MBG dan KDMP perlu dikaji ulang, dievaluasi kebermanfaatan dan capaian realisasinya, jika memang tidak layak, tidak perlu dilanjutkan. Alihkan ke program lain misal perlengkapan sekolah gratis seperti seragam, buku, alat tulis, dll.
RAPBN 2027 dan Nota Keuangannya resmi disampaikan.
Yuk, lihat gambaran #UangKita untuk tahun depan, mulai dari target pembangunan, kondisi ekonomi, hingga berbagai program yang menjadi prioritas. ππ»
#KitaIndonesia#HUT81RI#UangKita#NotaKeuangan2027
RAPBN 2027 dan Nota Keuangannya resmi disampaikan.
Yuk, lihat gambaran #UangKita untuk tahun depan, mulai dari target pembangunan, kondisi ekonomi, hingga berbagai program yang menjadi prioritas. ππ»
#KitaIndonesia#HUT81RI#UangKita#NotaKeuangan2027
@aiiisaja@keluhkesahkonoh Ilmu fisika itu penerapannya di kehidupan sehari-hari, gak melulu cuma buat mereka yg mau jadi ilmuwan, coba nonton channel youtube Fajrulfx deh, biar tau bahwa fisika itu ada di kehidupan sehari-hari.
@zulfikarfahmi13@LambeSahamjja Kalo nalarnya jalan, dari sepintas liat angka 200 dibagi 34 aja udah tau kalo hasilnya bukan angka bulat, dan langsung bisa menyimpulkan bahwa hasilnya akan dibulatkan ke nilai pecahan nominal rupiah yg paling mendekati. Berarti, critical thinking para murid juga lemah.
@SosmedAnu Pilih yg menurut kamu bisa bikin hati kamu tenang, karena toh suatu saat kamu pasti akan menyesal, menyesal karena gak ngasih, atau justru menyesal karena ngasih. Yang mengerti rasa dendam atau sakit di hati kamu ya cuma kamu sendiri, jadi pertanyaan itu cuma kamu yg bisa jawab.
Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, ingatkan pemerintah utk terus tingkatkan penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak, seiring dg tren kenaikan utang negara dlm bbrapa thn terakhir.
Duh, Pak Misbakhun... Dengar kata "optimalkan pajak", itu rasanya bakal yg kena rakyat lagi deh.
Gini pak, OK lah, utang negara emang makin numpuk sampai tembus Rp9.600 T lebih, tapi masa solusinya selalu "peras" rakyat lagi? MudahΒ²an ga lah ya. Soalnya sekarang ini pajak berasa semakin berat, tapi layanan publik mah 'gitu-gitu Aja' tuj. Apalagi gaji, lambat banget naiknya. Lbh baik beresin dulu kebocoran anggaran di internal pemerintah dulu sebelum minta rakyat tambah kontribusi pajak deh. Lagian, hrsnya DPR dorong pemerintah buat ambil untung lbh besar dari eksploitasi SDA kita atau kejar tuh korporasi raksasa yg pinter banget "ngumpetin" pajak. Jgn dikitΒ² PPN naik atau objek pajak receh di masyarakat yg diincer.
Satu lagi nih: Jangan utang besar hanya utk buat Proyek Gengsi lah. Hentikan itu!!π€¬π€¬
Percaya gak? Semenjak kasus kepala bgn kemarin dan sppg banyak yang libur. Ayam dan telur harganya turun dan stocknya melimpah
good news gk nih?
mening di tutup full gk sih?
Guys, udah pada tau bekum nih?
Baru-baru ini Ketua Komisi XI DPR bilang pemerintah harus lebih agresif ngejar penerimaan pajak supaya kemampuan bayar utang negara tetap terjaga.
sekali lagi dewan perwakilan rakyat
menyuruh pemerintah agar lebih tegas
dan berani dalam mempajaki rakyat
Soalnya utang pemerintah terus naik dan sekarang nilainya sudah tembus ribuan triliun rupiah.
Yang bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa solusi yang sering dibahas selalu nambah penerimaan pajak?
Padahal di sisi lain masyarakat sudah menghadapi banyak tekanan ekonomi, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, biaya kesehatan, sampai daya beli yang belum sepenuhnya pulih.
mereka ini perwakilan rakyat bukan sih?
@KemenkeuRI Belanja masih lebih tinggi dari pendapatan. Penerimaan pun digendong pajak. Apanya yg mantap? Harga barang yg makin mahal? Pajak yg makin tinggi? Korupsi terkait MBG? Tapi apalah saya ini, cuma masyarakat desa yg gak pakai dollar.
Tau gak bahayanya kasus ini?
Selain nama Indonesia bisa jelek di mata ilmuwan dunia ya.
Tapi pemalsuan data untuk dipresentasikan di forum ilmiah itu dampaknya bisa luas. Mungkin ada researcher lain yang ga tau kalo mereka fake, kemudian kutip penelitian mereka, dan dijadiin bahan praktek/treatment.
Ini tuh semestinya kan bawa data dan temuan ilmiah. Nah bayangin temuan ilmiahnya fake.
Masa' harus nunggu ada yang jadi korban dari orang2 norak yang sekadar pengen keluar negeri gratis sih?
Minimal kemenkes turun tangan sih. Ngejagain marwah keprofesian dan keilmuwan soalnya.
Guys, ada pernyataan dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang menurut gue adalah salah satu momen paling memalukan dalam sejarah program pemerintah Indonesia.
Sony Sonjaya baru saja bilang bahwa MBG Makan Bergizi Gratis sejak awal TIDAK didesain untuk pelajar.
Tunggu dulu.
TIDAK untuk pelajar.
sekali tidak untuk pelajar .
Program yang selama ini disebut "makan siang gratis untuk anak sekolah." Program yang dikampanyekan Prabowo sejak masa pilpres dengan foto-foto anak SD makan bersama.
Program yang menelan anggaran Rp335 triliun.
Program yang sekarang sudah berjalan di ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
Tiba-tiba sekarang bukan untuk siswa.
Dan ini yang paling mengejutkan versi "aslinya" menurut BGN:
Kata Sony fokus utama MBG sebenarnya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Bukan siswa SD.
Bukan anak SMP yang fotonya viral makan nasi kotak.
Bukan anak sekolah yang sudah berbulan-bulan jadi wajah program ini di seluruh media nasional.
Ibu hamil. Ibu menyusui. Balita.
Dan Sony bilang masih banyak mitra di lapangan yang "salah kaprah" mengira MBG itu program makan siang sekolah.
Salah kaprah? SALAH KAPRAH?
Bukan mitra yang salah kaprah, Pak.
Yang salah kaprah adalah komunikasi program ini dari hari pertama kampanye sampai hari ini yang selalu menampilkan gambar anak sekolah, dapur SPPG di dekat sekolah, dan narasi gizi untuk generasi penerus bangsa yang duduk di bangku kelas.
Dan ini pertanyaan yang paling fundamental yang tidak bisa dijawab:
Kalau memang sasaran utamanya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita kenapa selama berbulan-bulan yang makan adalah siswa SD sampai SMA?
Kenapa infrastruktur SPPG dibangun di dekat sekolah bukan di dekat puskesmas atau posyandu tempat ibu hamil dan balita berkumpul?
Kenapa foto-foto viral program ini selalu anak sekolah makan nasi kotak bukan ibu menyusui mendapat paket gizi?
Kenapa dapur yang dibangun memproduksi nasi, lauk, dan sayur dalam kotak bukan susu formula, makanan pendamping ASI, atau suplemen gizi untuk ibu hamil?
Dan kalau memang program ini untuk 1.000 hari pertama kehidupan menu apa yang disiapkan untuk bayi dan batita?
Bubur bayi yang diproduksi massal dari dapur SPPG?
Susu yang dikirim pakai motor?
Tidak ada jawaban yang masuk akal.
Karena pertanyaan ini memang tidak punya jawaban yang masuk akal.
Dan ini yang paling pedas soal anggaran yang sudah terlanjur terpakai:
MBG sudah menyedot hampir 30% dari anggaran fungsi pendidikan di APBN 2026 sesuatu yang sudah dikritik JPPI sebagai kanibalisme anggaran dan kebohongan statistik karena program logistik pangan ini dimasukkan ke pos anggaran pendidikan.
Anggaran yang seharusnya untuk memperbaiki gedung sekolah rusak dipakai untuk dapur SPPG. Anggaran yang seharusnya untuk menaikkan gaji guru honorer dari Rp250.000 dipakai untuk membangun infrastruktur distribusi makanan.
Dan sekarang ternyata setelah semua itu terpakai pemerintah baru menjelaskan bahwa program ini bukan untuk siswa?
Ini bukan klarifikasi.
Ini adalah post-hoc rationalization pembenaran yang dibuat belakangan setelah program mulai bermasalah. Targetnya digeser.
Bahasanya diperhalus.
Alasannya diganti.
Persis seperti yang dikatakan seorang netizen dengan sangat tepat: "Khas proyek yang berjalan dulu, baru berpikir kemudian."
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh situasi ini:
Program senilai Rp335 triliun.
Sudah berjalan berbulan-bulan.
Sudah ada ribuan titik SPPG.
Sudah ada kasus keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat yang menjadi KLB.
Sudah ada penipuan jual beli titik SPPG terorganisir dengan korban ratusan juta rupiah.
Dan di tengah semua masalah itu pejabat BGN baru keluar bilang bahwa mitra di lapangan "salah kaprah" soal sasaran program.
Kalau mitra yang salah kaprah itu artinya sosialisasi program gagal.
Itu artinya implementasi tidak sesuai desain.
Itu artinya ratusan triliun rupiah sudah mengalir ke eksekusi yang tidak sesuai dengan tujuan yang diklaim.
Tapi kalau yang "salah kaprah" adalah komunikasi pemerintah sendiri dari awal maka ini jauh lebih serius. Ini artinya program sebesar ini diumumkan dan dijalankan tanpa desain yang jelas sejak hari pertama.
Pilih salah satu.
Keduanya sama-sama memalukan.
MBG diluncurkan dengan narasi makan bergizi untuk anak sekolah. Dikampanyekan dengan foto anak SD. Dijalankan dengan dapur di dekat sekolah. Dibiayai dengan anggaran yang dikanibal dari pos pendidikan.
Dan sekarang setelah berbulan-bulan berjalan, setelah ada keracunan massal, setelah ada penipuan titik SPPG, setelah dikritik habis-habisan soal kualitas dan implementasi tiba-tiba pejabatnya bilang program ini bukan untuk siswa.
Jangan sampai mimpi besar Indonesia Emas 2045 diawali dengan program flagship yang tidak tahu siapa sasarannya sendiri setelah berbulan-bulan berjalan.
Karena generasi emas tidak lahir dari program yang arahnya baru dicari di tengah jalan.
Mana ada... rupiah terus melemah, dan info terbaru, 150 karyawan Alfamart dirumahkan karena gerai mereka ditutup dengan alasan tidak sesuai Perda untuk melanggengkan Kopdes Merah Putih. Ekonomi kuat apanya pak, makin banyak pengangguran, APBN boncos karena MBG, apanya yg kuat?
Memasuki triwulan kedua, kinerja #APBNKita tetap terjaga. πͺπ½
Tekanan eksternal masih menjadi tantangan, namun Indonesia tetap optimis menjaga pertumbuhan.
#UangKita
@KemenkeuRI Mana ada... rupiah terus melemah, dan info terbaru, 150 karyawan Alfamart dirumahkan karena gerai mereka ditutup dengan alasan tidak sesuai Perda untuk melanggengkan Kopdes Merah Putih. Ekonomi kuat apanya pak, makin banyak pengangguran, APBN boncos karena MBG, apanya yg kuat?
@LambeSahamjja Bagusnya buat jadi skema aja, jangan mandatori. Jadi bagi yg mau tetap bayar pajak tahunan silahkan tetap pakai skema pajak tahunan, kalo lewat gak perlu bayar, cukup tunjukkan stnk. Bagi yg merasa jarang bepergian silahkan memilih skema bayar hanya jika lewat jalan provinsi.