Bangga, bangga, dan bangga, pada semangat, usaha dan dedikasi teman-teman Humanies pada hari ini. Mengumpulkan donasi besar dan melakukan segala persiapan dalam waktu singkat, serta bekerja secara akurat dan rapi dalam situasi yang tak ideal, memberi bantuan dan manfaat pada banyak orang hari ini.
Oh ya, bukan hanya @humaniesproject yang turun hari ini. Ada juga @olpproject, @UbahBareng, @relawanJMB, Ubah Bareng Buibu, dan @HaveAnEyesDay. Mereka juga tidak jalan sendiri-sendiri, tapi berkolaborasi erat. Simak akun mereka untuk melihat kiprah mereka hari ini.
Tidak melebih-lebihkan ketika kami katakan justru kami lah yang banyak belajar dari teman-teman ini. Terima kasih semuanya! Terima kasih juga kepada semua yang telah ikut menyumbang. Semoga Allah balas kebaikan teman-teman semua.
@milkcsa Bisa dipercepat kok downfall dia, mulai sekarang panggil dia mulyono, nama masa kecil dia dan masih sering sakit-sakitan hingga diganti nama yg dipakai sekarang. Semakin banyak orang yang panggil dia mulyono semakin cepat nasib apes menghampirinya
Guru Besar Universitas Indonesia memberikan pernyataan sikap terkait rencana revisi UU Pilkada yang menyepakati hal berdeda dengan putusan MK.
Dalam dokumen pernyataan sikap tersebut Guru Besar UI bahkan menyebut bahwa kini tengah terjadi krisis konstitusi akibat dari pembangkangan DPR RI.
| Mata Najwa
“Kami yang lagi pada kerja diserang juga [oleh polisi],” sebut warga yang ditemui Narasi.
Simak live reportnya di YouTube dan Instagram Narasi Newsroom, juga Instagram Mata Najwa.
| Narasi Daily
Wakil Presiden, anak sulung Mulyono.
Gubernur Sumatra Utara, menantu Mulyono.
Gubernur Jawa Tengah, anak bungsu Mulyono.
Semua lewat proses yang sangat cacat secara demokrasi. Semua naik lewat karpet merah propaganda.
Apakah kalian mau masa depan seperti ini?
driver ojol yang nolak bayaran peserta aksi yg otw gedung dpr dan bapak2 asongan bagiin jualannya GRATIS ke peserta aksi, mereka lebih punya empati dibanding orang yang ngabisin 400rb buat makan roti