هندية مُسلمة في ولاية راجاستان #الهند تُدعى "رشما" كانت تمشي وهي محجبه وبالخطأ دخلت منطقة هندوس فأنهالوا عليها بالضرب وكبلوها وقادوها الى منطقة معزولة واغتصبوها بشكل جماعي وهذه لحظة إيجادها وهي لاتستطيع المشي بسبب ماواجهت.
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
Lagi2 guru honorer jadi korban...
Selama 16 tahun mengabdi di SDN 169 Sadar, Bone, Hervina menjalani peran yang sering dielu-elukan sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Tapi realitanya jauh dari slogan. Gaji rapelan Rp700 ribu untuk empat bulan, yang berarti sekitar Rp175 ribu per bulan. Bukan cuma angka, itu simbol betapa rendahnya prioritas terhadap pendidikan dasar dan para pengajarnya.
Ironinya, ketika ia membagikan momen sederhana, sekedar rasa syukur karena bisa melunasi utang warung, namun yang datang justru sanksi. Bukan evaluasi sistem, bukan empati, tapi pemecatan. Lebih menyakitkan lagi, keputusan itu disampaikan secara tidak profesional, hanya lewat pesan WhatsApp, bahkan bukan langsung dari kepala sekolah.
Di titik ini, publik marah. Dan kemarahan itu masuk akal. Karena yang diserang bukan pelanggaran berat, melainkan kejujuran tentang kondisi yang memang nyata: guru digaji tak layak.
Tekanan dari masyarakat, dukungan dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), hingga sorotan Komisi X DPR RI akhirnya memaksa Dinas Pendidikan Kabupaten Bone turun tangan. Mediasi dilakukan. Kepala sekolah diminta meminta maaf. Dan keputusan pemecatan itu pun dibatalkan.
Akhirnya memang “happy ending”. Tapi jangan buru-buru puas.
Karena pertanyaannya belum selesai, kenapa harus viral dulu baru adil? Kenapa harus menunggu tekanan publik untuk memperbaiki ketidakadilan yang sudah berlangsung bertahun-tahun?
Kasus Hervina membuka satu hal yang tak bisa ditutup lagi, masalah guru honorer bukan soal individu, tapi sistem yang membiarkan ketimpangan terus terjadi. Dan selama itu belum dibenahi, cerita serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang kembali.
Setelah UU TNI disahkan tampaknya tidak terjadi perubahan apapun, namun lain di Papua, terjadi perubahan besar yang tidak perna kita ketahui.
Dan hal ini yang di khawatirkan Andrie Yunus kalau terjadi demiliterisasi, soalnya ada kengerian yang terjadi yang belum perna kita dengar.
Simak ini...📍
Seorang calon Polwan bongkar aksi bejat oknum polisi yang memperkaosnya berkali-kali sampai pingsan pada Selasa, 28 April 2026. Korban mengaku dipaksa melayani pelaku meski sudah tidak berdaya. Institusi Polri benar-benar diuji untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.