ga, ini serius, prabowo harus stop pidato tuh bukan semata mata karena WNI capek. tp omongannya beneran ngeri bgt. ok lah kalo nyenggol rakyat, kita masih bisa maki maki ni orang.
tp kalo nyenggol negara lain? imbasnya bukan cuman ke presiden aja, tp ke kita juga. kemarin Iran, sekarang Cape Verde. besok negara mana lagi?
kata kata yg diucapkan di podium kepresidenan bisa dibaca sebagai sinyal bagaimana Indonesia memandang suatu persoalan internasional loh dan pilihan bahasa seorang PRESIDEN sangat dapat memengaruhi cara mitra internasional membaca posisi Indonesia.
ga lucu wok, kalo negara kita tiba tiba dapat masalah cuman karena pidato lu doang. keep ur fuckin mouth, stfu.
emg beriman tuh paling nyaman kalau berkecukupan kak 👍👍 kalau lapar terus disuguhin ayat jg orangnya juga jadi gak kenyang. udah ga bisa baca nuance, insensitif lagi
ada alesan cpns ga buka dua tahun dan pembukaan militer diprioritaskan besar2an btw. the contents we've been seeing is their current strategy, memperkuat solidaritas internal militer supaya pas disuruh bunuh2in rakyat gada ragunya.
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster
Gimana?
Berisiknya kita soal MBG dan kematian petugas Kopdes karena keletihan latihan militer sudah nyaris hilang terganti sama isu LGBTQ ya?
Masih belum percaya ini playbook rejim fasis yang selalu korbankan minoritas?
“Endasmu.. eh eh sorry sorry.”
Dia tuh tau rakyat mengkritik ucapan ga pantes dia saat pidato, tp di sini sengaja banget diucapkan dg entah apa maksud dan niatnya silakan nilai sendiri 😔💔
Terus diakhiri “Emang gw pikirin?”
Anjirlah ga ada harapan lagi klo gini mah 😩
Bagus banget ya cara ngomong Mbak Fathimah Azzahra ini. Berisi dan tenang. A breath of fresh air.
Another reminder to give more seat to women. Look what we can bring to the table.