Saya ingatkan lagi postingan saya beberapa bulan yang lalu.
MBG itu ibarat piara monster yang harus dikasih makan terus. Ia memang bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk melanjutkan kekuasaan (baca: 2029).
Kini, APBN kita sudah memasuki lampu kuning, menjelang merah. Anggaran sudah menipis, sementara kita mendapat tekanan dari harga minyak dunia dan rupiah yang terus terpuruk. Pemerintah perlu melakukan penghematan. Salah satu cara tentu saja menghentikan MBG.
Tapi dipihak lain, jika MBG distop, ia akan memakan tuannya sendiri. 900 ribu orang yang bekerja di SPPG tidak akan tinggal diam kalau MBG distop begitu saja. Cukong2 MBG yang terancam keuangannya juga akan membiayai demo besar2an untuk memaksakan supaya MBG tidak dihentikan.
Benar2 buah simalakama.
Buat yang belajar bahasa Inggris, istilahnya "caught between a rock and a hard place".
Atau yang lebih canggih: found him/herself between Scylla and Charybdis.
Catatan: Scylla adalah monster laut, dan Charybdis adalah pusaran air mematikan.
MBG memang dari awal sudah seharusnya tidak dilaksanakan langsung secara masif
Peran ahli gizi di MBG itu kan jelas ya, supaya penyerapan gizi untuk penerima MBG bisa optimal.
Masalahnya yang dicari MBG itu penyerapan anggaran, bukan penyerapan gizi. Ahli gizi jelas kurang kompeten dalam mengoptimalkan penyerapan anggaran. Sekian.
🙏🏻😇
#Gempa Mag:4.7, 05-Nov-2025 17:37:10WIB, Lok:3.27LU, 117.72BT (16 km Tenggara TARAKAN-KALTARA), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
everybody becomes shinichi kudo kalo udah masalah skandal artis tapi kemakan gimmick joget penjahat HAM yg kalo mau tau background-nya tinggal googling doang