In Case You Missed It: Ratusan pelajar ikut dalam aksi dukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam.
Hari minggu harusnya menjadi hari libur bagi mereka. Namun pagi itu, mereka harus ikut dalam aksi damai bersama sekolahnya.
Pelajar datang mengenakan seragam sekolah asal. Mayoritas di antara mereka mengaku hanya ikut arahan sekolah.
Salah seorang pelajar yang ditemui masih menguap karena harus bangun pagi untuk ikut aksi damai ini. โBelum sarapan dan masih ngantuk,โ kata pelajar sekolah menengah pertama tersebut.
Pelajar datang menggunakan kendaraan yang disediakan oleh sekolah. Mobilisasi pelajar ini dikerahkan guna mendukung program MBG di tengah ramainya penolakan untuk menghentikan program.
Padahal, melibatkan mereka lewat Dinas Pendidikan dan sekolah melanggar netralitas pendidikan. Pasal 15 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan anak berhak dilindungi dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren ๐๐ป๐ญ๐ฅ
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 โบ๏ธ๐