Mengerikan sangat fitnah para pembenci Anies. Sejak Anies ganti ava pakai masker dgn latar belakang kabut asap, ternak2 dajjal dikerahkan utk fitnah.
Subhanallah.
Menerima penghargaan The Freedom of the City of London.
Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah.
Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yg boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai. Hanya ada deklarasi yg dibacakan dengan kata2 yg sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri satu kalimat sambutan: “a Citizen of London.”
Penganugerahaan Freedom of the City of London adalah salah satu tradisi sipil tertua di dunia. Tercatat sejak 1237, awalnya ia menandai status warga merdeka yg berhak berdagang di kota London. Kini ia diberikan kepada mereka yg dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik. Dalam daftar panjang penerimanya ada Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, J.K. Rowling, Tim Berners-Lee, Harry Kane, Andrew Lloyd Webber, dan banyak lainnya.
Nominasi bagi kami datang dari Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones. Upacara dimpimpin The City Remembrancer selaku kepala protokol. Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor 2021-2022, berdiri di samping mendampingi sepanjang upacara. Fery ikut hadir menyaksikan prosesi yg amat khidmat itu.
Kami sadar, yg dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja2 kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama.
Dalam sambutan singkat, satu pesan disampaikan, kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yg belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota2 kita.
Kami menutup sambutan singkat di Guildhall kemarin dgn satu kata bahasa Indonesia. Kata yg diteriakkan bangsa ini pada 1945, dan masih diteriakkan setiap kali kita berbahagia. Kata yg dalam bahasa Inggris berarti freedom.
Merdeka!
Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta.
“stop salahin voters 02, kan kita juga gak tau bakal kayak gini”
kalo 5% aja otak lo pada dipake waktu pemilihan, seenggaknya ada kemungkinan kondisi kita gak secacat ini
enak aja lu pada udah jogat joget bangga milih dan ngatain orang-orang “barisan sakit hati” tapi begitu
Greta Thunberg raises awareness of the Kalimantan fires and haze crisis:
“The fires and haze crisis is far from over. As terrifying as this footage is, the reality on the ground is much worse than what you see on social media. 2 million acres of forests have been destroyed by fires. Animals have been burned alive, people are dying and suffocating, villagers have lost their forests and rubber trees, firefighters have died, and 277,075 people have been hospitalized due to acute respiratory infections, including 62,400 children under the age of five. This situation has been ongoing for four months. Please continue to support by donating today to Borneo’s Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign to help firefighters, build more haze shelters to protect people, especially children and vulnerable groups, and save the remaining forests.”
indo udah HANCUR pun masih ada yang percaya prabowo aslinya baik, dibohongi bawahannya, PALAK OTAK KAUUUUUUUU GILO BABIIIIIII TOLONGLAH AKAL DIPAKE LANCIAOOOO that IBLIS is 75 years old today dan lu believe he's innocent like a baby gugugaganjing PAOK KALI KAU PILATTTTTT
JELAS & NYATA SIAPA DALANG KARHUTLAH YG SEBENARNYA. PANTASLAH SEMAKIN LAMA PADAM SEMAKIN LUAS PULA LAHAN SAWIT YG AKAN DITANAM TERNYATA BENCANA YG DICIIPTAKAN SECARA TERSETRUKTUR.