!2DFESS Selamat hari libur, semua. Kami dari 27 bulan Mei hendak mencari teman baru, silahkan RT cuitan/drop IC jika berkenan. Sekaligus kalau ada paguyuban I-OC/Hoyo kami mau ikut ya. Terima kasih!
— untuk disambut dengan sebuah pemandangan yang tak disangka-sangka, tak masuk dalam prediksi saya.
“jema.. astaga.” terkejut? sudah pasti. ia nyaris melepas genggam terhadap bingkisan taco. yang mana kini mendarat pada sofa terdekat. tanpa saya mengalihkan pandang —
— saya menanggalkan ikat pinggangnya.
“well, the worst thing to happen is ended up in police station but,” risleting dibawa turun pelan-pelan, “having sex inside the prison sounds good to me, unfortunately.” : @dekroond
— genggam tangan saya. rematan-rematan lembut nan menutut bersatu padu dengan gigitan terhadap bibirnya. memperdalam pagutan ketika kerah dengan sukarelanya ditarik untuk mendekat. cumbu yang jatuh pada syahwat kami kian membara, kian tak tertata. sebagaimana dengan tergesa —
@dekroond tidak selamanya menang akan di tangan ia, benar? saya punya permainan sendiri yang bisa dimenangkan. lima belas menit saya lalui untuk merayapi jalan stamford yang malam itu cenderung lengang dan tenang.
menyempatkan diri pula ‘tuk mampir di kedai tacos langganan, dua porsi —
— tidak terburu, tidak tergesa. saya biarkan gairah kami memenuhi udara sehela demi sehela. tangannyayang bebas saya raih, dituntun menuju kancing-kancing kemeja saya yang masih rapai terkunci.
“kita bisa lakukan di sini, asal kamu tidak terlalu berisik, @dekroond.”
— tentu bukan harundika.
saya kembali mempertipis jarak, mengecupi seluruh bagian parasnya bagai tengah memetakan cinta yang sukar ‘tuk dicerna. berlabuh pada bibirnya, biang goda paling piawai. pagut menyambut seakan mencoba ‘tuk teruskan apa yang sempat tertunda. —
@dekroond — lalu berjalan keluar dari klinik yang telah gelap sebagian besar penerangannya.
| text: jemael.
harun. - i always trust you.
harun. - that's more like it.
harun. - stop now, i'm on my way.
@dekroond benar, begitu cara main saya, jema. saat denting notifikasi kembali terdengar, saya melirik sekilas dari layar yang menyala terang. ‘touching myself’, katanya.
saya tersenyum samar. kejujuran tak selalu buruk, bukan? merapikan berkas-berkas, —