You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
Selamat untuk sahabat lama saya Marcus Mieztner atas terbitnya buku ini. Marcus adalah dedicated scholar tentang Indonesia. Bukunya bisa di akses disini
https://t.co/crnfnuXL4N
Saya tahu ini cuma insert dari Kompas TV but ini langkah cerdas juga. IHSG ditampilin pas blionya bicara
dalam 2 menit beliau pidato, IHSG Anjlok 5 poin
It was like: keep talking, but IHSG will keep sliding
Kasus Chromebook Nadiem ini sebenernya gimana sih, kok bisa dituntut 18 tahun?
Gue coba jelasin pake bahasa bayi, tanpa istilah hukum yang ribet, Versi Jaksa vs Pembelaan Nadiem ⬇️⬇️
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri:
The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik.
Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak.
Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing.
Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal.
Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia.
Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto.
Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat.
Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.
TAUD menyerahkan surat penolakan korban terhadap proses peradilan militer dalam perkara serangan air keras terhadap Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (11/5).
“Mungkin ini pertama kali di seluruh Indonesia ada hakim yang mengancam korban karena tidak
Adulting phase is: realizing that work is not only about dealing with interesting stuff, being busy, but also with mundane ones - while others might work on more exciting things.
AHY ini politikus yang punya semua privilege yang diinginkan politikus:
>Ketum Partai Aktif
>Bapaknya Presiden 2 periode
>Partainya Demokrat masuk parlemen
>Hidup di dunia militer juga dunia sipil
>Kakeknya Pahlawan Nasional
>Kaya Raya
>Wajah Tampan
>Masih Muda
>Punya Jabatan di Pemerintah
>Pinter bahasa ingrris
>Body ideal
>Bisa dekat ke Prabowo-Jokowi-SBY-Megawati
>Istrinya cantik
dll banyak dah.
Tapi kok elektabilitasnya kecil?
Ada yang tau kurangnya AHY dimana? hahaha
cc:fb Jaha Namrezim
Stop caring so much. People are selfish. They don't say things, they project who they are. Stop taking it personally. Be thick skinned. Let opinions pass. Let judgments pass. Just stay with you. Ask "who am I?". And live from there. That's your core. That's your operating system.
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
Join Professor Marcus Mietzner (@ANUBellSchool) for the launch of his latest book on former Indonesian president Joko Widodo (Jokowi).
Based on exclusive interviews with Jokowi and many of Indonesia's top leaders, Ruling Indonesia shows Jokowi as a president obsessively preoccupied with his economic development agenda, subordinating all other aspects of governance to this goal
In conversation with Dr Eve Warburton (@ANUBellSchool) , the discussion will explore key themes from the book, followed by a live Q&A with the audience.
🗓 Wednesday, 22 April 2026
⏰ 5:00–6:30 pm AEST
📍Hedley Bull Theatre 1, Hedley Bull Building, ANU
For registration, please visit https://t.co/j4HU5kBGax or scan the QR code in the picture.
Ganti framing-nya.
Dari: "Saya kurang dihargai, dapat offer lebih bagus."
Ke: "Saya dapat opportunity yang sangat align sama long-term goal saya. Berat banget ninggalin tim ini, tapi ini chance yang gak bisa saya tolak."
Yang pertama nyalahin. Yang kedua move on dengan classy.