Who’s gonna win the World Cup? 🌎🏆
🇫🇷 France vs. Sweden 🇸🇪
🇺🇸 USA vs. Bosnia 🇧🇦
🇨🇭 Switzerland vs. Algeria 🇩🇿
🇿🇦 South Africa vs. Canada 🇨🇦
🇳🇱 Netherlands vs. Morocco 🇲🇦
🇵🇹 Portugal vs. Croatia 🇭🇷
🇪🇸 Spain vs. Austria 🇦🇹
🇧🇪 Belgium vs. Senegal 🇸🇳
🇧🇷 Brazil vs. Japan 🇯🇵
🇨🇮 Ivory Coast vs. Norway 🇳🇴
🇲🇽 Mexico vs. Ecuador 🇪🇨
🇩🇪 Germany vs. Paraguay 🇵🇾
🇦🇷 Argentina vs. Cape Verde 🇨🇻
🇦🇺 Australia vs. Egypt 🇪🇬
🇨🇴 Colombia vs. Ghana 🇬🇭
🏴 England vs. DR Congo 🇨🇩
Gw bukan buzzer sumpah.
Cuma mau jelasin dari sisi perpajakan.
Iuran JHT itu sumbernya dari pekerja dan pemberi kerja.
>Iuran JHT yang dibayar pekerja sudah menjadi pengurang penghasilan kena pajak (deductible) saat menghitung PPh 21.
>Nah, bagian yang dibayar pemberi kerja sebenernya adalah kompensasi buat pekerja juga kan?
Secara konsep, itu tetap penghasilan pekerja.
Bedanya, negara menunda pemajakannya. karena kan kita ga nerima manfaat langsung, tapi kita dibayarin iuran untuk dapat manfaat di masa mendatang.
Selama uangnya masih nyangkut di BPJS Ketenagakerjaan dan belum bisa dinikmati pekerja, ya belum dipajaki.
Kapan jadi objek pajak? Saat benefit itu diterima. Alias saat JHT dicairkan.
Pemerintah ngeselin iya.
Tapi kalo soal pencairan JHT ini, sistem pemajakannya memang begini. Silahkan saja cek di negara2 lain. Ga ada isu pemajakan berkali2 di kasus ini. cuma beda waktu pemajakananya ajaa
Yang dipajaki adalah penghasilan yang selama ini pajaknya ditunda karena manfaatnya belum diterima.
Demikian.
Kalo udah ngetik panjang2 masih dikomen "udah mulai jadi mitra bakom sekarang?"
emang anjjj
FOR THE FIRST TIME IN 53 YEARS, THE KNICKS ARE NBA CHAMPIONS 🏆
New York defeats San Antonio 4-1 in the NBA Finals, capturing their third championship in franchise history!
𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗵, 𝗜𝗻𝗶 𝗞𝘂𝗿𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗝𝗲𝗻𝗱𝗲𝗹𝗮 🪟
Pernah nggak, sudah pilih kursi, eh ternyata bukan di dekat jendela? 😅
Di kereta api, posisi window seat itu tergantung jenis keretanya. Huruf kursi bisa berbeda posisi. Makanya, penting banget untuk tahu sebelum memilih tempat duduk. 💺
Saya ingin berbagi pandangan sebagai orang yang pernah terlibat dalam mengelola komunikasi publik pemerintah. Tentu pengalaman saya tak seberapa banyak dan mendalam. Namun membagikan apa yang setidaknya pernah dilakukan mungkin berguna sekadar sebagai pengingat dan masukan.
1. Tugas Pemerintah memang menjaga optimisme dan harapan publik. Gestur optimistik ini penting untuk memastikan seluruh jajaran, termasuk rakyat tetap tenang dan dapat beraktivitas normal. Diperlukan situasi dan kondisi yang kondusif dan terkendali. Istilah umumnya: tetap tenang sekaligus waspada. Pada poin ini pernyataan dan narasi yang disampaikan para pejabat setidaknya mencerminkan ikhtiar itu.
2. Maka seringkali yang terjadi di publik bukan perbedaan data atau angka, melainkan cara mengkomunikasikan intensi dan membangun narasi. Acuan kita tetap data tunggal yang objektif dan akurat. Biasanya, dan justru baik bila terjadi, di internal pemerintah diskursus dapat tetap kritis dan tajam untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi serta mengukur dampak dan risikonya, namun narasi ke publik perlu dikelola sesuai poin 1.
3. Mengingat situasi yang dihadapi sangat dinamis, penuh ketidakpastian, dan berisiko tinggi, pemerintah perlu menyusun narasi yang solid dan menyampaikan informasi ke publik dengan hati-hati dan terukur. Jika diperlukan manajemen krisis diberlakukan: pintu informasi dibatasi, dibuat penyampaian informasi yang terjadwal, dan ditunjuk beberapa jubir yang kompeten dan kredibel.
4. Narasi yang solid dan clear ini penting, agar tidak menimbulkan ketidakpastian, mixed feeling, dan spekulasi. Terutama karena kita juga perlu menjaga persepsi market dan investor. Seyogianya narasi yang dibangun tetap koheren, tidak menjanjikan solusi yang instan, tetap mengajak semua waspada dan hati2, dan membangun sensitivitas terhadap potensi risiko. Di titik ini perlu menggandeng dan melibatkan pakar dan ahli yang kompeten dan kredibel untuk menjadi jembatan penghubung dua arah yang baik. Jangan lupa optimalkan peran birokrasi. Mereka punya struktur, SDM, pengalaman mumpuni.
5. Seyogianya pemerintah tidak abai pada risiko yang mungkin menimbulkan ketidakpastian dan dampak langsung pada rakyat. Rakyat dan segenap elemen diajak untuk merespon secara positif dan bijak. Ini kesempatan memberi ruang keterlibatan publik, menghidupkan inisiatif warga, memupuk kebajikan dan keutamaan publik. Misalnya, pemberian insentif dan fasilitas sebagai bentuk perhatian pemerintah, di sisi lain permakluman pada efisiensi belanja yang mendapat atensi publik atau pengurangan kualitas layanan publik.
6. Upaya menenangkan publik patut diapresiasi meski tak perlu dilakukan secara berlebihan. Perlu takaran yang tepat agar semua tetap memijak realitas. Mengatakan semua indikator ekonomi baik, kita punya sumber daya melimpah, atau punya kas yang cukup banyak itu menjadi tak berarti apapun ketika pada akhirnya kebijakan yang diambil adalah pemotongan anggaran, WFH untuk hemat BBM. Ini semua soal skala prioritas dan kemampuan menghadapi potensi krisis secara cepat dan tepat.
7. Tidak perlu menunjukkan sikap terlalu percaya diri atau meremehkan/melawan analisis atau masukan/kritik yang disampaikan, sepahit dan setajam apapun. Cukup dikembalikan pada narasi dan tone positif-optimistik. Ini berpotensi memperlebar battle yang tak perlu, atau mengundang respon lain yang tak selaras. Misal, mengatakan uang kita banyak dan fakta kebutuhan menggenjot penerimaan pajak. Jangan sampai justru terjadi zero sum game dg upaya optimalisasi pajak karena wajib pajak berpandangan: kalau uang pemerintah banyak kenapa mesti ngejar pajak?
Indonesia punya pengalaman menghadapi krisis. Kita sudah membuktikan cukup resilien dan punya kelenturan yang tak dimiliki semua negara. Modal sosial yang penting dirawat dan dioptimalkan. Semoga pemerintah dapat mengelola semua dengan baik, dan kembali fokus melanjutkan pembangunan yang adil, berpemerataan, dan membawa kebaikan bersama.
SIARAN PERS
Catat Waktunya! Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB
Jakarta, 2 Maret 2026 - Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.
“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3).
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas—di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi. Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.
Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.
“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.
Tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia. Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.
BMKG berkomitmen untuk terus memberikan informasi tanda waktu dan fenomena astronomi secara akurat kepada publik. Masyarakat diimbau untuk menikmati fenomena ini dengan tetap memperhatikan informasi cuaca setempat dari kanal resmi BMKG.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG
Rahasia Dibalik Ukuran Kertas A4 yang Selalu Bikin Penasaran! 📏
Kenapa harus tepat 29,7 cm × 21 cm?
Pernah nggak kamu mikir: “Kenapa nggak dibulatin aja jadi 30 × 20 cm? Kan gampang dihafal!”
Aku dulu juga gitu kok. Sini aku spill rahasia matematisnya! 👇
Sehubungan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, pelaksanaan sistem Ganjil Genap di berbagai ruas jalan di Jakarta DITIADAKAN.
Save dan share informasi ini agar perjalananmu selalu nyaman. Diimbau kepada #TemanDishub untuk senantiasa mengutamakan keselamatan di jalan!
#KawanPajak, khususnya para istri, jangan buru-buru panik jika mendapati status NPWP tiba-tiba berubah menjadi Nonaktif di sistem Coretax. Hal ini terjadi karena per tanggal 25 Januari 2026, DJP melakukan penonaktifan massal bagi NPWP istri yang datanya tercatat sebagai tanggungan dalam Daftar Unit Keluarga (DUK) suami. Langkah ini sebenarnya ditujukan untuk menyederhanakan administrasi perpajakan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomi, sehingga kewajiban perpajakan cukup dijalankan melalui satu pintu, yaitu kepala keluarga.
Namun, bagi istri yang memang menghendaki kewajiban pajak terpisah karena status Manajemen Terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH), status tersebut bisa diaktifkan kembali dengan beberapa langkah berurutan di Coretax. Setelah data sinkron, barulah istri mengajukan permohonan Pengaktifan Kembali Wajib Pajak Nonaktif melalui menu Profil Saya agar bisa kembali lapor pajak secara mandiri.