Egypt files FIFA complaint after controversial World Cup loss to Argentina
Egypt demands a probe, pointing to referee Francois Letexier, who they say played a 'decisive role' in Argentina's win
Letexier has since deleted his Instagram page amid backlash
https://t.co/SGji5jlC7X
@alisyarief ini sama sahaja seperti keputusan mahkamah kehormatan MK, ada pelanggaran etik berat tapi keputusan ketua MK nya tetep sah. Lawak..π¬π€¦π
@msaid_didu *orang orang yg gak kompeten & gak pinter pinter amat kecuali pejabat karir, lebih baik nyingkir gak ada tempat & harus tau diri. Relawan bejibun ngantri nagih janji saat yg didukungnya menang.. π¬
@msaid_didu Sistem setelah reformasi, dari jaman Presiden BJ habibie diteruskan presiden Gusdur sdh seperti itu pak. Emang lebih parah lagi Jaman Mulyono sampai skrg sdh gak ada obat lagi.! π¬π€¦π
@blank0429 ini seperti/semacam "State conspiracy untuk melindungi mukidi, bayangkan jika benar-benar ijazah nya salpu byk institusi yg akan kena, khususnya penyelenggara pemilu yg memverifikasi persyaratannya.. π¬π€¦
Jika ijazah palsu Jokowi benar, banyak banyak yg dihukum pidana. Pasal 263 ayat (1) KUHP, yang hingga saat ini masih berlaku, menerangkan bahwa barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.