Mujahid
Mereka adalah Pejuang Kemerdekaan Yg Berjiwa Merdeka
Mereka Mengorbankan setiap Hal yg Mereka Sayangi untuk Mendapatkan Balasan Cinta yg lebih Besar lagi (dari Tuhannya)
Salah satu alasan mengapa Zionis Israel membunuhi anak-anak adalah tentang melenyapkan generasi. Sebagaimana Firaun yg membunuhi seluruh anak laki-laki. Agar tiraninya tak ada yg bisa mengalahkan dan menandingi.
Namun mereka tak sadar bahwa di atas langit ada langit yg lebih tinggi. Ada kuasa Allah Rabbul 'Izzati. Generasi pejuang tak 'kan pernah mati. Ia akan terus dilahirkan ke bumi. Seribu mati tumbuh seratus ribu lagi.
Sampai akhirnya seluruh Zionis Israel tenggelam dalam lubang besar dan reruntuhan yg mereka buat sendiri. Cepat atau lambat mereka musnah di telan bumi. Sedangkan pejuang tetap hidup, walaupun nyawa sudah tak bersama raga lagi.
โขโขโข
One of the reasons why Israeli Zionists killed children is about eliminating generations. Just like the Pharaoh who killed all the male children. So that no one can defeat his tyranny.
But they do not realize, that above the sky there is a higher sky. There is the power of Allah Rabbul 'Izzati. Generations of warriors will never die. They will continue to be born on earth. A thousand die and a hundred thousand will be born again.
Until all Israeli Zionists drowned in the big hole and ruins they made themselves. Sooner or later they perish in the earth. While the fighter continues to live, even though the soul is no longer together with their body.
Sedih saja dengar sepakbola bawa korban ratusan jiwa. Tak sepantasnya nyawa tersia-sia untuk sebuah tontonan yang seharusnya jadi hiburan bersama. Ah..Begitulah, fanatisme buta apapun bentuknya adalah kebodohan nyata.
Tumben fans timnas sepakbola Indonesia dukung Malaysia. Kemarin begitu benci dengan timnas Malaysia, eh sekarang bersyukur mereka kalahkan Vietnam 3-0. Begitulah tak ada permusuhan yang abadi.
Selama kita masih berdiri di bawah sinar mentari yg sama, apa yg terjadi dalam kehidupan dan perjuangan kita hanyalah pengulangan peristiwa saja dengan tokoh yg berbeda.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1443H. Semoga Allah memberkahi dan merahmati kita semuanya.
Heran, ada lagu bergenre rock "aku bukan arab" berseliweran di medsos. Selain terkesan rasis, mereka menunjukkan kebodohan sendiri. Mereka saja boleh pakai budaya barat, apa orang lain ga boleh menggunakan budaya arab?Jangan2 mereka ini tidak anti arab, tetapi anti islam?!
Terngiang-ngiang nyanyian para mahasiswa; "potong bebek angsa, masak di kuali, gagal ngurus bangsa minta tiga kali"..
Btw, gagal atau tidak itu tergantung perspektif masing2 yang menilai. Tapi soal tiga kali, bagaimanapun itu tidak fair. Roll play-nya dua kali. Ya sudah. Titik.
Ada yang berharap Garuda bisa epic comeback atas Thailand di 2022 nanti. Tapi realistis sajalah. Untuk sekadar menang, peluangnya hanya 1%. Sedang untuk juara AFF peluangnya 0,01%. Gajah perang 99,99% yang akan jadi kampiun. Sedih tapi sadar diri :-(