TOP 10 KASUS KORUPSI TERBESAR DI INDONESIA
1. PERTAMIN: 968,5 TRILIUN
2. PT TIMAH: 300 TRILIUN
3. IKN: 161 TRILIUN
4. BLBI: 138 TRILIUN
5. DUTA PALMA: 104,1 TRILIUN
6. TPPI TUBAN: 37,8 TRILIUN
7. ASABRI: 22,7 TRILIUN
8. JIWASRAYA: 16,8 TRILIUN
9. EKSPOR CPO: 12,8 TRILIUN
10. PESAWAT GARUDA : 9,9 TRILIUN
Penjelasan singkat vonis pelakunya dan yang paling sakit adalah beberapa pelaku sudah keluar dan sedang menikmati hasil korupsi yang triliun tersebut💔
1. Pertamina BBM Oplosan 2018-2023
Kerugian: Rp 968,5 T
Tersangka utama: Riva Siahaan Dirut Pertamina Patra Niaga, Yoki Firnandi Dirut KPI, Maya Kusmaya, Edy Massaid
Status: Masih sidang 2025. Tuntutan ke Yoki 16 tahun, Riva 15 tahun. Angka kerugian masih sementara, cuma hitungan tahun 2023.
2. PT Timah 2015-2022
Kerugian: Rp 300 T
Tersangka utama: Harvey Moeis, Helena Lim, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani
Status: Masih sidang di PN Jakpus. Tuntutan jaksa ke Harvey 12 tahun penjara + denda Rp 1M + uang pengganti Rp 210M. Helena dituntut 8 tahun. Belum ada vonis final.
3. CANDI IKN
Kerugian : APBN 90 TRILIUN +SWASTA 72 TRILIUN= TOTAL 161 TRILIUN
Tersangka utama: jokowi dan pembantunya
Note: Kasus ini belum di buka, tapi pintu masuk sudah ada dengan di tetapkanya kembali ibukota negara tetap di Jakarta oleh MK. Jika kasus ini di usut hukumannya bisa ratusan tahun bahkan berpotensi hukuman mati tergantung nanti pembuktian di pengadilan.
4. BLBI 1997-1998
Kerugian: Rp 138 T
Tersangka utama: Sjamsul Nursalim & Itjih Nursalim pemilik BDNI, Samadikun Hartono
Status: Campur. Sjamsul divonis 3 tahun 2020. Samadikun kabur ke Singapura, divonis 17 tahun in absentia. Banyak aset masih digugat secara perdata.
5. Duta Palma Sawit Ilegal
Kerugian: Rp 104,1 T
Tersangka utama: Surya Darmadi
Status: Sudah inkrah. Divonis 15 tahun penjara + denda Rp 1M + uang pengganti Rp 2,2 T oleh MA 2023. Sekarang lagi jalani hukuman.
6. PT TPPI Kilang Tuban
Kerugian: Rp 37,8 T
Tersangka utama: Raden Priyono mantan Dirut Pertamina, Bachtiar Abdul Fatah
Status: Sudah inkrah. Raden Priyono divonis 16 tahun 2013, udah selesai menjalani hukuman.
7. PT Asabri
Kerugian: Rp 22,7 T
Tersangka utama: Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Adam Damiri eks Dirut Asabri
Status: Sudah inkrah. Heru Hidayat divonis mati 2022. Benny Tjokro seumur hidup 2022. Adam Damiri 15 tahun. Ini vonis terberat sepanjang sejarah korupsi.
8. PT Jiwasraya
Kerugian: Rp 16,8 T
Tersangka utama: Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Hendrisman Rahim eks Dirut Jiwasraya
Status: Sudah inkrah. Heru Hidayat divonis mati 2020. Benny Tjokro seumur hidup 2020. Hendrisman 20 tahun.
9. Ekspor CPO Sawit 2022
Kerugian: Rp 12,8 T
Tersangka utama: Indrasari Wisnu Wardhana Dirjen Daglu Kemendag, pejabat Permata Hijau & Wilmar
Status: Sudah inkrah. Indrasari divonis 8 tahun 2023. Korporasi kena denda Rp 250M-500M.
10. Pengadaan Pesawat Garuda
Kerugian: Rp 9,9 T
Tersangka utama: Emirsyah Satar mantan Dirut Garuda, Hadinoto Nadjib
Status: Sudah inkrah. Emirsyah divonis 8 tahun 2020, bebas bersyarat 2024.
seharusnya lo 02 voters tuh ikutan marah sih karna presiden pilihan lo kelakuan nya ternyata bikin negara mau ancur, instead of turning into wowo dickriders acting all delusional like nothing’s wrong and like this country ain’t going to shit under his presidency
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.