Ternyata pohon asam jawa di pinggir jalan bukan ditanam asal.
Ada alasan kenapa Belanda memilihnya jadi peneduh di Jalur Anyer–Panarukan, salah satunya karena pohon ini besar dan rindang.
Kalau di daerahmu masih ada pohon asam jawa tua, coba tulis lokasinya di kolom komentar ya!
Content Creator: Dian Reinis
Produser: Akhdi Martin
#SejarahIndonesia #pohonasemjawa #FaktaSejarah #AnyerPanarukan #sejarah
...Lebih tepatnya tragis, bukan ironi.
Mayat² tragedi 98 cuma jadi dagangan HAM.
Pionir jualan HAM yakni Jokowi.
Jokowi menang pilpres 2014+2019 karna jor²an dagang isu pelanggaran HAM berat oleh Prabowo.
Jadi yg paling menjijikkan itu yah Jokowi + para pendukungnya... (``,)
"Suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada di segelintir orang akan pelan-pelan menetes ke bawah"
Yang disebut Prabowo itu, dikenal sebagai trickle-down effect: salah satu ilusi ekonomi terbesar dalam sejarah kapitalisme modern.
Secara sederhana, ini adalah keyakinan bahwa kalau kelompok kaya dibiarkan makin kaya, diberi ruang akumulasi lebih besar, diberi insentif, atau dilindungi kepentingannya, maka pada akhirnya kekayaan itu akan “menetes” ke masyarakat bawah lewat investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
Masalahnya, sejarah membuktikan bahwa teori ini sangat jauh dari kenyataan. kekayaan tidak otomatis menetes, yang terjadi justru kekayaan justru mengendap, berputar di lingkaran yang sama, lalu berubah menjadi kekuasaan politik.
Bahkan IMF sendiri pernah menunjukkan bahwa ketika porsi pendapatan kelompok terkaya naik, pertumbuhan malah justru cenderung melemah, sama halnya yang terjadi di Indonesia.
Pendeknya, trickle-down economics adalah dongeng paling sukses yang pernah dijual elite kepada rakyat miskin.
Dan dia adalah bagian dari elite yang menjual dongeng itu.
Nih ya, para Ahli dan pengamat sudah kasih warning dari dulu!
Program prematur, ugal-ugalan, rawan korupsi, feasibility study belum ada, ukuran target berhasil belum jelas, pilot projectnya jg gak clear, opsi teknis lain juga belum di explore.
Giliran banyak masalah keracunan, korup dan protes makin banyak ngomongnya “SALAH KITA SEMUA”
Salah kita, enak aje, kau yang salah!
makin ga paham kenapa surabaya, de facto kawasan metropolitan terbesar kedua di negara ini, yang pergerakan komuternya diestimasi sampe 10 JUTA/HARI;
GA BISA ngembangin SATU KILOMETER pun transum berbasis rel yang proper.
isin rek. kate ngenteni pirang dekade maneh?
Ini kasus pengeroyokan perguruan silat problematik yg paling ngeri. Kompol Aditia yg mantan Kapolsek di Solo ini dipukul dgn benda-benda tumpul dan didudukkan di atas ember saat sudah tidak sadar. Penyebabnya, Kompol Adit hendak membubarkan konvoi PSHT dgn 5-7 ribu peserta.