@AREAJULID Ehh buset she can have it all , makan enak , gak kekurangan apapun ajah bilang lagi stress lah gimana kite" jadi nakes insentip telat gaji gak seberapa taruhan nyawa bantuin orang sakit covid 😂
SKENARIO FUFUFAFA JADI PRESIDEN 🚨
Sekarang penggiringan amarah publik ke Grib–>Prabowo sedang dijalankan. Tujuannya satu wak, memuluskan fufufafa naik jabatan.
Polanya sederhana. Jangan pura-pura tidak melihat wak.
- Botok dijadikan umpan demo.
- AMPB dipanggil untuk tarik massa lintas daerah.
- Isu dinaikkan lewat mandiri dan represi parcok.
- Berita diviralkan. Eksposur dilebarkan.
- Rakyat marah. Rakyat berkumpul.
- Penguasa gagap. Aksi mulai membesar.
- Botok dan AMPB diterima audiensi biar masalah cepat SELESAI.
- AMPB dan Botok pergi sebelum seluruh massa kumpul.
- Massa yang baru datang merasa dikhianati.
- Massa tetap bertahan. Tanpa pemimpin aksi.
- Malamnya amarah meledak. Bentrok terjadi.
- Penguasa menghindari konfrontasi langsung aparat vs warga.
- Ormas dekat penguasa dijadikan tameng.
- Orang tanpa pemimpin berkelahi dengan orang tanpa pemimpin.
- Satu pihak merasa benar karena menyuarakan rakyat.
- Satu pihak merasa benar karena ingin Jakarta KONDUSIF.
- Paginya narasi provokator mulai diangkat.
- Sasaran tembak sebagai kambing hitam diarahkan ke PDIP.
- Beberapa saat kemudian berita korban meninggal mulai dinaikkan.
- Lalu diglorifikasi pelaku ormas pesawat.
- paginya Prabowo dijadikan sasaran amarah.
- Tidak lama kemudian muncul provokasi sweeping ormas pesawat.
- Paginya 29/8 algoritma mulai memupuk amarah.
- Siangnya mulai ada pergerakan: Prabowo sebagai pembina ormas pesawat.
- Para pengatur skenario merancang chaos kedua.
- Amarah rakyat dipancing lawan rakyat.
- Penguasa bingung siapa yang bermain.
- Ada terduga aktor. Penguasa ragu.
- Intinya satu wak, ciptakan chaos dengan cara apa pun.
- Arahkan amukan rakyat ke penguasa.
- Harapannya adalah pergantian penguasa.
- Naiklah si fufufafa.
Ini bukan kebetulan. Ini permainan tingkat dewa.
Kalau kalian tidak bisa menarik benang merahnya, kalian hanya akan terbawa arus algoritma yang sudah disetting.
Waspadalah, wak.
📌 Meme “Prabowo Sendiri” Mengguncang Linimasa
Meme “Prabowo Sendiri” mendadak viral di media sosial.
Dengan visual epik berlatar Monas dan teks “Kami Tidak Bersama Prabowo”, unggahan tersebut menjadi satire politik yang memancing beragam reaksi serta spekulasi di tengah masyarakat.
Jadi harus tunggu viral dl baru Desil dirubah, itu namanya ngasih kerjaan sama netijen.
Yg nerima duit BPS.
Yg ngga becus kerja BPS.
Yg bikin susah rakyat BPS.
Terus masyarakat disuruh menyisir kesalahan san ke tdk becusan yg mrk buat.
Enak amat hidup kalian...
Si Penakluk Hercules!
Hengky Haryadi, pria kelahiran
Palembang 16 Oktober 1974 ini
dikenal tegas dan tak pandang
bulu dalam hal memberantas
premanisme.
Sepak terjang jebolan Akpol 96
yang saat ini menjabat sebagai
Wakapolda Riau, tercatat 3 kali
membekuk Rosario de Marshal
alias Hercules:
1. Tahun 2013: Penangkapan di
kawasan Kembangan, Jakarta
Barat, ketika Hengky menjabat
sebabai Kasat Reskrim Polres
Metro Jakarta Barat.
2. Tahun 2017: Penangkapan di
Kalideres, Jakarta Barat, ketika
Hengky menjabat Kapolrestro
Jakarta Barat.
3. Tahun 2018: Penangkapan di
Kalideres, Jakarta Barat, ketika
Hengki masih menjabat sebagai
Kapolrestro Jakarta Barat.
Ujarnya:
"Saya tidak takut, sebab negara
tak boleh kalah oleh preman."
𝗖𝗨𝗠𝗔 𝗛𝗘𝗡𝗚𝗞𝗬 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗕𝗘𝗥𝗔𝗡𝗜
𝗦𝗔𝗠𝗔 𝗣𝗥𝗘𝗠𝗔𝗡 𝗛𝗘𝗥𝗖𝗨𝗟𝗘𝗦
𖥔 Ahmad owner kolam pancing minta
ganti rugi krn air kolamnya diambil helikopter water boombing untuk padamin karhutla
𖥔 terdapat 2 ton ikan berbagai jenis di dalam kolam yg dikelola secara khusus untuk pemancingan
𖥔 ikan jadi stress dan banyak yg mati
𖥔 heli udah beberapa kali ambil air dari kolamnya. udah berusaha dicegah dgn ngasih kode tapi tetap diambil
𖥔 kolam udah ada sejak 2010. dikelola pakai biaya sendiri bukan dari pemerintah
𖥔 saat musim kemarau, ia bahkan harus mengeluarkan Rp 600 rb setiap kali ngangkut air untuk mempertahankan debit air
⚠️ INFO A1 ⚠️
Basecamp ormas preman GRIB Jaya yang membunuh warga Pejompongan sudah terdata.
Kabarnya ribuan warga dari berbagai komunitas JABODETABEK sudah berkumpul hari ini, untuk memulai sweeping dan mencari pelaku pembunuhan pak Bambang.
maulid nabi yang harusnya jadi budaya acara kumpul sama saudara sesama islam, malah buat manusia manusia di dalamnya jadi arogan dan sombong sama manusia lainnya.
konteks: kita baru pulang dan bawa mobil. mau parkir di lahan kostan, ternyata dipake sama warga untuk dijadiin tempat parkir tamu maulid nabi masjid di depan. masalahnya, bapaknya dateng marah marah pas kita disuruh RWnya muter balik dulu untuk parkir di area luar kostan. dan kita gaada marah marah sama sekali. bapak ini kesel karena kita nanya “di basement ga bisa yaa pak?”
parkiran kost kita ada basement btw. oiya, acara belum mulai ya ini. :)
Akhirnya penasaranku terjawab, kenapa shoope gak mau lagi pake jasa expedisi J*T cargo dan J*T expres
Nah contoh kayak dikasus ini nih, dibongkar langsung sama seller
Ternyata banyak seller yg rugi ratusan juta karna barang yg di pick up dari toko seller gak semua di setorkan ke counter
Contohnya gini:
misalnya paket dari seller di pick up 20 psc, nah sama admin ini cuma di scan paket 15 pcs, sisanya 5 paket di colong, begitu trus tiap hari, jadi ga masuk data status pengiriman
Gongnya: setelah barang comot ini udah banyak, admin ini buka toko online sendiri menjual barang yg sama dg harga jual 2 kali lebih murah.
Jual barang tanpa modal apa gak untung banyak?
Untung anjir, gilaa yaaaa ada oknum gini...
📌 SOROTAN NETRALITAS PENEGAKAN HUKUM
Aparat bertindak cepat mengamankan pembawa golok saat demo BEM UI Agustus 2026 di DPR.
Namun, penanganan kelompok pembawa kayu memicu kritik tebang pilih.
Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan tetap objektif dan meminta publik tidak terprovokasi hoaks.
Sampe di hapus sama tiktok video ini
Kronologi:
bang malik fajar lagi ngevideoin di tempat kejadian dan tiba tiba ada "segerombolan Intel" yang langsung menyergab tanpa aba aba dan terjadi lah pengeroyokan secara membabi buta ke masyarakat
bang malik fajar: "saya pribadi ingin menolong nya namun saya melihat banyak dari pihak Intel tersebut membawa rotan dan rantai segingga saya mengamankan diri dari kejaran tersebut."
WE'RE DOOMED, WE'RE FINISHED
KETIKA PREMAN MEMILIKI KEDEKATAN DENGAN PRESIDEN DAN KRONI2NYA, DISITULAH SEBENARNYA NEGARA INI SUDAH BUKAN UNTUK RAKYAT KECIL LAGI
KALAU PRABOWO MASIH DIAM TANPA TANGGAPAN, BERARTI MEMANG PEMERINTAH TIDAK LAGI MENJALANKAN AMANAT UUD 1945
MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA ❌️
MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM ❌️
MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA ❌️
IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA ❌️
PEMERINTAHAN SEPERTI INI YANG MAU DIPERTAHANKAN?
Ada rekaman suara yang bocor nih, kalian dengerin sendiri aja deh.
Padahal kemarin bilangnya gak ikut, tapi di rekaman ini kok disebut yaa.
Sc : presiden_netizen_indonesia1
Sekitar pukul 21.00-22.00 terdapat beberapa video yang diunggah netizen dan beberapa akun berita lainnya tentang kelompok hewan berpita putih dan membawa bambu yang turun di beberapa titik dengan menggunakan truk dan bus.
Entah siapa hewan-hewan tersebut, yang jadi pertanyaan:
1. Siapa Mereka (yang pasti bukan pendemo dong)
2. Apa Motif Mereka (yang pasti bukan niat damai dong).
Mengapa baru tayang di malam hari dan membawa salah satu alat peraga tawuran?
Sungguh keterlaluan jika ini adalah bagian daripada strategi setan-setan untuk bikin rusuh Indonesia, masih modelan ya pake strategi kerusuhan? Siapa yang mampu kerahkan massa segitu banyaknya?
Bagi netizen yang ada di jam malam dan melihat hewan² berpita putih itu, silahkan komentar.
Sc: critical. collapse
Waduh…!! Bukti lagi???
Jejak digital kembali menjadi sorotan.
Dalam unggahan yang beredar, muncul klaim bahwa GRIB Jaya mendapat instruksi dari pusat terkait “pengamanan”.
Pernyataan ini pun memunculkan pertanyaan besar di tengah ramainya isu kericuhan dan dugaan keterlibatan sejumlah anggota ormas. Jika benar hanya untuk pengamanan, mengapa narasi tersebut justru muncul bersamaan dengan sorotan terhadap GRIB Jaya dalam kerusuhan?
Publik tentu berhak mempertanyakan siapa yang memberi instruksi, apa bentuk pengamanannya, dan untuk kepentingan siapa. Jangan sampai label “pengamanan” hanya menjadi dalih untuk membenarkan tindakan yang berujung keresahan di tengah masyarakat. Semua pihak yang diduga terlibat harus diperiksa secara objektif dan transparan. Jejak digital sudah beredar. Kini publik menunggu klarifikasi dan pembuktian.
Sc: mahasiswamelawan. co