: dibawa dari IGD ke Mobil Tahanan!
Bagaimana GERD saya tidak kambuh, jika dari jam 06.00 pagi saya digelandang ke POLDA Metro Jaya tanpa sempat sarapan,
Lalu menghadapi Ujian Disertasi dengan 12 orang Penguji Profesor dan Doktor, dengan dijaga dan dikelilingi Polisi
Setelah Ujian selesai, saya menghadapi Ujian berikutnya yaitu dipindahkan dari Unit Kamneg ke Tahanan
Yang prosesnya jauh melampaui jam makan siang
Dan dari Tahanan masuk ke sel
Sama sekali tidak sempat duduk untuk makan.
Baru sore menjelang maghrib ketika saya akan diperiksa di RS Kramat Jati, Polisi mengizinkan seorang Relawan datang ke Tahanan membawakan nasi bungkus, yang celakanya isinya nasi padang yang super pedas. Saya paksakan makan beberapa suap. Lalu berhenti karena perut tambah nyeri.
Lengkap sudah penderitaan GERD.
Untuk para pasien GERD pasti tahu seperti apa rasa serangan GERD itu.
Seperti ada pedang yang menusuk dari lambung tembus ke punggung.. Pedang satu lagi dari ulu hati tembus ke rahang, lalu pedang satu lagi dari epigastrium menembus ke dada.
Ketika menjelang tengah malam seluruh pemeriksaan lab darah, urin, rontgen, EKG dianalisis oleh Para Dokter, lalu mereka memutuskan saya harus dirawat, maka saya harus pindah dari IGD ke ruang perawatan.
Saya berusaha untuk duduk di tepi bed dan berdiri ternyata rasa nyeri luarbiasa hingga badan menggigil.
Maka anak saya minta gendong saya ke kursi roda. Sungguh tak sia-sia saya izinkan dia nge gym di FTL dan biasa angkat beban.
Ternyata ada gunanya ketika Ibunya butuh digendong.
Singkat cerita saya mendarat dengan selamat di ruang perawatan dan bisa meringkuk di ranjang perawatan sambil diinfus dan drip Lanzopracole, yang saya tunggu dari tadi untuk meredakan sakit luar biasa di lambung.
Setelah tiga malam dirawat oleh 5 Dokter Spesialis: Penyakit Dalam, Jantung, Paru, Infeksi, Gastroenterologi,. Alhamdulillah saya membaik walau baru di taraf 50% tetapi cukup kuat berdiri di hari Senin 21 Juni 2026 ketika diserahkan ke Kejaksaan.
Para Termul yang menyalak-nyalak
"Masuk Rumah Sakit di kursi roda begitu ke Kejaksaan segar bugar"
Kalau tiga malam di rawat lalu saya masih pakai kursi roda juga itu artinya saya dirawat Dokter abal-abal! Ngawur aja!
Saya dirawat di RS POLRI Kramat Jati, Mul Termul, Rumah Sakit bagus yang biasa merawat Jendral Polisi!
Dirawat 5 Dokter Spesialis, woi Termul IQ 58.
Ya tentu saja saya sembuh dengan cepat.
Terimakasih kepada Dr Mya, Dr Huda, Dr Donna, Dr Toto, Dr Haris, dan segenap Tenaga Kesehatan RS POLRI Kramat Jati. Anda semua profesional dan excellent!
Saya Sidang Perdana Ijazah Jokowi
Kamis 2 Juli 2026
Lalu Ujian Tertutup Doktor
Jumat 3 Juli 2026
Yang pertama, temenin yuk rame-rame kita ke PN Jaktim
Yang kedua, semoga ngga ada Polici yang ngintipin saya Ujian
Mohon doanya yaaa