Sebelum terlambat baca ini, menurut keyakinan saya
Hal yang Perlahan Dipelajari Pria
Seiring Bertambahnya Usia
1. Tidak ada wanita yang mencintaimu
apa adanya, mereka mencintai apa
yang bisa kamu lakukan untuk mereka.
2. Tidak ada yang akan datang untuk
menyelamatkanmu.
3. Tidak ada yang peduli sampai kamu
kaya atau meninggal.
4. Uang akan menyelesaikan sebagian
besar masalah.
5. Tidak ada wanita yang benar-benar
menjadi milikmu.
6. Rekan kerja Anda bukanlah teman
Anda.
@KapudS640 Berurusan dengan orang miskin memang paling menjengkelkan. Kalau Mereka yang jadi korban, habis kita diporotin. Giliran mereka jadi pelaku, pasang muka sedih dengan kalimat andalan, saya miskin nggak punya apa-apa.
Temenan itu emang ada masa expirednya kok gess. Aku punya temen sampe taun 2024 chat setiap hari, terus hampir tiap hari ketemu terus makan bareng main bareng. Pokoknya sesering itu, sampe kalo ditanyain sama orang rumah kita lagi berdua. Terus gak tau kenapa taun 2025 akhir tuh jadi renggang secara sendirinya. Kalo dari aku, aku gak tau kenapa ya. Eh kemaren aku baru tau dia ternyata punya nomor baru sama medsos baru. Pantes aja aku gak pernah liat status dia.
Ada yang namanya friend of season. Teman yang dulu akrab sama kita saja pas sekarang ketemu sdh gak bisa seakrab dulu lagi, sudah beda visi, sdh gak nyambung lagi obrolannya. Biasa saja. Saya diajak teman lama ketemuan atau reuni juga menghindar atau menolak kok. Kehidupan berjalan terus, fokus sekarang dan masa depan saja.
@LambeSahamjja anjing ini orang bangsat goblok setan, BNI juga gatau malu ini padahal ex karyawan tapi masa ganti cuma 1/4? gapunya malu emang orang yang berhubungan sama negara. Yang punya BNI kata gua mah tutup aja semua rekeningnya pindah ke swasta yang jauh lebih baik
Gue kemarin baca novel Crazy Rich Asians. Ada ucapan dari Eleanor Young yang nyantol di kepala:
Bahwa momentum itu lebih menentukan jadi/tidaknya sebuah hubungan ke pernikahan. Dari sekadar besaran rasa cinta itu sendiri.
Misal, pas sekolah / kuliah suka banget banget sama seseorang. Tp lu ga siap mental, pikiran, ekonomi, dsb. Pokoknya ga ready aja. Segimanapun berdua saling suka, kalau momentumnya ga pas, ya bisa aja bubar. Misal, pacaran tp jadi posesif atau suka berantem krn blm siap utk difficult conversation.
Tp kalo udh nemu momentumnya, misal udah stabil kerjaannya, udah lebih dewasa, dsb, maka lu bs aja nikah sama seseorang yang cinta-nya "just ok", ga harus menggebu2 kayak pas first love jaman muda dulu.
@pakar_ai@BloSeger@enoliska_ Ini contoh bukan kol/buzzer. ancamannya nyata. beda kan dg standup komedi, acara satir politik, podcast dll yg seolah2 kritik tajam tp penguasa senang. justru mendekat dan diundang podcast. itu ciri2 buzzer terselubung. penguasa merasa aman meski di kritik
Amerika berharap pembunuhan Khamenei memicu runtuhnya rezim mullah. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebutnya sebagai momen “pembebasan”.
Tapi para analis menilai realitas di Iran jauh lebih rumit. Serangan udara bahkan tak mudah buat menggulingkan rezim Iran dalam waktu singkat.
| Narasi Daily
@ARSIPAJA Wakil Ketua DPR ga penting. Udah perwakilan rakyat diwakilin lagi. Bisa diganti wakil ketua OSIS, ketua kelas SMP, mahasiswa baru, atau siapapun ada orang lewat juga bisa.
The reason why I will never go back living in Jakarta. It is just getting worse over time.
I love my privilege living only 2.5KM from my workplace, allowing me to commute by bike less than 15 minutes. This is now my criteria to consider where to live and work.
@ARSIPAJA kualitas bbm pertamina jelek.solusi:
perbaiki kualitas nya ❌️
bikin peraturan baru supaya gaada yg kualitas nya lebih bagus ✅️
gini amat jadi orang indon
@bangherwin Padahal kalau dia blg “Kami akan membatalkan semua kenaikan gaji & tunjangan, mencabut segala fasilitas dll” mungkin kita jadi agak adem.
Ini malah blg salah data. Either they’re liar or stupid or both. Mereka bener2 nganggep kita semua tolol.