GAMPAAANGG bebb! Ini hacksnya yang penting “FOKUSNYA KE APA” 😉
Present perfect (have/has + V3) itu fokus ke HASIL, waktu pastinya nggak penting.
> Contoh: “I have finished my homework”
Present perfect continuous (have/has been + V-ing) fokus ke PROSES yang masih atau baru aja berlangsung.
> Contoh: “I have been studying for 2 hours”
Future perfect (will have + V3) fokus ke sesuatu yang BAKAL KELAR duluan sebelum momen tertentu di masa depan.
> Contoh: “I will have finished by 9 PM”
Biar lebih jelas coba cek ini 👇🏻
Jaman dulu, orang yang suka computer science (baik hardware maupun software) itu beneran suka dari dirinya sendiri, belajar hal sampe dalem, suka sharing.
Lalu, orang-orang belajar cs cuma demi uang, sekarang isinya banyak larper/AI psychosis atau semacamnya, sick of this crap.
𝗚𝘂𝗮 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗧𝗮𝗵𝘂 𝗠𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗹𝗶𝘀 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗘𝗳𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗽𝘁𝗼𝗽
Lo pernah nggak sih belajar lama tapi tetep ngerasa nggak nyangkut?
Gua juga, hingga akhirnya gua nemu penelitian ini,
Penelitian yang gua baca ini ngerangkum 24 studi yang bandingin handwritten notes vs typed notes.
𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹𝗻𝘆𝗮?
Orang yang nulis catatan pakai tangan saat mendengar kuliah atau pelajaran ternyata dapet nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang nyatet dengan mengetik di laptop.
𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮?
Karena waktu kita nulis tangan, otak dipaksa meringkas, memahami, dan memproses ulang informasi, bukan cuma ngetik cepat tanpa mikir. Effort-nya lebih besar, tapi dampaknya lebih kuat.
Selain itu yang gak kalah menarik adalah penelitian ini bilang peluang lulus mata kuliah bisa 58% lebih tinggi kalau lo nyatet pakai tangan.
Yang perlu diingat di sini adalah gak artinya ngetik pake laptop itu jelek. Laptop unggul kalau lo butuh catatan super lengkap dan cepat, atau punya kondisi tertentu yang bikin lo harus mengetik.
Gua sendiri kalau belajar menggunakan kombinasi tulisan tangan dan mengetik di laptop
Jadi kalian kalau belajar pakai metode yang mana nih?
Kalo kamu mau belajar Supply Chain, ini cocok nih.
Kemarin ada yg share buku ini di Linkedin.
Judulnya “End-to-End Supply Chain — The Complete Reference.”
Uniknya buku ini kayak cerita (dan ini emang niat penulisnya): dari Part I sampai Part XX, semua konsep ditempelin ke SATU perusahaan fiktif yg sama — Nile Beverages, pabrik minuman non-alkohol, dengan produk andalan NB-ORG-500 (minuman rasa jeruk 500ml). Jadi kamu ga baca 20 topik sendiri2, tapi ngikutin 1 produk yg sama: mulai dari cart customer, mundur ke supplier concentrate di luar negeri, muter lewat pabrik & gudang, sampe balik lagi ke rak supermarket — bahkan sampai skenario recall di bab reverse logistics.
Alurnya persis ngikutin gimana barang & informasi beneran gerak.
Part I dia tulis definisi Supply Chain yg sering ketuker sama Logistics/Operations/Procurement, plus framework Plan-Source-Make-Deliver-Return. Part II-III soal customer demand & forecasting — kenapa “demand” beda dari “sales”, dan forecast emang didesain buat ga pernah pas 100%. Part IV-VIII itu bagian “mikirin & bikin”: supply planning nerjemahin forecast jadi rencana produksi & material (MPS, MRP, dst), procurement nego & pilih supplier, inbound logistics narik bahan baku masuk pabrik, manufacturing ngolahnya (OEE, bottleneck, lean), dan BOM jadi “resep” yang nentuin berapa banyak tiap bahan dibutuhin. Part IX-XIV itu sisi fisik yang paling sering ketemu di kerjaan harian: inventory & safety stock, warehousing (FIFO/FEFO), transportasi, distribusi/last mile, order-to-cash, sampai reverse logistics pas ada return atau recall.
Lima Part terakhir (XV-XIX) jadi lapisan yg motong semua fungsi di atas: teknologi yg dipake (ERP, WMS, TMS, sampai AI & digital twin), kumpulan KPI lengkap per fungsi, ritme bulanan S&OP/IBP buat nyelarasin semua departemen, risk management, dan sisi finansial (working capital, cash-to-cash cycle).
Bagian paling “worth it” malah di penutup wkwk, Part XX. Ada 6 studi kasus gaya investigasi — misalnya kenapa OTIF anjlok ke 78% padahal pabrik jalan normal, ternyata akar masalahnya di gudang yg understaffed pas jam bongkar barang (angka2 ini contoh ilustratif di buku, bukan data industri beneran, jangan dipake buat benchmark). Ada juga tabel istilah yang sering ketuker (Procurement vs Purchasing, OTIF vs Fill Rate, S&OP vs IBP), katalog masalah umum + akar penyebab + cara benerinnya, penjelasan “kerjaan sehari-hari” seorang planner/procurement/SC manager itu ngapain aja, bank soal interview dari level beginner sampai advanced, plus glossary lengkap.
Ini yg bikin cocok banget buat freshgrad atau yg mau switch career: tiap bab formatnya konsisten — penjelasan konsep, contoh hitungan pakai angka Nile Beverages, “Manager’s/Planner’s Perspective” (isi kepala orang yang beneran megang posisi itu), common mistakes, sampe pertanyaan interview di penutup bab. Baca dari depan ke belakang otomatis jadi onboarding sekaligus interview prep. Pesan yg terus diulang: ga ada satu fungsi pun yg sukses atau gagal sendirian — forecast meleset bikin inventory jebol, procurement pilih supplier murah tapi ga reliable bikin produksi berhenti. Mindset kek gini biasanya baru kebentuk setelah kerja beberapa tahun, tapi di sini langsung dikasih dari awal lewat satu alur cerita yang runtut.
Bisa download di sini ya>> https://t.co/YZDrEqMz9Z