Perempuan yang tampil artikulatif, kritis, dan konsisten sangat dibenci oleh sistem otoritarianisme, karena yang terguncang bukan hanya kebijakan negara, tetapi juga struktur sosial patriarkal yang menopang legitimasi kekuasaan.
Ketika argumen sulit dipatahkan, respons kerap dialihkan ke serangan personal, stigma moral, atau pelabelan emosional untuk membungkam suara tanpa menyentuh substansi kritik.
Jadi jangan heran kalau mereka terus menerus dijadikan target oleh sistem yang menindas dan anti-kritis.
@ika_st@ikhwanuddin Kalau hanya dilihat dari pertanyaanya maka bounded rationality, expected value (V x p) nya lebih tinggi opsi 1. Penjelasan lanjutannya sepertinya lbh luas dari pertanyaan awal
@sembilanbumi@direktoridosen Kalau dilihat dari persentase cukup signifikan. 3 komoditi cabai hampir semua turun di double digit secara persentase, sementara komoditi lain bergerak dikisaran nol koma, jadi ada indikasi narasinya benar
Error message-nya Coretax gabisa lebih panjang lagi? @DitjenPajakRI
Barang ginian 1.3 Triliun? Malu sih kata w.
Darah semua itu tangan, rakyat kelaperan gabisa makan gabisa sekolah gabisa punya rumah, lu malah hamburin di beginian.
Gaji Eropa - Hasil Nigeria
PSIAP DJP
"When life gives you lemons, grab tequila and salt"
Itu motto gw! So daripada dituduh clickbait, mari bikin clickbait beneran! 😃🥃🍋
Eh tapi bukan clickbait kalau isinya benaran bukan?
Gak tau lah, gw bukan orang media hehe.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memasukkan RUU Pengampunan Pajak (tax amnesty) ke dalam Prolegnas 2025, meski kebijakan ini kerap dianggap tidak adil bagi wajib pajak patuh.
Simak selengkapnya: https://t.co/IcbDy8iiAC
@prastow@Ariestanabirah@Ngadinopanser Nuwun sewu mas, kalau dilihat dari premis ini maka argumen njenengan sudah patah.
Premis 1: "Anak cucu bayar hutang"
Jawaban mas Pras:"Bayar pajak kalau lebih dari PTKP"
Premis 2:"PPN juga pajak"
Jawaban:"Pajak itu kontribusi pembiayaan"
Di premis 1 ga ada kata iuran tambahan
bagus!
abaikan. jangan view. jangan like. jangan quote. boikot.
jangan. dikasih. engagement.
biar tahu rasa para buzzer dan influencer yang ikut merusak demokrasi kita itu.